Jumat, 03 Mei 2013

The Only Moment

Saat panitia pembuatan video dokumenter riwayat hidup almarhum Bapak meminta data2 ke saya, sungguh saya terkejut. Bukan karena saya tdk rela perjalanan hidup Bapak diekspos, tapi karena saya baru sadar kalau kebersamaan saya dg Bapak tidak banyak yg tersimpan dlm foto. Saya membongkar album, file2 di laptop, tapi hasilnya saya hanya mendapatkan dua foto yg benar2 merekam kebersamaan saya dg beliau :(

Pertama foto keluarga kami. Foto itu adl satu-satunya foto keluarga kami. Mama, Bapak, saya dan kelima adik2 saya berkumpul lengkap di hari ultah pernikahan Bapak dan Mama. Saat itu saya msh kelas satu Tsanawiyah klo gak salah ingat. Setelah itu kami terpisah oleh ruang. Ada yg studi ke Gontor, Jogja, Bandung, Mesir, dan di Sulawesi tentunya. Bahkan saat hari pernikahan saya pun kami tak bisa berkumpul :( Sedihnya lagi, kami baru bisa berkumpul lagi setelah Bapak tiada, di hari kematiannya.



Foto Keluarga 'M7W'

Foto kebersamaan saya dan Bapak berikutnya adalah foto jadul ini. Saya msh jd 'anak tunggal' di sini. Baju yg saya pakai itu baju jahitan Mama. Entah berapa umur saya di foto ini. Dan saya juga tak pernah menanyakannya. Foto ini bisa dikatakan harta karun saya. Selebihnya saya tak punya foto berdua dg Bapak.   Sungguh itu saya sesali. Setiap waktu saya menjepret momen2 narsis saya di social media, tapi momen bersama Bapak saya tak pnh merekamnnya. 

Me and Dad
Saya berharap teman2 yg msh punya keluarga lengkap belajar dr pengalaman ini. Sejatinya, kenangan akan abadi di hati yg mencintai, tetapi dunia terkadang menagih 'bukti'. Sebuah potret, seusang apapun, selalu akan membangkitkan kenangan dan ribuan cerita :)

Sabtu, 27 April 2013

Sebuah Kisah yang Tak Pernah Selesai


      Jika semua anak di dunia ini memiliki ibu yang sempurna untuk dicintai, maka aku punyai seorang Ayah yang kucintai dengan sempurna. Ia tak jauh berbeda dengan sosok ayah lainnya, ia juga bukan manusia yang sempurna. Akan tetapi, di wajahnya aku melihat wajah Tuhan, bersama garis-garis usia lanjut miliknya. Wajah yang selalu membuatku merasa menjadi anak yang paling sempurna di dunia.
 Di atas itu adalah sepenggal paragraf. Sepenggal paragraf dari kisah yang tak pernah selesai. Untuk kali pertama dalam hidupku, aku tak mampu menuntaskan sebuah kisah sampai ke garis finish. Benar-benar menyedihkan karena kisah ini adalah kisah yang sebenarnya paling pertama ingin kubukukan...

Rabu, 24 April 2013

Memaafkan adalah Bagian dari Cinta

Saya selalu percaya bahwa memaafkan adalah bagian dari cinta. Seorang ibu, bagaimanapun bejatnya anaknya, ia akan selalu tersenyum tatkala anaknya kembali. Seorang kekasih, bagaimanapun pahitnya ia dilukai, ia akan selalu memafkan.

Saya selalu percaya itu, hingga kamu datang dan membuat segalanya berbeda...
(Anggap saja ini fiksi)

Selasa, 23 April 2013

Pesan Kakek

Pagi itu saya menyempatkan diri menjenguknya. Seorang lelaki berusia senja. Dengan tongkat di tangan dan jalan yang sudah harus dipapah. Dia kakek saya. Dulu pekerjaannya adalah sebagai imam kampung. Tetapi setelah terserang stroke, kakek harus bedrest total dan rutin check up ke dokter.

Setiap kali saya menjenguk kakek, selalu ada hikmah kehidupan yang saya petik dari ucapannya. Seperti hari itu, kakek berkata dengan suara serak:
Jangan bosan yaa, jangan bosan memberi kebaikan. Karena hanya dengan itu kamu bisa mendapatkan rahmat Tuhan
Duhai, kata-kata sederhana itu seakan-akan mengisi kekosongan jiwaku akhir-akhir ini yg sibuk akan duniawi. Makasih kakek :)

Rabu, 06 Maret 2013

Menelusuri Khan Khalili: Pasar Tradisional di Mesir


Hahai-rihai! Pa kbr blogger mates? Yg lagi pada galau, yuks temani Maya cuci mata ke pasar. Pasarnya pulang-pergi makan ongkos sekitar 8,5 juta. Waks, haha, soalnya ini pasar di luar negeri sono, di Kairo tepatnya hehe. Jadi harus beli tiket pesawat dulu :D Gak sanggup? Santai, tetap bisa ke sana kok. Kita jalan2 via foto yaaa. Let's go!

Nah, nama pasarnya Khan el-Khalili ato simpelnya pasar Husein. Soalnya lokasinya dekat mesjid Husein, yg biasanya dipenuhi para sufi ato ahli tarekat. Pasar Husein ini sebenarnya strategis bgt krn di depannya ada Universitas al-Azhar (kampus putra) dan mesjid Azhar. Lbh lengkap ttg sejarah pasar Khan el-Khalili, bisa baca di wikipedia.

mejeng dulu dpn mesjid Husein :)




view sepanjang depan mesjid Husein. Banguna tua itu adalah jejeran cafe.


nah, kita udah masuk pasarnya:)

pernak-pernik yg biasa dibeli para turis. hrs pintar nawar setinggi2nya hehe

ini sheesa. alat hisap yg biasanya diisi sari buah2an.  kayak ngerokok gitu.

yg baju seksi itu buat penari perut. yg mau jadiin baju tidur jg boleh haha