Sabtu, 04 September 2010

FF: Menunggu Umar

Teman-teman blogger apa kabar? 
Pernah dengar tentang flash fiction gak? Akhir-akhir ini, flash fiction lagi marak-maraknya diperlombakan di dunia cyber, termasuk di fesbuk dan di multiply. Flash fiction sendiri berbeda dengan cerpen karena hanya terdiri dari 100-200an kata. Salah satu alasan kenpa FF lagi nge-tren, mungkin krn pembaca virtual lbh suka cerita ato posting yang gak panjang-panjang amat, biar mata juga awet gt heueheue. Nah, akhirnya, Maya juga berusaha mencoba bikin FF. Cekidotkom ya:


Mata sayu Salim menatap kakaknya, ada sedikit pendar harapan dalam hatinya.

“Benarkah Khalifah Umar akan datang, Kak?”

“Ya, tiap malam Khalifah Umar berkeliling mencari orang-orang kelaparan seperti kita. Kita berdoa saja, biar malam ini rumah kita dapat giliran.” Amar menelan ludah pahit, menekan rasa ibanya melihat Salim yang tergolek tak berdaya. Ini adalah Ramadan pertama mereka tanpa Abah dan Emak. Gempa telah memporak-porandakan semuanya, termasuk kebahagiaan masa kecil mereka.

“Kak, aku lapar sekali. Apa aku masih harus puasa?” Pertanyaan itu semakin membuat luka di hati Amar menganga. Setiap hari, adiknya itu bahkan ikut berpuasa dua kali sehari seperti dirinya. Mereka hanya berbuka air putih di waktu Magrib, lalu setelahnya berpuasa lagi.

“Malam ini Khalifah Umar pasti datang! Kita boleh meminta makanan sebanyak-banyaknya!” Amar keluar dari bilik kardus itu, tak kuat lagi melihat tubuh ringkih adiknya. Di luar bilik, tangis Amar pecah. Anak berumur sepuluh tahun itu memeluk lututnya yang gemetaran karena lapar, pikirannya tak menentu, dirinya benar-benar tak tahu harus mendapatkan makanan darimana.


Seorang pemuda yang baru saja pulang dari mesjid mengira anak itu seorang pengemis. Selembar uang limaribuan ditaruhnya di depan kaki anak itu. Amar tertegun, matanya yang mengabur melihat sosok itu sebagai Khalifah Umar. Amar berterima kasih lalu berlari kencang menuju gerobak penjual nasi kucing. Beberapa menit kemudian dia sudah berada di biliknya dengan mata berbinar, menenteng dua bungkus nasi.

“Dik, Khalifah Umar benar-benar datang!” Tak ada reaksi. Amar panik, berusaha membangunkan adiknya berulang kali, namun tubuh kaku Salim tetap diam tak bergeming.

31 komentar:

cipu mengatakan...

Nice post Maya :D

Mayyadah Or Maya mengatakan...

weeww, pertamax lg si cipu :P

Riska mbem mengatakan...

waaah si salim kenapa? ya Allaah....

mengharukan ukhti ceritanya :)

Awaluddin Jamal mengatakan...

wah baru tahu saya kalau ada yang di bilang FF.., saya kira tadi rumusnya rubik..,

menyedihkan sekali ceritanya, kalau di Indonesia tawwa rajin sekali itu 'pejabat2nya" keliling2 bagi makanan tapi Bulan puasa ji. supaya naik ki tawwa popularitasnya.. :D

salam kenal juga.. :D

Nyun-nyuN mengatakan...

yah,,.. komentarku ilang, nulis lagi deh, aku nangis bacanya, itu saja hehe.. ngena banget, kaget dan bener bener kejutan endingnya :).

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

pernah baca flash fiction. salah satunya di blog ini deh. hehee

Aulawi Ahmad mengatakan...

baru tahu ada istilah FF :) nice story tq 4 share :)

Gaphe mengatakan...

Maya..endingnya nggak nyangka.. kenapa itu nggak bergeming?.. mati kelaparankah? tertidurkah?... *uuh bikin penasaran*

tapi saya baru tau istilah FF dan baca baru di blog ini

Mayyadah Or Maya mengatakan...

hehhe...selamat berpenasaran-ria yaa

AISHALIFE-LINE mengatakan...

kunjungan balik.
wah,di Cairo ya,tetangga donk.btw,ceritanya menarik sist.thanks kunjungannya ya.

dian eka mengatakan...

It's totally two thumbs fast fiction T,T ya Rabbiy.. endingnya bikin speechless dan gerimis.

Thanks for visiting my blog ya ^^v

pelangi anak mengatakan...

Yah,,..endingnya menyedihkan. Sudah orangtua tak ada, adik yang merupakan keluarga satu-satunya yang tersisa juga telah pergi meninggalkannya. Kalau ini nyata, anak itu benar-benar sebatang kara. Ide cerita mbak Maya menyorot kehidupan sosial masyarakat yang merupakan isu hangat setiap saat. Mengingat di Indonesia masih banyak sesama kita yang masih melarat.
Bisa belajar dari goresan mbak Maya ni..,,untuk bikin FF.

Elsa mengatakan...

kasihan banget yaaa.....

BABY DIJA mengatakan...

pasti salim mati syahid ya Tante...

CORETAN HIDUPKU mengatakan...

Ceritanya mengharukan. banyak pelajaran yang dapat kita petik, terlebih-lebih tentang hubungan sesama manusia yang harusnya dapat saling bantu membantu apabila dalam kesulitan.

Mayyadah Or Maya mengatakan...

@all: makasih ya atas apresiasinya. yuk, belajar bikin FF :)

I Made Andi Arsana mengatakan...

Cerita yang cantik... well written dan bermakna.. endingnya juga mengejutkan.

Mayyadah Or Maya mengatakan...

wahh, pak andi beneran dtg kesini hihhi. thanks a lot :)

gaelby mengatakan...

Subhanallah... Fiksinya mencerahkan. Dialektika sosialnya up to date. Salute 4u.
Selamat menyambut Idul Fitri 1431 H, semoga Allah memberi kita kesempatan ntuk bersua kembali Ramadhan tahun depan, amiiin... :)

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

aduh may itu kenapa adiknya :( gak meninggalkan :((

thekupu mengatakan...

berasa lagi mampir ke blog sendiri deh ihihihi

Yanti mengatakan...

assalamu'alaikum.. sejuk nih berkunjung ke blog Maya.. nice story, sista.. ;)

merry go round mengatakan...

merinding......

sumpah aku merinding......

walau fiksi, tapi bikin aku tambah sadar kalau banyak orang kekurangan di luar sana, dan betapa sedekah itu diwajibkan.

Sebuah Blog Sebuah Cerita mengatakan...

bagus mbak :D

salam kenal yak

jgn lupa kunjung balik
hehehe

Raxen Vrathdar mengatakan...

nice story, bner2 FF yg menyentuh hati ;)
eh FF kl d game bs jd Final Fantasy, mngkn sprti it jg y, ending dri cerita d atas :O

Hidden Name mengatakan...

Hmm... endinya meninggal karena lapar y mbak?... kasihan bener,

oy, FF kontest y?.. masih panjang mbak?...

satu lagi, ingat saya mbak?

mer mengatakan...

nice FF.... endingnya ooooooooooooh.....
p.s. terimakasih sudah singgah blog saya lho :)

Didik Durianto mengatakan...

makasih atas ibrohnya. hikmah buat saling berbagi

Meidy mengatakan...

nice post may...

iLLa mengatakan...

sudah baca 2 flash fiction, ini salah satunya, dan dua duanya (sepertinya) berakhir tragis :(
bikin yg hepi ending dong *rikwes* :D

chikarei mengatakan...

assalammulaikum
salam kenal mba^^
hehee..
suka buat ff juga yah