Sabtu, 28 November 2009

Sepotong Kabar Tuk Indonesiaku

Saat aku menulis surat ini, aku masih berada disini, di negeri Piramida. Seperti biasa aku tiba-tiba rindu, rindu akan wangimu ketika gemuruh hari raya membahana dimana-mana. Di Mesir gak ada ketupat sayangku, gak ada bunyi takbir bertalu-talu, gak ada pawai akbar, atau bahkan suara anak-anak kecil yang memamerkan baju barunya. Maukah kamu mengirimkan daun pandan ke negeri seribu menara ini? Haha...pastinya daun itu akan layu sebelum sampai.

Apa kabar Indonesiaku?
Aku melihat kamu sedang kalut. Meski aku di seberang benua, aku selalu membaca tentangmu, melihat dari sebuah TV online. You know, aku kadang enggan pulang ke pelukanmu. I'm so afraid! Aku sering berpikir benarkah kamu masih memerlukanku ataukah aku masih membutuhkanmu? You know, berapa banyak anak-anakmu yang sekolah susah-payah di negeri seberang, saat mereka memboyong sebuah titel, mereka ramai-ramai meninggalkanmu dan beralih ke negara lain? Aku tak tahu, apakah kamu yang membiarkan mereka lari atau mereka yg tak tahan dgn penderitaanmu?

Apa kabar Indonesiaku?
Disini, entah kenapa musim dingin tak sedingin dulu. Setiap tahun aku merasa dingin itu semakin berkurang. Apa mungkin karena global warning? Kebocoran ozon sudah tak bisa ditolerir lagi? Ah, Indonesiaku, aku yakin kamu juga begitu. Tropismu kini nyaris berubah menjadi neraka keci-kecilan, di kota besar panas, di kota kecil juga panas, di desa...ah..tak ada lagi desa yang dulu...tak ada lagi sejuk itu.

So, Indonesiaku, apakah kamu masih kuat bertahan menanti diriku pulang? Sekarang aku sedang mati-matian mengisi bahan bakar untuk ujian tingkat akhirku. Aku terpaksa harus istirahat blogging, netting, and hal-hal yg gak perlu. Kalo aku lulus, aku akan kembali tahun depan. Ya, sayangku, aku adalah orang bodoh yang dgn polosnya masih mau kembali ke desa,  aku ingin mengabdi untuk desaku (moga tekadku ini gak basi). Mimpi apa aku bisa ke luar negeri padahal dulu setiap hari aku berlari di pinggiran sawah, berenang di sungai setelah puas memanjat pohon jambu, dan bermain hujan di tengah sapi-sapi yang berkeremun? Wow, it's ah...it's...unbelievable but it's really true!

Hmm...
Aku bahagia karena aku kira aku tak sempat menulis surat lagi untukmu. Tapi sekarang, aku telah tiba di akhir isi suratku. Doakan aku, sampaikan salamku pada ayah dan ibuku, sampaikan salamku untuk teman-temanku, dan...ketika aku kembali aku harap kamu masih sudi menyimpankan daun pandan untukku. Haha...just kidding, sayangku. Aku harap kamu baik-baik saja...i really care about U. Semoga kita lekas bertemu kembali...Indonesiaku^_^


Lam Rindu Selalu
---MAYA---
100% Indonesian





Sabtu, 14 November 2009

SESUATU YANG DISUKAI TIDAK SELALU BENAR

Saya mendpatkan kisah ini di sebuah FB milik teman. Cerita sederhana tapi penuh dgn renungan-renungan kehidupan. Berikut kisahnya:

Sekelompok anak kecil sedang asyik bermain di dekat jalur kereta api (KA). Jalur pertama adalah jalur kereta yang masih aktif dilalui KA, sedangkan jalur kedua sudah tidak aktif lagi alias tidak terpakai. Hanya ada seorang anak yang bermain di jalur yang TIDAK aktif tersebut, teman-temannya yg lain memilih bermain di jalur yang aktif. Saat mereka sedang asyik bermain, tiba-tiba sebuah KA meluncur dengan cepatnya. Seandainya saja, ANDA  kebetulan sedang  berada di depan panel persimpangan pengatur jalur  kereta, maka apa yang akan anda lakukan?

Apakah anda akan memindahkan jalur kereta tersebut ke jalur tdak aktif sehingga hanya SATU anak yang menjadi korban? Ataukah anda membiarkan kereta itu tetap pada jalurnya yang aktif? Kira-kira apa jawaban anda? Yuk, kita intip jawaban yang tepat utk kasus ini MySpace

Mungkin sebagian besar teman-teman akan memilih memindahkan jalur kereta dan mengorbankan satu anak itu. Pilihan ini kedengarannya memang rasional karena lebih baik mengorbankan SATU orang dibanding mengorbankan org banyak. Namun....kita mungkin tak menyadari satu hal! SATU anak itu berada di jalur yang benar yaitu jalur yang tidak aktif dan itulah tempat bermain yg aman. Selain itu, adilkah jika ia harus menjadi korban karena kecerobohan teman2nya yang lain?MySpace

Dilema seperti ini seringkali kita temukan di kehidupan sehari-hari. Di kantor publik, di panggung politik, dan di arena demokrasi yang kadang mengorbankan MINORITAS demi kepentingan MAYORITAS. PAdahal belum tentu yang MAYORITAS itu berada di pihak yang benar, tidak sedikit dari mereka adalah org2 yang ceroboh, bodoh, dan jelek hatinya.

Kembali ke kisah kereta tadi. Jika ANDA memilih tidak memindahkan jalur kereta, maka kemungkinan besar anak-anak yang sedang bermain di jalur aktif itu akan segera berpindah ke jalur yang aman karena mendengar
kereta datang. Namun, jika jalur kereta dipindahkan, maka satu anak itu tidak akan berlari ke jalur lain karena jalur yang ditempatinya memang jalur yang tidak aktif.

Ada hal yang perlu dipikirkan lagi, yaitu alasan ketidakaktifan jalur itu. jalur tidak aktif biasanya dikarenakan adanya kerusakan atau sudah tidak layak lagi untuk dilalui KA. Jadi, jika anda bersikeras memindahkan jalur, maka bagaimana nasib kereta dan penumpangnya kelak? Bisa jadi hal itu akan membahayakan keselamatan seluruh penumpang, padahal tadinya anda tak ingin mengorbankan org banyak bukan?

Begitulah! Kadangkala kita harus mengambil keputusan tersulit dalam setiap masalah kehidupan. Sesuatu yang BENAR kadang tidak selalu disukai. Dan sesuatu yg DISUKAI tidak selamanya benar.

JAdi, berhati-hatilah mengambil keputusanMySpace




Selasa, 10 November 2009

LUKISAN SENJA

Lukisan itu masih terpajang di tempat yang sama seperti lima tahun lalu. Nampak kesepian di dinding bercat ungu yang begitu setia ditempeli olehnya, di atas sebuah kursi goyang usang. Seorang kakek berkacamata sedang duduk di kursi goyang itu, menatap lukisan di hadapannya dengan perasaan yang selalu sama. Rasa sedih yang membuatnya semakin tua dan renta, nyaris putus asa. Lukisan seorang gadis berambut panjang yang hanya memperlihatkan punggungnya dengan latar senja di tepi danau itu telah membuatnya tak pernah tidur dengan lelap. Gadis itu adalah sosok wanita yang dicintainya, menghilang entah kemana sejak lima tahun lalu.

“Kek, istirahat yuk, udah jam dua belas,” bujuk seorang wanita muda sambil memijit bahu lelaki tua itu. Sang Kakek mendongak lalu tersenyum menatap cucunya yang selama ini menemani hari-harinya.

“Andai engkau adalah cucu kakek yang pertama…” gumamnya pelan membuat wanita bermata bulat itu terenyuh. Ucapan yang entah sudah berapa kali didengarnya, mengalir dari bibir pucat kakeknya setiap kali lukisan itu selesai dipandangnya.

“Kakek! Kenapa Kakek masih berharap dia kembali? Dia takkan pernah kembali, Kek, dia pasti udah punya dunianya sendiri!” protes Meisya, wanita muda itu sambil membantu kakeknya berdiri. “Kakek cuma buang-buang waktu mikirin dia! Kakek kan punya Meisya disini?” Lelaki yang rambutnya tinggal beberapa helai itu hanya terdiam, berjalan terbungkuk menuju pembaringannya. Meisya melepas kacamatanya, menaruhnya di meja kecil di samping tempat tidur. Pura-pura dia memejamkan mata berharap agar cucunya itu segera meninggalkan kamarnya.

“Kamu tak pernah mengerti…semua orang tak ada yang mengerti…” bisiknya sesaat setelah pintu tertutup. Airmata pelan-pelan turun di ujung matanya yang sipit membuatnya seakan tak percaya jika dirinya masih sanggup menangis di usianya sekarang. Hal yang paling ditakutkannya adalah mati dalam keadaan sepi, namun wanita di lukisan itu adalah ketakutannya yang lebih besar lagi. Dirinya takut jika waktu tak memberinya  cukup umur untuk bertemu kembali dengan wanita itu.

Selasa, 03 November 2009

WAJAH ARTIS-ARTIS ARAB

(tulisan bwt refreshing gara2 berita kpk-polri)
Kali ini Maya bakal sharing lagi buat rubrik "ALL ABOUT EGYPT". Hmm...btw, sebenarnya inisiatifnya datang dari si Defri yg pgn bgt tau wajah org2 Mesir, especially wajah cewek-cewek Mesir yg bikin penasaran cantiknyaMySpace. Tapi karena maya blm sempat ngumpulin potret cewek2 mesirnya, jadi sebagai gantinya Maya posting ttg artisnya aja dulu. Iyalah, kalo mau liat yg cantik2, kita bakal liat artisnya dulu kan?
Buat teman2 yg rada illfil liat foto2 seksi mereka, eits tunggu dulu! Maya bukannya mau pamerin hal2 yg vulgar, Maya cuman pgn ngasih tau en buka open-minded teman2 kalo sebenarnya artis2 arab itu juga sama seksinya dgn artis2 barat, bahkan kesannya lbh seronok soalnya mereka kan rata2 punya bodi yg gede2 MySpace, beda dgn artis indonesia yg lbh mungil. Gak peduli muslim ato bukan, artis2 arab juga kelihatannya udah terpengaruh sekali dunia barat, gaya hidupnya juga gak jauh dari pergaulan bebas dll. Apalagi artis yang asalnya dari Lebanon, aduh...jgn tanya deh seksinya. Tapi foto2 yg ada disni udah diseleksi, gak vulgar bangetlah (heheh...biar mata ttp awet). Yuk, ngintip foto2nya!