ia pun menangis oleh alasan yang tak ia mengerti (Andrea Hirata, Padang Bulan)
Satu-satunya alasan yang tak mudah dimengerti manusia adalah cinta. Anehnya, cinta sanggup menusuk-nusuk retina, membuat airmata mengalir bak air bah, lalu menangis tanpa manusia tahu kenapa. Ia bisa saja membuat manusia tersenyum, terbahak-bahak, oleh geli dan bahagia yang tak ketahui sebabnya. Anehnya, saat ia sekuat mungkin dipungkiri, sejauh mungkin dihempaskan saat terbentur logika, ia tak akan pergi begitu saja. Selalu ada jejak yang tak terhapus, pelan tapi pasti ia pun mengabadi disana.
Seperti saat itu…
“Kak, aku bertemu seorang perempuan yang penuh pesona,” pekik adikku di saat usianya menginjak masa transisi menuju abege. Aku menatap matanya saat itu, membaca sikapnya yang baru. Oh, ia benar-benar telah jatuh cinta!
Aku penasaran, siapakah gadis yang membuatnya begitu? Adakah ia memiliki sorot mata yang cemerlang, secemerlang akal dan hatinya?