Saat aku menulis surat ini, aku masih berada disini, di negeri Piramida. Seperti biasa aku tiba-tiba rindu, rindu akan wangimu ketika gemuruh hari raya membahana dimana-mana. Di Mesir gak ada ketupat sayangku, gak ada bunyi takbir bertalu-talu, gak ada pawai akbar, atau bahkan suara anak-anak kecil yang memamerkan baju barunya. Maukah kamu mengirimkan daun pandan ke negeri seribu menara ini? Haha...pastinya daun itu akan layu sebelum sampai.
Apa kabar Indonesiaku?
Aku melihat kamu sedang kalut. Meski aku di seberang benua, aku selalu membaca tentangmu, melihat dari sebuah TV online. You know, aku kadang enggan pulang ke pelukanmu. I'm so afraid! Aku sering berpikir benarkah kamu masih memerlukanku ataukah aku masih membutuhkanmu? You know, berapa banyak anak-anakmu yang sekolah susah-payah di negeri seberang, saat mereka memboyong sebuah titel, mereka ramai-ramai meninggalkanmu dan beralih ke negara lain? Aku tak tahu, apakah kamu yang membiarkan mereka lari atau mereka yg tak tahan dgn penderitaanmu?
Apa kabar Indonesiaku?
Disini, entah kenapa musim dingin tak sedingin dulu. Setiap tahun aku merasa dingin itu semakin berkurang. Apa mungkin karena global warning? Kebocoran ozon sudah tak bisa ditolerir lagi? Ah, Indonesiaku, aku yakin kamu juga begitu. Tropismu kini nyaris berubah menjadi neraka keci-kecilan, di kota besar panas, di kota kecil juga panas, di desa...ah..tak ada lagi desa yang dulu...tak ada lagi sejuk itu.
So, Indonesiaku, apakah kamu masih kuat bertahan menanti diriku pulang? Sekarang aku sedang mati-matian mengisi bahan bakar untuk ujian tingkat akhirku. Aku terpaksa harus istirahat blogging, netting, and hal-hal yg gak perlu. Kalo aku lulus, aku akan kembali tahun depan. Ya, sayangku, aku adalah orang bodoh yang dgn polosnya masih mau kembali ke desa, aku ingin mengabdi untuk desaku (moga tekadku ini gak basi). Mimpi apa aku bisa ke luar negeri padahal dulu setiap hari aku berlari di pinggiran sawah, berenang di sungai setelah puas memanjat pohon jambu, dan bermain hujan di tengah sapi-sapi yang berkeremun? Wow, it's ah...it's...unbelievable but it's really true!
Hmm...
Aku bahagia karena aku kira aku tak sempat menulis surat lagi untukmu. Tapi sekarang, aku telah tiba di akhir isi suratku. Doakan aku, sampaikan salamku pada ayah dan ibuku, sampaikan salamku untuk teman-temanku, dan...ketika aku kembali aku harap kamu masih sudi menyimpankan daun pandan untukku. Haha...just kidding, sayangku. Aku harap kamu baik-baik saja...i really care about U. Semoga kita lekas bertemu kembali...Indonesiaku^_^
Lam Rindu Selalu---MAYA---
100% Indonesian





