Rabu, 16 Juni 2010

Istri Atau Bola

Marni tak pernah bertanya, bahkan setelah dia menikahi Marto, siapakah cinta pertama lelaki itu. Padahal sebelum menikah, Marto dengan lugas mengatakan padanya: "Aku berharap, dengan menikahimu aku bisa melupakan cinta pertamaku." Mungkin karena Marni tipe perempuan yang cuek, malas bertanya ini itu, atau mungkin Marni telah seratus persen optimis bahwa lautan cintanya akan mampu meruntuhkan tembok cinta pertama suaminya itu kelak.

Mereka pun menikah di awal Januari, dan Marni resmi berbadan dua di penghujung April. Hari demi hari berlalu, Marni pun yakin bahwa dirinya berhasil memenangkan pertandingan itu. Marni Vs First Love Suaminya, skor 10-0 dengan wasitnya Marni sendiri.

Namun, kewajaran itu perlahan berubah ketika genderang bulan Juni tiba, saat gemuruh piala dunia menggema dimana-mana. Suaminya mendadak menjadi anak televisi dan tak ada lagi waktu seperti biasa. Jika dulu suaminya masih mau bersentuhan dengan dapur, merapikan ruang tamu, atau bercengkrama setelah makan malam, tapi sekarang semuanya sirna. Awalnya Marni biasa saja, bahkan berusaha mengimbangi suaminya dengan duduk di dekatnya, menonton televisi sama-sama meski sebenarnya pinggang Marni tak kuat duduk berlama-lama. Kehamilannya semakin membuatnya mudah letih.

Tapi kesabaran itu telah mencapai titik minimumnya, dari kesal kemudian jengkel kemudian dongkol setengah mati. Suaminya semakin mesra dengan si kotak segi empat. Akhirnya emosi Marni meledak juga, tahulah ia bahwa suaminya kini telah terkena virus CLBK. Ya, cinta lama suaminya bersemi kembali.

"Jadi ini cinta pertama Mas yang katanya susah dilupain itu?!" Marni berkacak pinggang di samping suaminya, bersungut-sungut, apalagi dilihatnya kue basah buatannya sama sekali tak tersentuh oleh suaminya. "Aku juga suka bola, Mas, tapi gara-gara Zidane udah gak maen, jadi piala dunia kali ini males ngikutinnya. Aku juga suka bola, Mas, tapi gak sampe lupa kamu!"

"Iya, iya..." sahut suaminya tanpa memandang muka Marni yang sudah berkerut-kerut. Marni menghela nafas, membuang emosi, lalu duduk di samping suaminya. Tapi tiba-tiba...suaminya mengangkat tangan plus kaki ke udara lalu memeluknya hingga perutnya terjepit. "Gooooolllll, hahaha, liat tuh, Sayang, Argentina menang!"
Marni bukan tak senang mendapat pelukan itu, tapi kali ini dia merasa suaminya memeluknya gara-gara terlalu sayang. Terlalu sayang dengan cinta pertamanya sampai lupa kalau istrinya sedang hamil. Sampai lupa kalau di dalam perutnya itu ada "sesuatu".

"Mas! Sebenarnya di hati Mas cuma ada Marni atau bola, sehhh?" Marni bangkit geregetan, emosinya kembali mendidih.

"Cuma ada Argentina, Sayang!" Sahut suaminya enteng. Marni melengos kesal lalu pergi mencari pelampiasan. Di dapur dilihatnya piring-piring kotor berserakan. Tak lama, prang prang gubrak gubrak prang! Marni mencuci piring seperti bermain pingpong. Di ruang tamu, Marto masih asyik menunggu hingga akhir pertandingan tiba. Lelaki itu tak tahu bahwa istrinya sedang berdoa agar cinta pertamanya kalah di malam berikutnya.

Dan doa ibu hamil memang mustajab. Argentina pun kalah lalu kalah lalu kalah. Walhasil, tiket semi final pun gagal diraih tim Tango itu. Marni girang bukan kepalang, berharap suaminya akan kembali ke pangkuannya seperti bulan-bulan sebelumnya. Namun, meski Argentina kalah, selama musim piala dunia belum berakhir suaminya akan terus setia dengan kebiasaan barunya.

"Mas, sebenarnya cinta pertama Mas, Argentina atau bukan?"

"Sabar, Sayang, Mas cuma pengen liat Jerman kalah. Soalnya Mas sakit hati, tim Panser ngalahin Argentina kemarin! Kali ini doanya untuk Jerman dong, Yang, biar kalah, heheh..."

Marni megelus dada, geleng-geleng kepala. Sebelum berlalu Marni berkata sambil menepuk dahinya, "Cape' dehhhh!"

Jadi, para istri dimanapun anda berada, sudah siap dimadu dengan bola? :P

16 komentar:

orang kampung belajar ngeblog mengatakan...

Hal yang positif saya pikir seseorang mempunyai hobi atau mengasyiki sesuatu, asal jangan terlalu berlebihan seperti cerita sobat ini. Saya pernah ngebaca, bahwa seseorang yang tidak mempunyai hobi atau keasyikan adalah patut dicurigai ada "kelainan" didirinya.
Ya... asal jangan hal negatif (taruhan atau begadang)dan berlebihan (nyuekin anak istri, gak kerja) nonton bola adalah hal paling mengasyikkan...

senja mengatakan...

wah,..gak masalah di madu sama bola,soalnya aku aja suka banget nonton bola....

argentina juga favoriteku,..ada messi di sana hehe :)

iLLa mengatakan...

wahaha.. kreatip sangat buu bisa bikin cerpen dari fenomena 4 taunan ini. Sy siy blom ngikuti pertandingannya, nanti aja kalo dah 16 besar atau 8 besar. Kalo diturutin mah bisa ngantuk2 di kantor :D

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

cowok memang gitu kalo udah nonton bola. lupa segalanya

siroel mengatakan...

untung saya bukan para istri, wkwkwwkwkwkkk.....

siang mbak, gmn mesir????

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

Kayaknya memang butuh pengertian yang lebih dari seorang istri untuk urusan yang satu ini...he...he

Salam hangat & sehat selalu..

RIZAL mengatakan...

KUNJUNGAN PERDANA DAN SALAM PERTEMANAN

rizal mengatakan...

kunjungan perdana,,,salam pertemanan

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

ini cerita aseli ya mbak ? :D koq kayaknya real deh :D anyway ... nice story ...

Ria mengatakan...

hehehehe...untung blom punya suami ya jadi gak ada yang jadi madu atau object penderitanya...hihihihi

Imarah Tellu mengatakan...

Bisa enda may, argentina situ di ganti ma negara lain , haha ..tim andalanku hihihi...

Diumumkan kepada ibu² yg sedang mengandung..Tolong jangan doakan argentina kalah tahun ini yh *tim andalan soalnya* hihi

Mayyadah Or Maya mengatakan...

@ibel: hihihi...idolaku jugaji itu. nda bakal kudoakan kalah hihhih, lagian juga bukanka' ibu hamil :P

Kumpulan Lirik Lagu mengatakan...

he..he.. kayaknya pengalaman pribadi nih...

Meidy mengatakan...

untung suamiku ga begitu mania bola mb.. klo F1 iya banget, untungnya cuma 2 minggu sekali.. :)

four dreams mengatakan...

hey salam kenal :)

Rizky2009 mengatakan...

karena aq belum berumah tangga jdnya aq pilih bola ajah