Beruntunglah, jika Tuhan masih membiarkanmu memilih.
Di dunia ini ada beberapa tipe keberuntungan hidup. Ada orang yang diberikan kesempatan, dimana ia memang mengharap kesempatan itu datang. Ada pula yang senantiasa dipenuhi harapan-harapan, meski kesempatan itu tak jua datang. Tapi, setidaknya ia beruntung karena di jiwanya masih ada optimisme dan itu membuatnya terus hidup. Dan ada pula yang sama sekali tak diberi kesempatan, pun tak memiliki harapan.
Di saat teman2ku berpusing ria mengejar beasiswa, mencoba di sini krn tak lulus di sana, ataupun sebaliknya. Aku malah pusing memilih beasiswa mana yang akan aku ambil. Awalnya aku ikut tes jalur DIKTI (di bawah Diknas) utk beasiswa di UGM. Dan sebagai ban serep jika itu tak lulus, aku juga ikut seleksi beasiswa DIKTIS (di bawah Depag) di UIN Alauddin.
Doaku saat penantian: "Tuhan, jika Kau ridhai aku di UGM, jgn luluskan aku di UIN. Sebaliknya, jika UIN adalah yang terbaik, jgn luluskan aku di UGM."
Haha, doa yang terkesan diktator sekali.
Jumat, 09 September 2011
Kamis, 08 September 2011
Cat Emas (catatan seorang mahasiswi) Episode 1
Adakah semua kejayaan keilmuan di masa lampau bisa terulang?
Daripada menunggu waktu berputar ke belakang, yang kulakukan sekarang adalah terus berjalan ke masa depan. hari ini atau esok adalah penentu. Langkah-langkah kecil ini adalah penentu untuk langkah-langkah besar di suatu hari nanti.
Hari ini adalah hari pertamaku masuk kampus. Semua mahasiswa baru maupun lama bersesak-padat di auditorium kampus pasca uin lantai 2. Tak ada AC, pun angin sepoi-sepoi. Jam delapan di jadwal, jadi jam sepuluh lewat di luar jadwal. Gerah, jenuh, kesal, dan aneka keluh-kesah membuat ruangan itu bertambah penuh.
Di sampingku seorang bapak, sudah tak lagi muda. Seharusnya, di usia itu ia lebih baik menikmati gajinya yang sekarang, menikmati hari-harinya menjadi seorang kakek dari seorang cucu tanpa harus pusing dengan pangkat atau golongan. Tapi, uang adalah cucu yang sebenarnya. Kenaikan gaji satu juta adalah segalanya. Kenaikan satu huruf golongan adalah segalanya.
Langganan:
Postingan (Atom)