<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349</id><updated>2012-01-04T18:37:52.245+02:00</updated><category term='ALL ABOUT EGYPT'/><category term='Tamu SpeSiaL'/><category term='BeHind ThE SToRy'/><category term='true story'/><category term='Flash Fiction'/><category term='Obat Hati'/><category term='catatan seorang mahasiswi'/><category term='cerpen'/><title type='text'>The River Of My Stories</title><subtitle type='html'>meluapkan isi hati, mengalirkan cerita hingga ke muara hatimu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-9122963605882178427</id><published>2011-09-09T15:29:00.001+02:00</published><updated>2011-09-09T15:30:32.251+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan seorang mahasiswi'/><title type='text'>Cat Emas (catatan seorang mahasiswi) Episode 2</title><content type='html'>&lt;b&gt;Beruntunglah, jika Tuhan masih membiarkanmu memilih.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini ada beberapa tipe keberuntungan hidup. Ada orang yang diberikan kesempatan, dimana ia memang mengharap kesempatan itu datang. Ada pula yang senantiasa dipenuhi harapan-harapan, meski kesempatan itu tak jua datang. Tapi, setidaknya ia beruntung karena di jiwanya masih ada optimisme dan itu membuatnya terus hidup. Dan ada pula yang sama sekali tak diberi kesempatan, pun tak memiliki harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat teman2ku berpusing ria mengejar beasiswa, mencoba di sini krn tak lulus di sana, ataupun sebaliknya. Aku malah pusing memilih beasiswa mana yang akan aku ambil. Awalnya aku ikut tes jalur DIKTI (di bawah Diknas) utk beasiswa di UGM. Dan sebagai ban serep jika itu tak lulus, aku juga ikut seleksi beasiswa DIKTIS (di bawah Depag) di UIN Alauddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doaku saat penantian: "Tuhan, jika Kau ridhai aku di UGM, jgn luluskan aku di UIN. Sebaliknya, jika UIN adalah yang terbaik, jgn luluskan aku di UGM."&lt;br /&gt;Haha, doa yang terkesan diktator sekali.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi lagi-lagi Tuhan memberiku pilihan-pilihan. Ia mungkin mengajariku utk dewasa dalam mengambil keputusan yg berasal dr hasil pertimbganku sendiri. Dan aku harus memilih, mengambil UGM atau UIN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumulai dari org2 terdekat, menyimak baik2 saran2 mereka. Dan seminggu sebelum pendaftaran ulang UIN, aku jg belum memegang satu kunci. i'm stuck. i'm confused. Seakan2 aku harus memilih antara idealisme atau realitas. Andai aku seorg hakim ketua, inilah kasus yang paling lama dipersidangkan. Aku belum jua ketok palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, aku juga pnh lulus di UGM waktu apply S1. Dari sekolahku, cuma aku yg lulus kala itu. tapi aku lbh memilih beasiswa Mesir. Dan kupandangi nama2 dosen yang kukagumi hingga sumsum tulang: Prof. Amani Lubis, Prof. Dien Syamsuddin, Prof. Alwi Shihab dan juga surat rekomendasi dari Prof. Sangidu yang sejak awal mendukungku lanjut s2 di UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekolah di manapun sama aja, Dik, semuanya kan tergantung kerja keras kamu." Nasehat suamiku yg membuatku menebak2, sebenarnya apa yg dia inginkan. Long distance lagi demi studi atau di UIN aja, lebih dekat di hati, dekat pula di mata haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bayangan sekolah kehidupan (yg sdh baca MA 100 JT, pasti udah tahu) membuatku tidak tega pergi. I've already made a good start, so why i have to leave it? Dan bayangan Bapak yang sudah berusia nabi mengukuhkan pilihanku. Dan anak-anakku. Bisa2 mereka jd korban cultural shock, Mesir-Sulawesi-lalu Jogja? Dan suamiku tersayang yang selalu membuatku rindu. Sudah dua kali kami berpisah-jarak, dan selalu memakan korban jiwa (baca: aku haha). 5 hari di Australia yg buatku insomnia, dan 3 bulan menanti kepulangan suami dari Mesir yg buatku stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun pilihanmu, minumnya tetap teh botol sosro kwkw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sinilah aku sekarang. Di sebuah kampus bernama Universitas Islam Negeri Sultan Alauddin, Program Hukum Islam, Magister. Insya Allah inilah yang terbaik dari yg terbaik. Makasih semuanya teman2, setitik supportmu, sepenggal doamu, sungguh sangat berarti :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-9122963605882178427?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/9122963605882178427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=9122963605882178427' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/9122963605882178427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/9122963605882178427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2011/09/cat-emas-catatan-seorang-mahasiswi_09.html' title='Cat Emas (catatan seorang mahasiswi) Episode 2'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-287336940511481293</id><published>2011-09-08T15:17:00.000+02:00</published><updated>2011-09-08T15:17:45.468+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan seorang mahasiswi'/><title type='text'>Cat Emas (catatan seorang mahasiswi) Episode 1</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;b&gt;Adakah semua kejayaan keilmuan di masa lampau bisa terulang?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Daripada menunggu waktu berputar ke belakang, yang kulakukan sekarang adalah terus berjalan ke masa depan. hari ini atau esok adalah penentu. Langkah-langkah kecil ini adalah penentu untuk langkah-langkah besar di suatu hari nanti.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Hari ini adalah hari pertamaku masuk kampus. Semua mahasiswa baru maupun lama bersesak-padat di auditorium kampus pasca uin lantai 2. Tak ada AC, pun angin sepoi-sepoi. Jam delapan di jadwal, jadi jam sepuluh lewat di luar jadwal. Gerah, jenuh, kesal, dan aneka keluh-kesah membuat ruangan itu bertambah penuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Di sampingku seorang bapak, sudah tak lagi muda. Seharusnya, di usia itu ia lebih baik menikmati gajinya yang sekarang, menikmati hari-harinya menjadi seorang kakek dari seorang cucu tanpa harus pusing dengan pangkat atau golongan. Tapi, uang adalah cucu yang sebenarnya. Kenaikan gaji satu juta adalah segalanya. Kenaikan satu huruf golongan adalah segalanya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dan alangkah terkejutnya diriku melihat cermin diri yang dipantulkannya. Ia tak membawa buku, dan ia meminta selembar kertas kepadaku. Tulisan arabnya juga parah sekali. Sudah jelek, ejaannya pun tak karuan. &amp;nbsp;Padahal ia mahasiswa doktoral, kampus islam pula.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Seorang bapak-bapak berkumis lebat bangkit berdiri, bolak-balik depan ke belakang dengan gelisah. Ia bersungut-sungut. “Ini benar-benar boros waktu. Seharusnya seorang professor maju saja ke depan, mengisi kekosongan.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Mungkin bapak itu benar. tapi, mungkin juga tidak. Boros waktu? Siapa bilang? Lihatlah sekeliling, orang-orang punya topik sendiri. Setiap orang punya cara membunuh waktu.&lt;span&gt;&amp;nbsp; Setiap orang menimati bonus waktu ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ada yang berkenalan, ada yang jadi tukang lawak ala Dono Kasino Indro, ada pula yang sibuk utak-atik fesbuk.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dan di barisan kedua dari depan, tempatku duduk sekarang adalah barisan mayoritas perempuan. Di kampus mereka terlihat begitu muda layaknya mahasiswi single. Padahal di rumah, mereka adalah perempuan-perempuan yang frustasi dengan urusan anak-anak serta rumah tangga. Seperti jamaknya, perempuan bisanya hanya berceloteh tentang untung dan rugi. Mungkin karena kebiasaan jadi pengatur keuangan rumah tangga, lantas kebawa-bawa hingga kemana-mana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Kami menghitung-hitung jumlah beasiswa, menghitung-hitung seberapa untungnya, seberapa banyaknya lembar rupiah. Diantara kami mungkin ada yang membayangkan akan menghabiskan puluhan juta itu untuk membeli baju-baju mahal merek Syahrini, atau hape terbaru untuk sekedar ikut arus tren di kampus pasca (masa' mahasiswa pasca masih hape butut, haha), atau mungkin menabungnya buat bekal sekolah anak-anak nanti.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Konon setoran pertama 13 juta. Setoran kedua 18 juta. Pikiranku melambung, mendadak jadi orang kaya. Mau beli apa saja bisa. Aku mau beli motor, jadi tak perlu capek-capek jalan atau naik bentor ke kampus. Ah, lebih baik sepeda saja, kan lebih sehat dan lagi &lt;i&gt;nge-pop&lt;/i&gt; sekarang. Aku juga mau beli ponsel, kalau perlu i phone 4 G, satu untukku dan satu buat si Baba. Aku rencana mau beli laptop, satu laptop tak cukup lagi buat berdua. Dan ah, sebentar lagi oktober, ultahnya si Baba, aku ingin sekali membelikannya jam tangan bermerek yang &lt;i&gt;water resistant&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Tapi semua itu hanya pikiran sebelah kiriku, sedangkan di sebelah kanan, ada Raqib yang tak henti-henti meng-interupsi. Aku mau kuliah, bukan berfoya-foya. Bukankah aku mau bikin buku indie lagi, tentunya butuh biaya. Bukankah aku juga mau ikut kursus bahasa inggris, pastinya pakai duit. Dan buku-buku untuk mengenyangkan lapar intelektualku, tentu saja. Dan mungkin tahun depan aku bisa saja hamil lagi haha.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dan akhirnya semua pikiranku itu mengendap hingga basi. Sepulang dari kampus, aku pun membuangnya ke tong sampah dengan rasa jijik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-287336940511481293?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/287336940511481293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=287336940511481293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/287336940511481293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/287336940511481293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2011/09/cat-emas-catatan-seorang-mahasiswi.html' title='Cat Emas (catatan seorang mahasiswi) Episode 1'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-8031781130747261202</id><published>2011-07-23T14:13:00.001+02:00</published><updated>2011-07-23T14:22:20.479+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Kelabu</title><content type='html'>Tuhan, aku punya keinginan, temukan aku dengan takdirku secepatnya!&lt;br /&gt;Begitulah sebaris doa Andini di ujung salatnya. Airmatanya menitik pelan-pelan, jatuh hingga ke permukaan sajadah. Ia tak tahu, apakah hari-hari selanjutnya ia bisa menahan tangis dan berusaha tegar? Entahlah. Namun, seminggu telah berlalu, tapi kelabu itu masih begitu pekatnya. Nyaris menjadi hitam yang kemudian membutakan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang dulu begitu memujanya, mencintainya setulus hati, memperhatikannya setiap hari, bahkan mungkin setiap jam, kini dengan terang-terangan memeluk tubuh gadis lain? Kemana cinta yang diikrarkannya selama bertahun-tahun, segitu cepatkah ia berpaling?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andini benar-benar tak habis pikir. Tak mengerti akan dunia laki-laki. Begitu mudahnya bilang cinta, begitu mudah pula berpindah cinta. Padahal, jika ia ingin mengingat-ingat, betapa beratnya ujian yang dihadapinya dahulu demi mempertahankan cinta mereka berdua. Andini dan Sayuti. Dua nama itu pernah mereka ukir, di sepasang gelang putih perak, kado ultah dari Sayuti untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Andini mengigit bibir. Sebentar-bentar matanya basah, tak kuasa ia menahannya. Saat ia bangun di Subuh hari, dadanya berdetak keras. Ia terkenang Sayuti, biasanya sms darinya datang membangunkannya. Saat ia duduk di meja makan, bersiap untuk sarapan, dadanya selalu sesak. Dulu ia tak terbiasa sarapan, tapi lelaki itulah yang selalu mengingatkannya untuk menjaga kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu usahain sarapan, Dek. Kamu kan banyak kegiatan setiap hari, kamu butuh banyak energi!" Nasehat Sayuti yang tiba-tiba muncul di hadapannya, menyodorkan segelas susu hangat untuk diminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andini akhirnya tak jadi sarapan. Ia beranjak setelah sosok Sayuti menghilang dari imajinasinya. Andini mengambil sweater, meninggalkan kos, mencari udara segar di luar sana yang mungkin bisa sedikit mengurangi iklim negatif dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bunga-bunga di sepanjang jalan, langit berawan, daun pohon yang berguguran, jalanan yang sedikit berdebu, serta bangku kayu di ujung belokan, berubah menjadi sosok Sayuti. Andini berhenti. Tergugu. Terisak. Ia tak akan pernah bisa melupakan cinta pertamanya itu. Ia tak akan pernah bisa tersenyum lagi setelah lelaki itu meninggalkannya. Ia tak akan bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andini!" Teriakan itu mengagetkannya, ia menoleh dan melihat sebuah sedan hitam melaju kencang ke arahnya. Anehnya, ia tak merasa takut mati sama sekali. Andini tak menghindar. Ia pasrah. Bagaimana mungkin aku hidup dengan separuh jiwa? Pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andini!" Sebelah tangannya ditarik seseorang. Tak cukup semenit, ia telah berdiri di atas trotoar dalam dekapan seorang perempuan. Ia mengangkat wajahnya, mendapati wajah lain yang begitu khawatir melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Be strong, Baby! I'm here!" Andini terkesiap mendengar kalimat itu. Ia meringis, tangan kakaknya tercengkram kuat di bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tahu, saat mama meninggal, kamulah yang membuat aku bisa bertahan. Kamu bilang, aku harus kuat! Dan sekarang, kalau kamu ingin mati, sebaiknya kita bunuh diri bersama-sama!" Ucap Amirah, kakaknya menatap lekat-lekat wajahnya. Bibir Andini bergetar, airmatanya tumpah-ruah. Ia menjatuhkan diri ke pelukan perempuan yang membesarkannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafin Dini, Kak. Dini ngga bisa lupain dia, sakit banget rasanya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I know, Baby! Tapi sampe kamu nangis darah sekalipun, dunia tak akan berubah. Ia dan gadis itu akan terus berjalan meninggalkan kamu! Kamu berhak melanjutkan mimpi-mimpi kamu, meskipun tanpa dia. Kamu harus kuat, lebih kuat dari sebelumnya. Karena semua orang berhak untuk berbahagia dengan takdirnya masing-masing..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andini tertegun. Bodohnya ia, kenapa ia harus menangisi laki-laki yang bahkan mungkin tak pernah lagi mengingatnya! Alangkah bodohnya jika ia berlarut-larut dalam mimpi buruk, padahal ia masih begitu muda untuk memulai sebuah kehidupan yang lebih baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kaka janji ya, kaka harus bantu aku. Aku ingin menjadi perempuan yang kuat," ujar Andini setelah tangisnya kering. Di hadapannya, Amirah tersenyum lega. Di belakang sana, sinar matahari perlahan-lahan menyusup masuk ke gumpalan awan. Langit merekah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan cuma aku yang akan bantu kamu. Teman-teman kamu, drama korea favorit kamu, spaghetti bolognaise buatan bibi, cafe depan kampus, fesbuk, Opera van Java, lagu-lagu Maher Zein, matahari, siang, malam, angin, dan semuanya pasti selalu ada buat kamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Andini hampir saja membunuh dirinya sendiri, tapi hari itu pula ia membangunkan dirinya kembali. Selalu ada harapan terang di balik kegelapan, sehingga kelabu itu pun akan menyingkir pelan-pelan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-8031781130747261202?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/8031781130747261202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=8031781130747261202' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/8031781130747261202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/8031781130747261202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2011/07/kelabu.html' title='Kelabu'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-163085809434737060</id><published>2011-06-21T23:14:00.000+02:00</published><updated>2011-06-21T23:14:27.521+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BeHind ThE SToRy'/><title type='text'>Buku Indie Perdanaku: MA 100 JA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QY5p-PHPAjo/TgEHjBmDloI/AAAAAAAAAXQ/2rE4VIsFe3E/s1600/IMG_0148.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-QY5p-PHPAjo/TgEHjBmDloI/AAAAAAAAAXQ/2rE4VIsFe3E/s200/IMG_0148.JPG" width="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Dont Look at Me, Look at The Book&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku indie perdanaku MATA AIR 100 JUTA, kemaren telah sukses dilaunch di acara besar pesantren Mangkoso. dan responnya di luar dugaan. semua buku yg ada di stan habis terjual:) sementara itu msih banyak teman yg udah pesan plus udah bayar, tp blm dapat bukunya. insya Allah, bukunya akan selesai dicetak lagi 10 hari ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku MATA AIR 100 JUTA berisi 20 kisah nyata penuh inspirasi, dgn bahasa yg nggak ribet, penuh spirit khas maya, dan pastinya anda tidak akan menyesal membeli buku ini:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi buku ini terdiri dari 3 PART: part 1 "PERSONALLY ME" berisi ttg hal-hal personal yg unik dari pribadi seorang MAYA. part 2 "ALL ABOUT LOVE" berisi kisah cinta yg pastinya nggak lebay, menyentuh, dan bahkan lucu. part 3 "MIRROR" berisi ttg hasil refleksi penulis dari berbagai kisah nyata org2 di sekitar penulis. Ada kisah seorang wanita tuna rungu yg berprestasi, ada kisah guru yang tuna netra tapi hapal al-qur'an, hingga kisah seorg ibu yang menanti keajaiban utk bisa menimang buah hati setelah pulang dari Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;berikut ini komentar Kak Imazahra, seorang penulis best seller Long Distance Love ttg buku ini: "buku yang KAYA, sarat hikmah, dari berbagai sumber mata air kehidupan karena menceritakan pengalaman seorg perempuan yang bertumbuh di dua negara dengan kultur berbeda..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemesanan bisa dilakukan via sms ke nomer: 081354801084 atau 0853 96132796. tulis nama, alamat lgkap, dan jumlah buku yg dipesan. harga Rp.40.000 dan gratis ongkos kirim seluruh indonesia!&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fbPhotoCaptionText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-163085809434737060?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/163085809434737060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=163085809434737060' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/163085809434737060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/163085809434737060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2011/06/buku-indie-perdanaku-ma-100-ja.html' title='Buku Indie Perdanaku: MA 100 JA'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QY5p-PHPAjo/TgEHjBmDloI/AAAAAAAAAXQ/2rE4VIsFe3E/s72-c/IMG_0148.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-5217875996829466786</id><published>2011-05-15T10:38:00.000+02:00</published><updated>2011-05-15T10:38:05.001+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>Mau Kuliah di Mesir?</title><content type='html'>Bagi teman-teman yg pengen kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, seleksi beasiswanya udah dibuka loh! Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini seleksi tidak lagi diadakan di tiap UIN di seluruh Indonesia. Akan tetapi, seleksi akan dipusatkan di Kedubes Republik Mesir di jalan Teuku Umar no.68 Jakarta Pusat. Seleksi akan diadakan mulai tanggal 16 hingga 23 mei 2011. Ujian terdiri dari tes hapalan Qur'an, bahasa Arab, dan wawasan keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Maya, pemusatan seleksi di kedubes sebenarnya sangat memberatkan teman2 yang berdomisili di daerah. Namun, di sisi lain, pemusatan ini juga menguntungkan karena artinya hanya ada satu kali tes seleksi. Kalo dulu, Maya harus ikut tes tertulis di UIN, kalo lolos baru boleh &amp;nbsp;ikut seleksi berupa tes lisan di kedubes. Nah, biasanya seleksi di kedubes tidak ribet. Kita akan dipanggil masuk, berhadapan dengan seorang penguji WN Mesir. Kalo semua pertanyaan lisan terjawab dgn baik, maka penguji langsung memberitahu kalo kita lulus. Malah pernah ada teman May yg hapal 30 juz, langsung dibebaskan dari tes dan diberi hadiah al-qur'an sama syekh pengujinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lolos seleksi, kita akan dikarantina di Jakarta untuk dibekali persiapan sebelum kuliah di Mesir. Dulu, Maya karantinanya nggak sampe sebulan, tapi seru banget karena bisa ketemu mentor2 berkualitas. Salah satunya, Prof. DR. Amani Lubis.MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi di Mesir memiliki banyak keuntungan. Pertama: kalo kita nggak lewat jalur beasiswa sekalipun, di sana banyak lembaga beasiswa utk mahasiswa asing. Setelah lulus tahun pertama, kita bisa apply di lembaga yg manapun kita mau. Kedua: bagi yg benar2 ingin mendalami ilmu agama, Mesir adalah pusatnya. Selain kuliah, kita juga bisa ikut pengajian gratis, menghapal qur'an, dan aktivitas keislaman lainnya yang bisa didapati dimana2. Ketiga: dibanding negara2 Timur tengah lain, biaya hidup di Mesir masih terbilang murah. Apartemen misalnya yg terdiri dari 3 kamar, satu dapur, toilet, dan ruangtamu masih bisa dijangkau dengan harga sewa sejuta perbulan. Satu juta itu bisa urungan sama teman2 seapartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lain, komunitas WNI di Mesir sangatlah beragam sehingga kita nggak bakal ngerasa kesepian di sana hehe. Bahkan nyaris tiap provinsi punya asrama untuk mahasiswa seperti Sulawesi, Medan, Jakarta, Jatim, dst. Kalo kangen masakan Indonesia, di sana banyak sekali resto2 atau warung yang digawangi oleh mahasiswa indonesia juga. Mau makan empek2 misalnya, lgsung aja pilih resto yang ada! Tambahan lagi, di Mesir sangat banyak tempat wisata kelas dunia yg antik dan penuh sejarah. Jadi, kalo pas musim liburan, sgt byk tawaran tur bareng teman2 :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi teman2 yang udah lolos seleksi beasiswa, tentuna benefit yang didapatin lebih banyak. Salah satunya, kita nggak perlu bingung nyari apartemen karena di sana disediakan asrama internasional yang bakal menjamin hidup kita selama studi di sana. Selain fasilitas tempat, asrama internasional atau yg dikenal dgn nama &lt;i&gt;buus islamiyah &lt;/i&gt;juga akan memberikan uang saku bulanan dan makan 3 kali sehari. Serunya tinggal di asrama internasional, kita bisa berinteraksi dengan teman2 dari manca negara. Dulu, Maya punya tetangga kamar org Cina, Thailand, dan Afrika :) Kompleks asrama kalo digabungan nyaris satu kelurahan saking luasnya. Di dalamnya ada puluhan apartemen, mesjid, tempat makan, gym, lab komputer, laundry, dan fasilitas lainnya. Kpn2 maya bahas khusus lgkp dgn fotonya ya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, teman2 yang kesulitan mencari apartemen juga nggak usah khawatir karena di sana ada beberapa asrama terbuka untuk menampung mahasiswa asing seperti asrama &lt;i&gt;jam'iyyah syar'iyyah,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;asrama &lt;i&gt;Tahrir, &lt;/i&gt;dan lain-lain. Selain gratis, tinggal di asrama akan membuat kita lebih disiplin karena peraturannya biasanya lbh ketat drpd apartemen biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mengenai info lbh lgkap ttg seleksi beasiswa tahun ini, kontak saja kedubes setiap jam kerja di (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-size: 19px;"&gt;021) 31931141.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-size: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-size: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-5217875996829466786?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/5217875996829466786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=5217875996829466786' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/5217875996829466786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/5217875996829466786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2011/05/mau-kuliah-di-mesir.html' title='Mau Kuliah di Mesir?'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-4875781133138056676</id><published>2011-04-24T15:05:00.000+02:00</published><updated>2011-04-24T15:05:20.762+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Adikku Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;ia pun menangis oleh alasan yang tak ia mengerti (Andrea Hirata, Padang Bulan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Satu-satunya alasan yang tak mudah dimengerti manusia adalah cinta. Anehnya, cinta sanggup menusuk-nusuk retina, membuat airmata mengalir bak air bah, lalu menangis tanpa manusia tahu kenapa. Ia bisa saja membuat manusia tersenyum, terbahak-bahak, oleh geli dan bahagia yang tak ketahui sebabnya. Anehnya, saat ia sekuat mungkin dipungkiri, sejauh mungkin dihempaskan saat terbentur logika, ia tak akan pergi begitu saja. Selalu ada jejak yang tak terhapus, pelan tapi pasti ia pun mengabadi disana.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seperti saat itu…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kak, aku bertemu seorang perempuan yang penuh pesona,” pekik adikku di saat usianya menginjak masa transisi menuju abege. Aku menatap matanya saat itu, membaca sikapnya yang baru. Oh, ia benar-benar telah jatuh cinta!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aku penasaran, siapakah gadis yang membuatnya begitu? Adakah ia memiliki sorot mata yang cemerlang, secemerlang akal dan hatinya?&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Sini Kak, biar Kaka liat orangnya.” Aku beranjak mengikuti langkahnya. Ia kemudian duduk, menggerakkan mouse, lalu layar komputer pun menampilkan kotak-kotak. Ada delapan kotak, setiap kotak diisi oleh raut wajah yang sama, dengan posisi yang berbeda-beda. Ya ampun, bukan hanya wallpaper, tapi juga screen saver komputer adikku penuh dengan potret si gadis! Menakjubkan!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Hmm, ia pasti anak yang cerdas,” nilaiku setelah menangkap sorot mata gadis tersebut. Adikku melonjak, “Iya Kak, ia juara satu waktu lomba cerdas cermat itu. Subhanalah, Kak, suaranya juga merdu banget pas ia tilawah.” Aku tersenyum, menyimak ocehan adikku, menikmati keterkesimaannya pada makhluk paling sempurna di dunia versi dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Adikku itu adalah anak yang cerdas. Dan aku yakin, penilaiannya itu tidak berlebihan. Kecerdasan dari seorang perempuan telah menghipnotisnya, sebagaimana ia sendiri menikmati kecerdasan miliknya. Lalu apakah itu berarti, ia harus mengatakan apa yang dirasakannya pada gadis itu?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Aku takut, Kak. Sudah banyak yang mau sama dia, tapi ia menolak mentah-mentah.” Kulihat wajah adikku berubah kelabu. Di balik perasaanya yang meluap-luap. tersembul ketakutan yang sangat. Aku mengerti, sebab itu adalah pengalaman jatuh cintanya yang pertama. Dan ia pasti menginginkan sejarah tidak mencatat namanya sebagai laki-laki yang patah hati oleh cinta pertama. Meski sebenarnya, penolakan dari seorang perempuan tidak akan berpengaruh pada tinggi-rendahnya harga diri seorang lelaki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kenapa tidak kau telpon saja, cukup bilang kalau kamu suka sama dia. Kalau kamu mengagumi dia,” saranku. Sebenarnya, waktu itu aku ingin sekali mengatakan pada adikku jika aku tak pernah setuju ia pacaran. Aku ingin ia membuang kuat-kuat perasaannya, menghapus foto-foto gadis itu dan memasukkannya bersama-sama ke recycle bin selamanya. Aku ingin ia mengganti wallpaper dan screensaver komputernya dengan gambar ikan-ikan berwarna emas, &amp;nbsp;bukit hijau, ataupun sketsa automotif favoritnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tapi, aku tidak melakukan itu. Aku menyadari satu hal, pendewasaan dalam dirinya akan tumbuh dengan baik jika dimulai dari kemauannya sendiri. Bukan atas tekanan dariku, ataupun dari siapa-siapa. Aku ingin ia menikmati pengalaman hidupnya, mencicipi setiap momen terindah atau terpahit agar ia belajar dari sana kelak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kemudian di suatu siang ia benar-benar menelpon gadis itu, meski gadis itu mungkin saja tak mengenalnya. “Aaaa…kku…sssukkaaa kkaammuuu. Akkkuuuu ttunggu jawwwabannya!” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hanya itu, tapi nafasnya memburu. Ia menutup telpon itu dengan cepat, lalu berlari seperti ada tsunami. Ia menyimpan ponselku, lalu berlari ke mesjid untuk menyembunyikan rasa tak karuan miliknya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saat ia datang kembali, jawaban gadis itu sudah berada di pikiranku. Aku membaca smsnya, mempelajari kalimatnya, menerjemahkan perasaannya, lalu selanjutnya adalah…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Sabar ya Dik, ia menolakmu,” kataku memperlihatkan sms sepanjang dua layar itu. Kemudian ia tertawa lalu terdiam lalu tertawa kembali. “Kak, katanya, ia lebih mencintai Allah dan RasulNya.” Aku lantas tertawa, padahal aku sudah membacanya. Kuraih kepala adikku, mengacak-acak rambutnya lalu berkata, “ia ternyata tak secerdas yang kukira. Sudahlah, ia pasti menyesal kalau tahu kamu adalah anak yang paling diinginkan wanita manapun di dunia!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tapi tak semudah itu. Di suatu malam ia melompat dari bis tur, berlari ke asrama gadis itu, meski ia tak akan pernah melihatnya lagi. Saat dirinya beranjak dewasa, ia tak menyadari, bahwa cinta kanak-kanaknya itu kini telah menjadi bagian dari masa lalu. Dan yang lalu…biarlah sampai disitu. Bukan begitu, Dik?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-4875781133138056676?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/4875781133138056676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=4875781133138056676' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4875781133138056676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4875781133138056676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2011/04/adikku-jatuh-cinta.html' title='Adikku Jatuh Cinta'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-9110631501953723834</id><published>2011-04-03T04:51:00.000+02:00</published><updated>2011-04-03T04:51:46.527+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BeHind ThE SToRy'/><title type='text'>Jauh dari dunia maya</title><content type='html'>kalo blog ini dianalogikan sebagai rumah, pasti udah berdebu, udah penuh sarang spider. mungkin bahkan spidernya udah sempat ada yg berevolusi jadi spiderwoman hahahah. hmm, apa yg mesti kukatakan pertama-tama? rasa gak enak, rasa kangen, rasa es campur dan rasa lainnya bersatu-padu yang membuat maya bingung mau bilang apa ke teman-teman blogger selama maya gak menyentuh dunia blogging ini. Jangankan blog, facebook aja jarang kesentuh pasca jatuhnya rezim mubarak dan kedatangan maya di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin pertama karena koneksi internet sgtlah jauh berbeda dibanding pas maya di mesir. kalo di mesir, koneksi mah wuzz wuzz, tapi di indo...ahhhh...was was kali yee saking ngadatnya. dan puncaknya pas modem maya dirusakin sama sikembar, hahah, habis deh, mana modem itu cap pinjam lagi :(&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua, mungkin karena kesibukan maya udah berbeda. hampir tiap hari maya ngajar di madrasah aliyah, ditambah harus ngasih kuliah ke mahasiswa di STAI, dan ditambah urusan rumah tangga lainnya. jadi, refreshingnya lbh bnyk lari ke tidur ato nonton heheh, bukan malah browsing kyk dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trustrang, maya terharu ama teman2 yang msh nyempatin ketuk pintu di rumah dunia maya ini meski maya ga bisa balas kunjungan. bahkan ada yg sampe sms en nanya2 kok maya ga pnh muncul lagi. jadi, mohon maaf aja, mungkin klo maya keterima jd mahasiswa pasca, internetannya bisa kembali seperti dulu lagi. doain lulus yaa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pamit ya fren. i miss u too.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-9110631501953723834?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/9110631501953723834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=9110631501953723834' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/9110631501953723834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/9110631501953723834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2011/04/jauh-dari-dunia-maya.html' title='Jauh dari dunia maya'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-6382103994480577140</id><published>2010-11-30T16:30:00.001+02:00</published><updated>2010-11-30T16:39:41.225+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>Mesir, aku kangen kamu!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hiks, rasanya pengen nangis kalo terkenang negeri seribu menara. empat tahun guys, bayangkan gimana mendarah dagingnya mesir pada diri maya! dan empat tahun itu setidaknya memberikan sedikit-banyak kontribusi buat maya selama skul disana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;i'm already here, indonesia tercinta tanah air beta hehe. tiba-tiba semuanya terasa asinG dan asiN, termasuk ikan yang kumakan (haha, emang di mesir kagak ada ikan asin?!)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dulu, pas di mesir, sering bgt ngerasa kesal ama org mesir yang grggrgrggr...karakternya fir'aun bgt. sotoy, narsis tingkat tinggi, banyak basa-basi, suka janji muluk-muluk, gak pandang istilah antri, de el el. Tapi, ternyata, pas nyampe di indo, orang-orangnya juga gak kalah bejatnya hahhah. kreatifnya itulohhh, minta ampun, kreatif menipu, kreatif merampok rekening orang, kreatif mencuri uang negara, dan tentu saja kreatif mengolah makanan menjadi wisata kuliner terdahsyat di dunia :P&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kemarin, pas di mesir, kangen banget ama yg namanya HUJAN. empat tahun di kairo gak pernah menikmati hujan kecuali tiga ato empat kali. Nah, pas sampe disini, malah hujannya kagak mau berhenti, bikin hujan airmata dimana-mana haha. Untungnya, rumah maya gak kemasukan banjir, cuma banjir ikan bandeng ajahh :D&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hmm, kayaknya, tambah lama, cerita ini makin gak jelas dan mungkin ini adalah posting pertama maya yang TIDAK DIRENCANAKAN alias TIDAK SISTEMATIS hehe. so, mohon maaf ya blogger fren. Luv uuuuu^_^ &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-6382103994480577140?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/6382103994480577140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=6382103994480577140' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6382103994480577140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6382103994480577140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/11/mesir-aku-kangen-kamu.html' title='Mesir, aku kangen kamu!'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-3468375168578396920</id><published>2010-10-08T19:43:00.002+02:00</published><updated>2010-10-12T23:11:47.651+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Hati'/><title type='text'>Rapuh</title><content type='html'>Akhir-akhir, inbox efbi maya mendadak berubah menjadi ruang konsultasi. Mulai dari konsul cinta, pernikahan, sampe perawatan anak hahah. Dari sononya Maya emang suka bgt dijadiin tempat curhat, dijadiin tempat penampungan emosi, kecuali penampungan sampah kwkwk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...&lt;br /&gt;suatu hari, inboxku kembali terisi. Kali ini seorang pria, pdhl jarang loh ada pria mau curhat! tak tanggung2 pula, ia curhat masalah cintanya:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"May, aku cinta bgt ama cewek itu meski aku tau ia udah ada yg punya! Pokoknya, aku udah cinta bgt. Kalo aku gak bisa nikah ama dia, aku gak bakalan nikah seumur hidup!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, maya aja sampe sesak nafas bacanya. Sampe segitunya...padahal umurnya msh tergolong bocah ingusan, anak kuliahan yg belum bisa apa-apa. Maya sampe berpikir lama, agar ia gak kecewa dgn jawabanku nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Maya bilang:&lt;br /&gt;"Aduh, kamu gak boleh gitu dunk. Itu namanya bukan cinta lagi, tapi udah penyakit yang bisa membunuh kamu dan org lain di sekeliling kamu. Kamu jgn cuman mikirin perasaan kamu sendiri, jgn egois dunk! coba deh, bayangkan perasaan cewek itu, cewek itu kan juga sedang mencintai seseorg meski bukan kamu? Kamu kan masih muda, terlalu dini kalo kamu sampe sefrustasi begitu hanya gara-gara ia bukan jodoh kamu ato bukan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sih, Maya pengen bgt bilang ke dia, kalo ia adalah tipe pria yang gak bisa diandalkan nantinya. Bagaimana mungkin ia akan menjadi seorg suami yg menguatkan istrinya, ato seorg bapak yang berwibawa dan tegas terhadap anak-anaknya kelak, kalo ia sendiri gak kuat memenej perasaannya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kenapa gak ia persiapkan diri sejak dini, kuliah serius, belajar dewasa de el el, &amp;nbsp;agar bisa jadi calon pria idaman di masa depan? Kali aja, cewek itu akhirnya mau melirik dan membuka matanya lalu tak mustahil hatinya. Jodoh itu rahasia, tapi, jalan menuju kesana bukanlah sebuah kebetulan belaka:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan sampe tak berkutik di hadapan cinta ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-3468375168578396920?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/3468375168578396920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=3468375168578396920' title='47 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3468375168578396920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3468375168578396920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/10/rapuh.html' title='Rapuh'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>47</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-7243305642715754254</id><published>2010-09-04T12:31:00.004+02:00</published><updated>2010-09-05T03:37:54.107+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flash Fiction'/><title type='text'>FF: Menunggu Umar</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #6c6c6c; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;eman-teman blogger apa kabar?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pernah dengar tentang &lt;b&gt;flash fiction &lt;/b&gt;gak? Akhir-akhir ini, flash fiction lagi marak-maraknya diperlombakan di dunia cyber, termasuk di fesbuk dan di multiply. Flash fiction sendiri berbeda dengan cerpen karena hanya terdiri dari 100-200an kata. Salah satu alasan kenpa &lt;b&gt;FF&lt;/b&gt; lagi nge-tren, mungkin krn pembaca virtual lbh suka cerita ato posting yang gak panjang-panjang amat, biar mata juga awet gt heueheue. Nah, akhirnya, Maya juga berusaha mencoba bikin FF. Cekidotkom ya:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Mata sayu Salim menatap kakaknya, ada sedikit pendar harapan dalam hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Benarkah Khalifah Umar akan datang, Kak?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Ya, tiap malam Khalifah Umar berkeliling mencari orang-orang kelaparan seperti kita. Kita berdoa saja, biar malam ini rumah kita dapat giliran.” Amar menelan ludah pahit, menekan rasa ibanya melihat Salim yang tergolek tak berdaya. Ini adalah Ramadan pertama mereka tanpa Abah dan Emak. Gempa telah memporak-porandakan semuanya, termasuk kebahagiaan masa kecil mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Kak, aku lapar sekali. Apa aku masih harus puasa?” Pertanyaan itu semakin membuat luka di hati Amar menganga. Setiap hari, adiknya itu bahkan ikut berpuasa dua kali sehari seperti dirinya. Mereka hanya berbuka air putih di waktu Magrib, lalu setelahnya berpuasa lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Malam ini Khalifah Umar pasti&amp;nbsp;datang! Kita boleh meminta makanan sebanyak-banyaknya!” Amar keluar dari bilik&amp;nbsp;kardus itu, tak kuat lagi melihat tubuh ringkih adiknya. Di luar bilik, tangis Amar pecah. Anak berumur sepuluh tahun itu memeluk lututnya yang gemetaran karena lapar, pikirannya tak menentu, dirinya benar-benar tak tahu harus mendapatkan makanan darimana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Seorang pemuda yang baru saja pulang dari mesjid mengira anak itu seorang pengemis. Selembar uang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;ribuan ditaruhnya di depan kaki anak itu. Amar tertegun, matanya yang mengabur melihat sosok itu sebagai Khalifah Umar. Amar berterima kasih lalu berlari kencang menuju gerobak penjual nasi kucing. Beberapa menit kemudian dia sudah berada di biliknya dengan mata berbinar, menenteng dua bungkus nasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #6c6c6c; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;“Dik, Khalifah Umar benar-benar datang!” Tak ada reaksi. Amar panik, berusaha membangunkan adiknya berulang kali, namun tubuh kaku Salim tetap diam tak bergeming.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-7243305642715754254?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/7243305642715754254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=7243305642715754254' title='31 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7243305642715754254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7243305642715754254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/09/menunggu-umar_04.html' title='FF: Menunggu Umar'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-3396267484165714923</id><published>2010-08-11T14:13:00.006+02:00</published><updated>2010-10-12T23:11:26.379+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>Nuansa Ramadhan di Mesir</title><content type='html'>Seorang teman fesbuk yang juga fans blog saya hehehe (namanya off the record ya), sempat menanyakan gimana nuansa Ramadhan di Negeri Papyrus ini. Kebetulan sekali Maya juga bukan org pelit bwt sharing ALL ABOUT EGYPT , hehe, so, just cekidotkom yaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya di kampung halaman kita tercinta, di Mesir juga ada tradisi membangunkan orang-orang untuk sahur, yaitu dengan memukul sebuah genderang (thublah). Profesi ini konon sudah ada sejak zaman Marwan bin Hakim. Bahkan, sejarah mencatat nama musahhiraty pertama di Mesir yaitu 'Atabah bin Ishaq" (832 H). Mungkin karena pergeseran zaman dan lebih banyak diganti dengan speaker mesjid, pembangun sahur (al-musahhiraty) di Mesir  hanya bisa didapati pada hari pertama sahur Ramadhan  sambil menyanyi lagu khas berikut:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ishaa ya naaim wahhid ad-dayim (Bangunlah wahai yg tidur)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; As-sa'i lissahur khair minannaum (Bersegera tuk sahur lbh baik drpd sekedar tidur)&lt;br /&gt;Dii Layaly samhah wanujuumuha shabbhah (Malam ini adalah ampunanNya, bintang2 bertasbih padaNya)&lt;br /&gt;Ishaa ya naaim wahhid ad-dayim...dst&lt;/i&gt;...&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKMsz1b5AI/AAAAAAAAAS0/ozMCeO73iuw/s1600/40-3-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKMsz1b5AI/AAAAAAAAAS0/ozMCeO73iuw/s320/40-3-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan, mesjid, balkon dan dinding rumah atau apartemen hingga pusat perbelanjaan biasanya dihiasi dengan aneka aksesoris seperti kalung bohlam kecil warna-warni,&amp;nbsp; tirai lebar berwarna merah atau biru dengan motif yang khas, bendera-bendera bertuliskan "marhaban ya Ramadhan" atau asmaul husna, hingga lampu Fanaus terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKNOa62WbI/AAAAAAAAAS8/sJ_pCtAANI8/s1600/jalan2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKNOa62WbI/AAAAAAAAAS8/sJ_pCtAANI8/s200/jalan2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKNZJc1s-I/AAAAAAAAATE/NOa2t6dqb5A/s1600/jalanan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKNZJc1s-I/AAAAAAAAATE/NOa2t6dqb5A/s200/jalanan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKNZJc1s-I/AAAAAAAAATE/NOa2t6dqb5A/s1600/jalanan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;Berdasarkan riset ahli sejarah, FANUS Ramadhan mulai dikenal di zaman Bani Fathimiyah pada tahun 358 H. Saat itu Raja al-Mu'iz li Dinillah memasuki Kairo pada waktu malam Ramadhan, dan masyarakat setempat menyambutnya dengan beramai-ramai membawa lampu penerang (fanous). Ya, waktu itu kan belom ada listrik heheh. Nah, tradisi ini kemudian berkembang hingga sekarang. Lampu fanous tetap ada di setiap bulan ramadhan. Unik ya bentuknya, buat mainan anak2 juga ada loh, kali aja ada yg mau nitip ama Maya pas pulang hahah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKYVNDf_pI/AAAAAAAAAVM/YuyxUfvmNt4/s1600/fanoos2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKYVNDf_pI/AAAAAAAAAVM/YuyxUfvmNt4/s400/fanoos2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKN5BUCjRI/AAAAAAAAATM/1lThGtu50eQ/s1600/fanus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKN5BUCjRI/AAAAAAAAATM/1lThGtu50eQ/s400/fanus.jpg" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPBLjtjdI/AAAAAAAAATU/3ZWG3CAnQXk/s1600/ramadan-lantern.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPBLjtjdI/AAAAAAAAATU/3ZWG3CAnQXk/s400/ramadan-lantern.jpg" width="283" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPBLjtjdI/AAAAAAAAATU/3ZWG3CAnQXk/s1600/ramadan-lantern.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;Nah, yg paling sering buat jantungan juga ada loh! Di Mesir, waktu berbuka biasanya ditandai dengan bunyi dentuman meriam. Biasanya, &amp;nbsp;ada tempat khusus yang ditentukan di setiap dsitrik. Jadi, siap-siap aja dengar bunyi BOM! Heheh. Tradisi ini sebenarnya merupakan warisan dari masa Bani Ikhsyidiyyah (859 H).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPPTEYL9I/AAAAAAAAATc/2jmwRCX0nbA/s1600/boom.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPPTEYL9I/AAAAAAAAATc/2jmwRCX0nbA/s320/boom.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Trus, Ramadhan di Mesir selalu menjadi berkah tersendiri bagi teman-teman mahsiswa yang suka nyari buka gratisan ( tapi bukan mental gratisan loh, frens) hehehe. Buka bareng ini disebut Maidaturrahman (hidangan dr Langit). Menunya pun bervariasi, mulai dr teh dan kurma, nasi kotak isi daging, bahkan ada juga yang bagi-bagi kotak Kentucky grtais hmmm...nyummyyy. Tapi kadang Maya malas, soalnya harus antriii panjang bareng org mesir. Selain buka gratisan, ada juga yang ngasih sembako gratis sampe berkardus-kardus gt, adapula yg tiba2 ngasih segepok uang, dan rezeki berlimpah lainnya. Subhanallah!&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKYvI1TxMI/AAAAAAAAAVU/VLfVF92W7Sc/s1600/img_1005_1_.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKYvI1TxMI/AAAAAAAAAVU/VLfVF92W7Sc/s400/img_1005_1_.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPgAhNYKI/AAAAAAAAATk/_-VBM46okv4/s1600/833.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="249" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPgAhNYKI/AAAAAAAAATk/_-VBM46okv4/s320/833.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPgAhNYKI/AAAAAAAAATk/_-VBM46okv4/s1600/833.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPkzJ9CwI/AAAAAAAAATs/TCZbMJXJMIo/s1600/465736.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPxD1_1wI/AAAAAAAAAT0/Jqz32KEPjKE/s1600/1187509705.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPxD1_1wI/AAAAAAAAAT0/Jqz32KEPjKE/s320/1187509705.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKPxD1_1wI/AAAAAAAAAT0/Jqz32KEPjKE/s1600/1187509705.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;BTW, makanan dan jajanan khas Ramdhan juga ada.&amp;nbsp; Namanya Kunafah dan Quthayif, sejenis penganan buatan yang sangat manis. Lihat aja deh gambarnya, sampe mengkilap-kilap gt, bikinnya pun msh yg tradisional.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQHTi6u6I/AAAAAAAAAT8/mDnqngUYisk/s1600/kunafa1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQHTi6u6I/AAAAAAAAAT8/mDnqngUYisk/s320/kunafa1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQNNlalpI/AAAAAAAAAUE/H-SufhnAuA8/s1600/kunafa2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQNNlalpI/AAAAAAAAAUE/H-SufhnAuA8/s320/kunafa2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQWMWcQ_I/AAAAAAAAAUM/tmP-r4JmhRw/s1600/qatayif.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQWMWcQ_I/AAAAAAAAAUM/tmP-r4JmhRw/s320/qatayif.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQWMWcQ_I/AAAAAAAAAUM/tmP-r4JmhRw/s1600/qatayif.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQa7Xnz-I/AAAAAAAAAUU/r5-Id5gqR8A/s1600/kunafa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQa7Xnz-I/AAAAAAAAAUU/r5-Id5gqR8A/s320/kunafa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQa7Xnz-I/AAAAAAAAAUU/r5-Id5gqR8A/s1600/kunafa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;Selain Kunafah dan Quthayif, rempah-rempah khas pun bisa ditemui di sudut-sudut pasar dan kios-kios seperti foto ini:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQn5oRYGI/AAAAAAAAAUc/gsDm6sfScHE/s1600/penjualkurma.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQn5oRYGI/AAAAAAAAAUc/gsDm6sfScHE/s400/penjualkurma.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQn5oRYGI/AAAAAAAAAUc/gsDm6sfScHE/s1600/penjualkurma.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQueB3_KI/AAAAAAAAAUk/_mJ2vqGgzRg/s1600/penjual2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQueB3_KI/AAAAAAAAAUk/_mJ2vqGgzRg/s400/penjual2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKQueB3_KI/AAAAAAAAAUk/_mJ2vqGgzRg/s1600/penjual2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;Apalagi yaaa, hmmm, oh ya! Shalat Taraweh. Trus apa bedanya shalat taraweh di Mesir ama di Indonesia? Raka'atnya seh sama, 20 ato 8, imamnya ada yg suka bacaan pendek ada pula yg panjaaaaaang sampe kaki kram. Tapi, Maya pengen liatin teman2 salah satu potret shalat taraweh terbanyak jemaahnya sepanjang sejarah di Mesir. Shalat taraweh tersebut terjadi di Alexandria, tepatnya di mesjid al-Qaid Ibrahim, Imamnya bernama Syekh Hatim yang suaranya merdu bgt. Jumlah jemaahnya bisa membludak dua kali lipat pada tgl 27 Ramadhan. Di tahun 2006 misalnya, terhitung sekitar 120.000 orang yang mmenuhi jalan dan gang2 sekitar mesjid.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRYOQKb4I/AAAAAAAAAUs/tyMT6L4jt5M/s1600/1223300232.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRYOQKb4I/AAAAAAAAAUs/tyMT6L4jt5M/s400/1223300232.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRYOQKb4I/AAAAAAAAAUs/tyMT6L4jt5M/s1600/1223300232.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRgxZw3zI/AAAAAAAAAU0/WUmtYe_77j4/s1600/1223299960.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRgxZw3zI/AAAAAAAAAU0/WUmtYe_77j4/s320/1223299960.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRgxZw3zI/AAAAAAAAAU0/WUmtYe_77j4/s1600/1223299960.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRo441VII/AAAAAAAAAU8/8vILdaYIpps/s1600/1223300015.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRo441VII/AAAAAAAAAU8/8vILdaYIpps/s400/1223300015.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKRo441VII/AAAAAAAAAU8/8vILdaYIpps/s1600/1223300015.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;Udah dulu ya, mau siap2 buka puasa neh :) Teman-teman blogger yang muslim, met ramadhan yaa!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-3396267484165714923?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/3396267484165714923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=3396267484165714923' title='31 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3396267484165714923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3396267484165714923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/08/nuansa-ramadhan-di-mesir.html' title='Nuansa Ramadhan di Mesir'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TGKMsz1b5AI/AAAAAAAAAS0/ozMCeO73iuw/s72-c/40-3-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-7909823491301859633</id><published>2010-07-24T12:14:00.006+03:00</published><updated>2010-10-12T23:13:20.275+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tamu SpeSiaL'/><title type='text'>Kopdaran di Melbourne</title><content type='html'>Bayangkan blogger mates! Maya datang all the way dari Mesir ke melbourne cuma mau kopdaran??? Oh God! Tujuh belas jam naik pesawat yg bikin pantat nyaris kempes, sepertinya gak akan terbayar dengan kopdaran. Yup, actually maya kesana krn ada international conference gt, Maya jd delegasi dari mahasiswa di kairo bareng 3 teman yg laennya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, kebetulan bgt, ternyata salah satu fansku, upss...sorry, i mean teman bloggerku lagi studi di sana. Kyaaaaa...mau gak mau dia harus jadi guide Maya di melbourne. Hahah. Trus ceritanya, kita akhirnya janjian bwt ketemuan (kopdar) di hotel, maksudnya di ruang tamunya hotel gt hahah. Unfortunately, terjadi miskomunikasi diantara kita, akhirnya hari itu kita gak bisa ketemu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Trus, kita janjian bwt ketemuan di konferensi aja, biar gampang. Wow, ternyata dia lebih dulu dtg, kalo maya seh agak telat. Nah, kaget juga seh pas maya masuk main hall, ada yg melambai-ria ke saya, belum lagi dia pake senyam-senyum gt. Kwkwkkw...oooo...itu dia ternyata orgnya! &amp;nbsp;Kok lebih chubby dr yang di foto2 sehhh? siapa coba? Yup, silakan identifikasi sdri dari foto2 berikut :P&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqqO_d_9QI/AAAAAAAAAR8/CU3-MZ7n_5I/s1600/maya+cipu1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqqO_d_9QI/AAAAAAAAAR8/CU3-MZ7n_5I/s320/maya+cipu1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqqVxzZ0VI/AAAAAAAAASE/ANUqL4vDKVw/s1600/maya+cipu2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqqVxzZ0VI/AAAAAAAAASE/ANUqL4vDKVw/s320/maya+cipu2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Trus abis konferensi kita jalan-jalan dehh keliling Melbourne:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ke tepi Yarra River:)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqrlDDRfwI/AAAAAAAAASM/-bSE8eiz3rg/s1600/mayacipu4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqrlDDRfwI/AAAAAAAAASM/-bSE8eiz3rg/s320/mayacipu4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqu3oMHT2I/AAAAAAAAASs/9LpyeA_dhs0/s1600/maya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqu3oMHT2I/AAAAAAAAASs/9LpyeA_dhs0/s320/maya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Abis itu naik tram gratisan ke Dockland:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqrzd5kQ9I/AAAAAAAAASU/OrdEJ_uljgo/s1600/mayacipu5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqrzd5kQ9I/AAAAAAAAASU/OrdEJ_uljgo/s320/mayacipu5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqr7UQHeoI/AAAAAAAAASc/X7Rj8glcPxw/s1600/mayacipu6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqr7UQHeoI/AAAAAAAAASc/X7Rj8glcPxw/s320/mayacipu6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Trus isi bahan bakar perut di salah Indonesian Made restaurant^^&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqsRUiwuBI/AAAAAAAAASk/1BRNASlj7ck/s1600/maya+cipu3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqsRUiwuBI/AAAAAAAAASk/1BRNASlj7ck/s320/maya+cipu3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Abis itu dibawa jalan2 ke tempat kuliahan dia di melbourne University, trus shopping di swanston Street, abis itu dikasi tau cara naik bis ke bandara di Southern Cross Station. And...say goodbye dehhh. I will wait you in Cairo, Cipu^-^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-7909823491301859633?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/7909823491301859633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=7909823491301859633' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7909823491301859633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7909823491301859633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/07/kopdaran-di-melbourne.html' title='Kopdaran di Melbourne'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TEqqO_d_9QI/AAAAAAAAAR8/CU3-MZ7n_5I/s72-c/maya+cipu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-873206581107353993</id><published>2010-07-11T13:01:00.003+03:00</published><updated>2010-10-12T23:10:43.128+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Hati'/><title type='text'>Bukan Masalah Siapa Yang Paling Terang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TDmUrXkShhI/AAAAAAAAAR0/L7X1VT2i860/s1600/star.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TDmUrXkShhI/AAAAAAAAAR0/L7X1VT2i860/s200/star.jpg" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;twinkle twinkle little star&lt;br /&gt;how i wonder what you are&lt;br /&gt;up above the world so high&lt;br /&gt;like a diamond in the sky&lt;br /&gt;twinkle twinkle little star&lt;br /&gt;how i wonder what you are&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan masalah siapa yang paling terang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah tak kau lihat bintang itu? Dia terlihat sangat-sangat kecil, bahkan nyaris tak terlihat. Tapi ia memiliki sinar yang asli, tak dibuat-buat. Berbeda dengan rembulan itu, tampak begitu besar, begitu benderang, padahal sinarnya imitasi, cahaya pinjaman semata yang ia punyai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan masalah siapa yang paling benderang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, siapa yang benar-benar memancarkan terangnya sendiri, maka ia adalah sebenar-benarnya "bintang"!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Renungan saya tentang bulan dan bintang kali ini, membuat saya terperangah. Ah, betapa saya hampir lupa, betapa saya hampir terjerembab ke dalam paradigma-paradigma "bulan". Melihat sekejap, melihat dari jauh membuatnya indah, tapi siapa sangka ia penuh lubang sana-sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian saya berpikir lagi, dan menyingkap rahasia dibalik percontohan semesta. Kenapa bintang itu harus terlihat begitu kecil padahal cahayanya bukan imitasi? Dan kenapa selalu rembulan terlihat begitu besar, begitu benderang?Dan anehnya lagi, kenapa Sang Mega Bintang (matahari) rela tak terlihat di waktu malam dan begitu setia memberi cahaya untuk rembulan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, mungkin jawabannya adalah, karena bintang itu rendah hati. Semakin tinggi ia malah semakin tak terlihat, jauh dari pandangan takjub manusia manusia. Dan rembulan, ia masih selalu jadi perhatian, bahkan hingga ia nampak sepotong atau sabit. Lalu terakhir saya berkaca pada diri setelah semesta ini, apakah saya telah memantulkan cahaya diri sendiri? Dan apakah saya sanggup setia dan rela,&amp;nbsp; jika seseorang mengambil cahaya saya lalu memantulkannya ke orang-orang? Wah, nampaknya saya masih harus berusaha banyak :)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-873206581107353993?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/873206581107353993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=873206581107353993' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/873206581107353993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/873206581107353993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/07/bukan-masalah-siapa-yang-paling-terang.html' title='Bukan Masalah Siapa Yang Paling Terang'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TDmUrXkShhI/AAAAAAAAAR0/L7X1VT2i860/s72-c/star.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-6353973513978266932</id><published>2010-06-29T11:45:00.001+03:00</published><updated>2010-10-12T23:12:29.507+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BeHind ThE SToRy'/><title type='text'>Buka cabang di Multiply</title><content type='html'>Apa kabar teman-teman bloggerku sayang, yg care en smart? Hehehe,..sudahkah kalian tersenyum hari ini? Kalo Maya dari tadi senyum-senyum sendiri. Lho? Iya, gara-gara blog maya skrg punya cabang baru di Multiply! Wah, ada apa gerangan, kok tiba-tiba beralih ke MP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Karena semua penulis favorit Maya punya MP. Tau sendiri kan, kalo gak punya MP, kita gak bakalan bisa komen di MP punya org.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Karena seorg penulis hebat meminta saya bikin MP :" May, di MP byk penerbit, byk penulis hebat, kamu akan berkembang disana!"&lt;br /&gt;Ketiga: Karena saya sudah coba semua blog, mulai dari BP, WP, BlogFS, jadi gampang sj saya import tulisan ke MP. Gak perlu repot2 kopi-susu eh copy-paste maksudnyaaa. Hihih...gt aja kok repot! &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Keempat: Saya ingin punyak byk teman, byk rekan, yg seide dan seruh dgn saya. Di Mp, lebih kerasa pertemanannya, coz kita bisa chat, kirim personal message, en liat2 foto2 pribadi si empunya blog! &lt;br /&gt;Dan terakhir: Di MP, Maya juga bisa posting tanpa capek2 posting ulang di blogspot, soalnya bisa lgsung di forward ke blog lain di luar MP yg kita maui.  &lt;br /&gt;Nah, simple kan! Jadi, teman2 blogger yg punya MP, silakan add Mp Maya di: aliasyadimayyadah.multiply.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-6353973513978266932?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/6353973513978266932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=6353973513978266932' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6353973513978266932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6353973513978266932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/06/buka-cabang-di-multiply.html' title='Buka cabang di Multiply'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-1679753715146417117</id><published>2010-06-16T23:42:00.001+03:00</published><updated>2010-09-04T12:16:05.789+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Istri Atau Bola</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TBk2gxgVJOI/AAAAAAAAARk/nnvslJEzgsg/s1600/sepak-bola-vs-ballet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TBk2gxgVJOI/AAAAAAAAARk/nnvslJEzgsg/s200/sepak-bola-vs-ballet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marni tak pernah bertanya, bahkan setelah dia menikahi Marto, siapakah cinta pertama lelaki itu. Padahal sebelum menikah, Marto dengan lugas mengatakan padanya: "Aku berharap, dengan menikahimu aku bisa melupakan cinta pertamaku." Mungkin karena Marni tipe perempuan yang cuek, malas bertanya ini itu, atau mungkin Marni telah seratus persen optimis bahwa lautan cintanya akan mampu meruntuhkan tembok cinta pertama suaminya itu kelak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka pun menikah di awal Januari, dan Marni resmi berbadan dua di penghujung April. Hari demi hari berlalu, Marni pun yakin bahwa dirinya berhasil memenangkan pertandingan itu. Marni Vs First Love Suaminya,  skor 10-0 dengan wasitnya Marni sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, kewajaran itu perlahan berubah ketika genderang bulan Juni tiba, saat gemuruh piala dunia menggema dimana-mana. Suaminya mendadak menjadi anak televisi dan tak ada lagi waktu seperti biasa. Jika dulu suaminya masih mau bersentuhan dengan dapur, merapikan ruang tamu, atau bercengkrama setelah makan malam, tapi sekarang semuanya sirna. Awalnya Marni biasa saja, bahkan berusaha mengimbangi suaminya dengan duduk di dekatnya, menonton televisi sama-sama meski sebenarnya pinggang Marni tak kuat duduk berlama-lama. Kehamilannya semakin membuatnya mudah letih.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Tapi kesabaran itu telah mencapai titik minimumnya, dari kesal kemudian jengkel kemudian dongkol setengah mati. Suaminya semakin mesra dengan si kotak segi empat. Akhirnya emosi Marni meledak juga, tahulah ia bahwa suaminya kini telah terkena virus CLBK. Ya, cinta lama suaminya bersemi kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi ini cinta pertama Mas yang katanya susah dilupain itu?!" Marni berkacak pinggang di samping suaminya, bersungut-sungut, apalagi dilihatnya kue basah buatannya sama sekali tak tersentuh oleh suaminya. "Aku juga suka bola, Mas, tapi gara-gara Zidane udah gak maen, jadi piala dunia kali ini males ngikutinnya. Aku juga suka bola, Mas, tapi gak sampe lupa kamu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, iya..." sahut suaminya tanpa memandang muka Marni yang sudah berkerut-kerut. Marni menghela nafas, membuang emosi, lalu duduk di samping suaminya. Tapi tiba-tiba...suaminya mengangkat tangan plus kaki ke udara lalu memeluknya hingga perutnya terjepit. "Gooooolllll, hahaha, liat tuh, Sayang, Argentina menang!" &lt;br /&gt;Marni bukan tak senang mendapat pelukan itu, tapi kali ini dia merasa suaminya memeluknya gara-gara terlalu sayang. Terlalu sayang dengan cinta pertamanya sampai lupa kalau istrinya sedang hamil. Sampai lupa kalau di dalam perutnya itu ada "sesuatu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas! Sebenarnya di hati Mas cuma ada Marni atau bola, sehhh?" Marni bangkit geregetan, emosinya kembali mendidih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma ada Argentina, Sayang!" Sahut suaminya enteng. Marni melengos kesal lalu pergi mencari pelampiasan.  Di dapur dilihatnya piring-piring kotor berserakan. Tak lama, prang prang gubrak gubrak prang! Marni mencuci piring seperti bermain pingpong. Di ruang tamu, Marto masih asyik menunggu hingga akhir pertandingan tiba. Lelaki itu tak tahu bahwa istrinya sedang berdoa agar cinta pertamanya kalah di malam berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan doa ibu hamil memang mustajab. Argentina pun kalah lalu kalah lalu kalah. Walhasil, tiket semi final pun gagal diraih tim Tango itu. Marni girang bukan kepalang, berharap suaminya akan kembali ke pangkuannya seperti bulan-bulan sebelumnya. Namun, meski Argentina kalah, selama musim piala dunia belum berakhir suaminya akan terus setia dengan kebiasaan barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, sebenarnya cinta pertama Mas, Argentina atau bukan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar, Sayang, Mas cuma pengen liat Jerman kalah. Soalnya Mas sakit hati, tim Panser ngalahin Argentina kemarin! Kali ini doanya untuk Jerman dong, Yang, biar kalah, heheh..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni megelus dada, geleng-geleng kepala. Sebelum berlalu Marni berkata sambil menepuk dahinya, "Cape' dehhhh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jadi, para istri dimanapun anda berada, sudah siap dimadu dengan bola?&lt;/i&gt; :P&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-1679753715146417117?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/1679753715146417117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=1679753715146417117' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/1679753715146417117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/1679753715146417117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/06/istri-atau-bola.html' title='Istri Atau Bola'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TBk2gxgVJOI/AAAAAAAAARk/nnvslJEzgsg/s72-c/sepak-bola-vs-ballet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-5577198459961328450</id><published>2010-05-02T00:37:00.005+03:00</published><updated>2010-09-04T12:16:31.395+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tamu SpeSiaL'/><title type='text'>Tamu Spesial Itu Adalah IMAZAHRA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S9yeAvlwmDI/AAAAAAAAAQg/0JfT2oVpqt4/s1600/LDL.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S9yeAvlwmDI/AAAAAAAAAQg/0JfT2oVpqt4/s200/LDL.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedatangan tamu2 spesial bisa menjadi obat kangen bagi teman-teman Indonesia di Mesir. Selain obat kangen, mereka juga bisa menjadi kompor. Hahaha...maksudnya, sebagai "pemanasan kembali" alias stimulan, biar Maya en teman2 lainnya bisa fresh en semangat lagi. Soalnya, ehem...Mesir itu bisa melenakan mahasiwa asing manapun, yg dtg utk belajar di negeri Pharao ini. Melenakan, terlena oh ku terlenaaaa...(dangdutan oi!), sampe2 lupa ama tujuan utama yaitu belajar. Makanya, gak heran klo byk mahsiswa yang "karatan" di Mesir, gak pulang2 kyk Bang Toyib hahah. Sampe beranak-cucu juga byk di mesir hehehe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BTW, tamu spesial kali ini seorang wanita yang bagi Maya, kesan pertamanya tuh "adem" en "smart". Kesan pertama Maya bukannya tanpa bukti, karena mbak yg satu ini memang bener2 super duper spesial (hiperbolis bgt gak ya? heheh). Jd, klop bgt ama trendquote "pandangan pertama begitu indah, selanjutnya terserah anda"...atau yg lbh klop lagi "dari mata turun ke hati...cieee".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Kalo teman2 pnh baca buku "Long Distance Love" yg lg ngetop en best seller di Indonesia, nah, pengarangnya itu yg Maya maksud alias  mbak IMAZAHRA. Blom clear juga? ya udah, nih, diliat deh fotonya. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S9yY2FJDBzI/AAAAAAAAAQQ/oh5J-b8WINE/s1600/IMG_1871.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S9yY2FJDBzI/AAAAAAAAAQQ/oh5J-b8WINE/s320/IMG_1871.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Manis kan? Kalo boleh Maya bilang sih, mirip2 ama Mbak HTR, palagi kalo kacamatanya dipake^^. Eits, mbak Ima-nya udah ada yg punya lohhh....jadi siap2 aja patah hati  bwt yg cowok hehehe. Oh ya, mbak Ima sampe ngajak Maya foto bareng krn ngerasa gak enak foto sendiri. hehhehe...biasanya seh fans yang ngotot foto bareng, ini mbak Ima sendiri yg minta.&amp;nbsp; Jadinya Maya udah kyk melayang gt hahahha (lebay!). Nih, foto bareng Maya:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S9yZnoXAUxI/AAAAAAAAAQY/ikvp_ejknJA/s1600/IMG_1872.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S9yZnoXAUxI/AAAAAAAAAQY/ikvp_ejknJA/s320/IMG_1872.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Yg paling Maya rasa spesial di penulis keren ini adalah...mau nulis riset ilmiah ato fiksi, mbak Ima dua-duanya jago. Bahkan, riset ilmiahnya membuat mbak Ima bisa dapetin beasiswa di Inggris plus hadir di konferensi2 internasional. Aduhhh, jd tambah kesengsem deh, soalnya Maya tuh klo nulis ilmiah msih kagok en blm bisa sebagus kalo nulis sastra. Makanya, skrg Maya bersemangat kembali bwt belajar en ngelatih diri nulis artikel, setidaknya artikel ilmiah populer dulu heheh.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Menjadi org terkenal itu memang anugerah. Tapi, lebih baik lg kalo mereka2 yg udah terkenal itu bisa membagi ilmu en nularin energi positif ke org lain. Itu yg Maya rasakan pas ketemu en nyimak talkshow mbak Ima. Bukan cuma Maya semangat belajar nulis, Maya juga mulai mencoba "mengaktifkan kembali" bhs Inggris Maya yg dulunya cas-cis cus, pas kuliah malah kembali ke level nol besar, gara2 gak dipraktekin. padahal, setidaknya Maya bisa berEnglish-ria lewat tulisan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, Mbak Ima juga seorg blogger, tapi di MP (jadinya Maya ga bisa komen2 dstu coz gak punya MP). Menurut mbak Ima, menjadi seorg blogger tuh jgn dianggap remeh, harus dijaga konsekuensinya. Jadi, sesulit apapun itu, usahain update blog dua kali sebulan. Hiks, Maya malah sekali sebulan aja udah beruntung bgt, soalnya kalo pas dekat2 ujian, Maya jauh2 deh yg namanya blog, palingan nulis harian di diary non-blog gt. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Hmm...gak terasa ya, Maya udah selesai lg satu posting. So, keep blogging, Guys!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-5577198459961328450?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/5577198459961328450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=5577198459961328450' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/5577198459961328450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/5577198459961328450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/05/tamu-spesial.html' title='Tamu Spesial Itu Adalah IMAZAHRA'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S9yeAvlwmDI/AAAAAAAAAQg/0JfT2oVpqt4/s72-c/LDL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-4729890981934788273</id><published>2010-04-04T15:26:00.007+02:00</published><updated>2010-09-04T12:17:12.459+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>Perayaan Musim Semi (Syamu Nasim)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, di Mesir lagi ada peringatan Syammu Nasim. Apaan tuh? Yuuuk, cuci otak plus jalan2 lewat tulisan bareng Maya hehhe. Cekidot!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syammu Nasim merupakan warisan tradisi Firaun, yang dimulai kira-kira 2700 SM lampau sejak zaman keluarga Firaun ketiga. Di zaman tersebut, upacara ini disebut dengan &lt;em&gt;Ied Syamusy&lt;/em&gt; yang berasal dari kata &lt;em&gt;syams&lt;/em&gt; alias matahari. Sebagaimana upacara suci lainnya, upacara ini juga erat kaitannya dengan ilmu perbintangan dan fenomena alam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ied Syamusy dirayakan tepat ketika matahari mengitari bintang Aries, dimana pada hari itu, lama waktu siang sama dengan waktu malam yang menandakan peralihan musim dingin ke musim panas. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 bulan &lt;em&gt;Biramihat&lt;/em&gt;, berdasarkan kalender kuno suci dalam tradisi Firaun. Orang mesir percaya bahwa pada waktu itulah awal mula penciptaan alam terjadi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena pergeseran zaman dan adaptasi bahasa, nama upacara ini kemudian berubah menjadi &lt;em&gt;Syamu Nasim&lt;/em&gt;, dimana &lt;em&gt;Nasim&lt;/em&gt; sendiri berarti angin, karena musim semi diidentikkan dengan semilir angin yang lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu keunikan Syamu Nasim adalah tradisi masyarakat Mesir, khusunya umat Koptik yang merayakannya dengan hidangan makanan simbolik, diantaranya telur, daun bawang, sawi, dan ikan asin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Telur menjadi simbol bahwa segala sesuatu di alam ini berawal dari benda padat (material). Kalau kita memperhatikan lukisan kertas papirus, kita tak jarang mendapati gambar Tuhan &lt;em&gt;Phtah&lt;/em&gt; alias Tuhan Pencipta bagi ajaran mereka yang digambarkan duduk diatas bumi berbentuk telur. Untuk lebih jelasnya, lihat gambarnya ya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Dahulu, telur dihiasi dengan gambar2 harapan dan keinginan di masa mendatang. Jika pemilik telur menginginkan sebuah rumah mewah, mereka akan menggambar bentuk rumah di atas permukaan telur. Telur-telur yang telah dihiasi disimpan dalam anyaman pelepah kurma lalu digantungkan di balkon atau beranda yang menghadap matahari. Orang Mesir percaya, ketika matahari telah menyinari telur-telur itu, berarti keinginan mereka akan terkabul.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S7iQ2OIibSI/AAAAAAAAAP4/x2W93EhTI34/s1600/telur.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" nt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S7iQ2OIibSI/AAAAAAAAAP4/x2W93EhTI34/s320/telur.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S7iSMtB6P1I/AAAAAAAAAQA/Pg1UAPu6dqU/s1600/%D9%81%D8%AB%D9%85%D8%B9%D9%82.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" nt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S7iSMtB6P1I/AAAAAAAAAQA/Pg1UAPu6dqU/s320/%D9%81%D8%AB%D9%85%D8%B9%D9%82.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya daun bawang yang melambangkan keinginan kuat untuk terus hidup dan dipercaya sebagai penangkal penyakit dan penunda kematian. Di zaman Mesir kuno, daun bawang diletakkan di bawah bantal, digantung di gerbang istana, dan di beranda untuk menolak bala. Bahkan, ternyata, tradisi seperti ini banyak kita dapati di tanah air, bayi yg baru lahir diberi jimat berupa bawang yang melingkar di perut atau dikalungkan di leher agar terbebas dari jin. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Sawi atau &lt;em&gt;khas&lt;/em&gt;, simbol kesuburan (dalam hal ini kesuburan seksual alias banyak keturunan). Dalam dinding hieroglyph, gambar sawi biasa ditemukan di bawah telapak kaki Tuhan Penyubur Keturunan dan merupakan tumbuhan yang disucikan sejak zaman keluarga Firaun keempat. Dalam bahasa Mesir Kuno, sawi disebut Ob atau Hob. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Asin atau yang masyhur dengan sebutan &lt;em&gt;Fasikh&lt;/em&gt;. Pengasinan ikan sudah dikenal sejak zaman keluarga Firaun kelima yang dipersembahkan sebagai hidangan dalam upacara penghormatan Nil. Dengan mengasinkan atau mengeringkan ikan, mereka secara tidak langsung telah menjaga keberlangsungan ikan dan makhluk air lainnya di Sungai Nil. Ikan yang diawetkan pun gak boleh macam-maam, harus jenis ikan tertentu seperti ikan Buury.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S7iS2v_drcI/AAAAAAAAAQI/1LiMdEgGiTo/s1600/ikan+asin.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" nt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S7iS2v_drcI/AAAAAAAAAQI/1LiMdEgGiTo/s320/ikan+asin.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Setelah cuci lidah, Maya akan membawa kalian ke zaman Bani Israel. Ternyata, Syamu Nasim ini berkaitan erat dengan Peringatan Paskah atau Hari Kebangkitan al-Masih. Ketika Bani Israel diusir dari tanah Mesir tepat di hari perayaan Syamu Nasim, mereka lantas menyebut hari itu sebagai Hari &lt;em&gt;Fashah&lt;/em&gt; yang dalam bahasa Ibrani berarti "keluar". Lantas orang-orang Nasrani mengadaptasi perayaan ini dan menyebutnya sebagai Hari Kebangkitan Yesus. Tatkala orang-orang Nasrani masuk ke Mesir, perayaan mereka pun otomotis bersamaan dengan hari Syamu Nasim. Tak heran jika hari libur terasa panjang karena setelah Syamu Nasim, disusul kemudian perayaan Paskah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Wah, tak terasa kita telah jalan-jalan melewati tiga masa. Zaman Firaun, zaman Bani Israel, dan zaman sekarang. Hehhe. See U^^&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-4729890981934788273?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/4729890981934788273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=4729890981934788273' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4729890981934788273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4729890981934788273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/04/perayaan-musim-semi-syamu-nasim.html' title='Perayaan Musim Semi (Syamu Nasim)'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S7iQ2OIibSI/AAAAAAAAAP4/x2W93EhTI34/s72-c/telur.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-2285120609877294268</id><published>2010-03-25T14:22:00.003+02:00</published><updated>2010-09-04T12:17:40.902+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>Hal-hal Tabu Bagi Org Mesir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya kata TABU kurang tepat kali ya, intinya maksud Maya bisa frenZ ngerti. Kita mungkin sering mendengar istilah PAMALI dari orang tua atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan, padahal alasannya nggak logis sama sekali. Maya pernah dibilangin ama nenek kalo gadis yang belom nikah gak boleh nyanyi depan kompor, nanti jodohnya susah. Emang jodoh di tangan kompor hahahah. Ada juga larangan duduk bersusun di tangga rumah, bisa ngehalangin rezki datang katanya. Nggak boleh bobo sore karena banyak setan berkeliaran, nggak boleh dudukin bantal soalnya nanti bisulan hahhaha. Nggak boleh inilah itulah, ada aja alasannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kalo di Mesir ada juga kayak gitu. Biasanya kalo pas kita lakuin hal yg tabu itu, org mesir bakal negur kita dengan bilang: "itu aib!" ato sambil masang muka ketus plus kibas-kibasin telunjuknya. Yuk, guys, kita bongkar aib org mesir heheh...kira-kira apa aja yang dianggap tabu menurut mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Pertamax, nggak boleh jongkok depan umum. Mungkin karena mirip dengan org mau buang air kaleee hihihi. Jadi, biasa tuh, pas Maya lagi pegel nunggu bis, gak sadar lgsung jongkok. Pas ditegur lgsung sadar kalo Maya lagi bukan di indo!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Dua, org Mesir menganggap tabu kalo cewek pake motor. Jadi, 4 tahun Maya di mesir, gak pernah liat cewek pake motor. Imbasnya seh, kita yg bisa pake motor jadi gak bisa pasang action di jalan. Tapi, Maya emang gak bisa naik motor seh hihih.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga, nggak boleh bersendawa depan umum. Sama halnya dengan di Eropa. Kalo yang ini, di indo malah dipamerin di iklan sebuah minuman soda hahah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Papat, jangan coba-coba pegang ato nyentuh dengkul alias leher org Mesir, bisa-bisa kena semprot. Soalnya, pegang leher itu mirip kebiasaan jahiliyah dimana cuma kaum budak yg diikat lehernya. Kalo pegang janggut boleh malah, tapi Maya gak pernah dan gak akaaaannn nyoba! &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Limo-sin, hehhe. Org Mesir gak suka kalo ditanya hal pribadinya seperti berapa gajinya, nanyain istrinya siapa, de el-el. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Trakhir, org mesir nganggap pamali kalo ada org yg gak minum teh tiap hari. Hahaha...sori, kalo yg trakhir ini cuma Maya yang ngarang. Soalnya org mesir itu maniak minum teh, mana pake ampas, pekat, en manisssss bgt. Pagi, siang, sore, mlm, gak kehitung deh tiap hari mereka minum teh berapa kali heheh.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Nah, udah tahu kan Frens. Jadi, hapalin yah sblm ke Mesirnya =P&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-2285120609877294268?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/2285120609877294268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=2285120609877294268' title='35 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/2285120609877294268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/2285120609877294268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/03/hal-hal-tabu-bagi-org-mesir.html' title='Hal-hal Tabu Bagi Org Mesir'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>35</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-6416883572401018569</id><published>2010-03-16T12:02:00.002+02:00</published><updated>2010-09-04T12:18:01.437+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='true story'/><title type='text'>Muqsit in Memory...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S59XBDcVlhI/AAAAAAAAAPw/tYABuCka3N4/s1600-h/blog+boyh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S59XBDcVlhI/AAAAAAAAAPw/tYABuCka3N4/s320/blog+boyh.jpg" vt="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, Maya sempat jadi guru SD en guru TK di Jogja. Meski jam kuliah Maya sebenarnya full, tapi karena Maya seneng bgt sama dunia anak-anak, akhirnya tawaran itu Maya terima. Lagipula saya cuma ngajar pagi, dan bukan guru dlm artian yg resmi2 amat. hhhehe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu, yang Maya ajar adalah kelas satu. Anak-anak yang masih polos, nakal, dan terkadang punya kemauan yang aneh-aneh. Terkadang mereka ngambek, tiba-tiba mau pulang ke rumah, ada yang mendadak kebelet pipis, naik ke atas meja, membuat Maya jadi pusing sendiri. Tapi, Maya juga senang. Melihat mereka tersenyum, berbicara, mengeja huruf, bersedih dan menangis, membuat Maya seakan melihat dunia kecil yang begitu penuh warna. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, seorang anak baru datang. Namanya Muqsit.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Matanya bulat, bulu matanya lentik membuat mata besarnya terlihat menonjol. Anaknya keras kepala dan selalu mau jadi yang dituakan di kelas padahal dia paling muda hahah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqsit jarang tertawa kecuali saat menertawakan kejelekan dan kesialan teman-temannya. Dan satu hal lagi yang membuat guru-guru menyerah, Muqsit sangat keras kepala. Disuruh ini disuruh itu dia tidak mau, semuanya terserah dia mau bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Saya tentu saja penasaran seperti apa ibunya. Ternyta ibunya begitu lembut, muda&amp;nbsp;dan cantik. Ketika ibunya datang, ibunya menemui saya dan bilang kalau anaknya sering bercerita tentang saya. Maya jelas kaget. Ibunya pun menitipkan Muqsit ke saya dan merelakan anaknya tinggal di asrama padahal masih sekecil itu. Ayah Muqsit bekerja di pulau yang jauh, ibunya Muqsit pun harus bekerja. Akhirnya saya berkesimpulan kalau Muqsit mungkin kesepian dan sikapnya yang nakal itu hanya untuk menarik perhatian.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, perasaan saya semakin dekat dengan anak itu, seakan adik kandung Maya sendiri. Hiks. Saat guru-guru lain pusing dan menyerah, saya akan dipanggil untuk membujuk dia agar kembali ke sekolah. Anehnya, dia mau kalau saya yang bujuk. Hahha. Maya bahkan masih terkenang saat Muqsit lari dari sekolah dan menemui saya. Katanya dia ingin sekali makan es krim. Saya lalu membelikannya. Saat itu, dia menyodorkan es krim yang sudah dijilatnya kepada saya. "Bu Maya, mau es krim juga gak?". Saya tersenyum lalu menjilat es krimnya hahah. Ketika es krimnya habis, saya pun mengantarnya kembali ke dalam kelas.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat terjadi gempa di Jogja, anak-anak asrama berlarian. Semua berlarian, semua panik. Semua orang kemudian berkumpul di alun-alun mesjid. Saya menekuk lutut, seperti yang lainnya, khawatir gempa susulan terjadi lagi. Tiba-tiba saya menoleh ke belakang, di tempat berkumpulnya laki-laki. Saya melihat Muqsit dengan mata basah, Muqsit melihat saya, dan kamipun berpelukan. Huaaaa. Saya bersyukur karena dia tak apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya sudah tak di Jogja. Entah kapan saya bisa kembali kesana. Dan Muqsit...saya tak pernah tahu kabarnya lagi. Mizz u my little boy^^&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-6416883572401018569?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/6416883572401018569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=6416883572401018569' title='36 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6416883572401018569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6416883572401018569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/03/muqsit-in-memory.html' title='Muqsit in Memory...'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S59XBDcVlhI/AAAAAAAAAPw/tYABuCka3N4/s72-c/blog+boyh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-2711361828714246081</id><published>2010-03-06T19:41:00.003+02:00</published><updated>2010-09-04T12:18:28.975+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BeHind ThE SToRy'/><title type='text'>Antara Tempe dan Menulis</title><content type='html'>&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S5KOSeqFJII/AAAAAAAAAPo/iDWrILj72ts/s1600-h/tempe.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S5KOSeqFJII/AAAAAAAAAPo/iDWrILj72ts/s320/tempe.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Meskipun cuma sebatas gambar, melihat tempe goreng benar2 membangkitkan selera. Apalagi  Maya emang fans beratnya tempe goreng hehe. Trus, apa hubungannya antara menulis dengan tempe? Hohoo, ya ada dong! Tau gak, Tempe Goreng itu ada kepanjangannya "Temu Pegiat Pena en Ngobrol Bareng". Waaaah, ternyata tempe goreng punya makna sedalam itu ya &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/10.gif" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Jadi ceritanya tuh, Maya dan kawan-kawan blogger Kairo kemaren ngadain satu event, satu acara yg diformat se&lt;em&gt;fun&lt;/em&gt; mungkin, santai tapi bermutu. Tujuannya cuman satu, pengen berbagi rasa en semangat biar nulisnya bisa jalan terus. Maya pun ngasih nama Tempe Goreng, biar kesannya gurih, lezat en bergizi hahhaha. Alhamdulillah, acaranya disambut antusias, apalagi ada pembagian doorprizenya yang heboh banget. Gimana gak ngiler, doorprizenya berupa gelas cinta, pokoknya unik banget deh liat hadiahnya&lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/63.gif" /&gt;&lt;/a&gt; Trus makan malamnya tentu aja pake lauk tempe, biar tambah klop!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Maya jadi terharu melihat teman2 yang masih lugu (lucu en guriting), mereka pada excited buat bisa jadi penulis. Kalo diingat2, dulu juga Maya kan begitu. Jauh sebelum Maya bisa nulis seperti sekarang, Maya juga gak bisa nulis, liat kertas kosong itu gak tau mo ditulisin apa en darimana mulainya&lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/81.gif" /&gt;&lt;/a&gt; Tapi sekarang, hiks, setelah perjalanan usaha panjang, akhirnya menulis itu...bagi Maya sudah seperti makan tempe! Tempe lageee hahhahah! Tinggal dikunyah lalu ditelan, enteng banget! Kalo Maya liat sesuatu, ato ngalamin hal yang seru, rasanya gak afdol kalo gak disharing lewat tulisan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;So, guys, jangan menyerah! Karena menulis itu adalah sebuah peradaban, seluruh kehidupan akan kekal jika kita mengikatnya dengan tulisan. Kalo menurut teman2, menulis itu seperti apa seh?&lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/60.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-2711361828714246081?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/2711361828714246081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=2711361828714246081' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/2711361828714246081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/2711361828714246081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/03/antara-tempe-dan-menulis.html' title='Antara Tempe dan Menulis'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S5KOSeqFJII/AAAAAAAAAPo/iDWrILj72ts/s72-c/tempe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-1727385575269925982</id><published>2010-02-17T22:06:00.001+02:00</published><updated>2010-02-17T22:10:11.285+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Hati'/><title type='text'>Dunia Cyber Vs Dunia Nyata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski dunia Blogger hanya sebatas dunia cyber, dunia non-realita, namun bagaimanapun kita yang berada di belakangnya adalah manusia-manusia nyata. Saya kadang bertanya-tanya, apakah dunia cyber ini juga membutuhkan pertanggungjawaban pelakunya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejatinya dunia Maya hanyalah sebuah dunia kecil dibanding dunia nyata kita, namun yang terjadi, terkadang saya misalnya, terlalu asyik dalam dunia blogging, searching, browsing, dan tanpa saya sadari kewajiban dunia nyata saya terbengkalai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, tak jarang pula saya berfikir, apakah komentar2 yang saya tinggalkan di blog teman-teman tak membekaskan rasa kesal atau rasa tak enak bagi yang membacanya? Atau apakah pendapat saya atas tulisan orang lain malah membuat pemilik blog itu tersinggung? Atau adakah janji-janji berupa follow blog, pasang link, dan semisalnya yang pernah saya ucapkan lalu tak saya tepati?&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Satu hal lagi yang saya ingin perbaiki, setidaknya untuk saat ini, saya ingin mengatur waktu dengan baik. Misalnya, saya berusaha beres-beres rumah, ngerjain tugas kuliah dulu, lalu setelah semua urusan&amp;nbsp;proiritas selesai, saya akan refreshing ke dunia cyber. Contoh lainnya, saya akan meninggalkan layar PC jika orang-orang di dunia nyata memerlukan bantuan atau menuntut kewajiban saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan dunia nyata, setidaknya, kita tetap menjaga image positif diri kita sebagaimana orang-orang mengenal kita di dunia real. Jika di dunia nyata kita berusaha mematuhi etika dan menunaikan hak serta kewajiban terhadap orang lain, lalu kenapa kita tidak membawa kebiasaan itu ke dunia cyber? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Nah, bagaimana dengan teman-teman? Apakah dunia cyber telah mengalihkan dunia nyata kalian?&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3xAlzTaXRI/AAAAAAAAAPg/JXeHV9P07Qo/s1600-h/azka+ahda+maen+kompi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ct="true" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3xAlzTaXRI/AAAAAAAAAPg/JXeHV9P07Qo/s400/azka+ahda+maen+kompi.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-1727385575269925982?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/1727385575269925982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=1727385575269925982' title='32 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/1727385575269925982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/1727385575269925982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/02/dunia-cyber-vs-dunia-nyata.html' title='Dunia Cyber Vs Dunia Nyata'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3xAlzTaXRI/AAAAAAAAAPg/JXeHV9P07Qo/s72-c/azka+ahda+maen+kompi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-9165311953739321430</id><published>2010-02-15T10:45:00.009+02:00</published><updated>2010-09-04T12:19:07.199+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='true story'/><title type='text'>MATA AIR 100 JUTA</title><content type='html'>&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3kFVo0ILxI/AAAAAAAAAOw/P13iiN9W1UQ/s1600-h/mata+air.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ct="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3kFVo0ILxI/AAAAAAAAAOw/P13iiN9W1UQ/s320/mata+air.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saya bersyukur menjadi salah satu saksi sejarah perjalanan sebuah pesantren di atas bukit itu. Bukit yang dulunya belantara, tempat bercokolnya para dedemit, telah berubah menjadi satu surga menuntut ilmu. Bukit itu bernama Tonrong-e, sebagian santri menyebutnya sebagai Penjara Suci.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;Saya tak akan bercerita panjang lebar tentang kenangan-kenangan bersamanya, atau tentang ribuan memori tertinggal tentangnya. Saya hanya akan bercerita satu hal, tentang satu keajaiban yang membuat airmata penderitaan mengering dan doa-doa panjang terkabul sudah. Keajaiban itu bernama Mata Air 100 Juta yang membuat banyak orang bertanya-tanya tentangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat, saat itu saya masih kecil sekali, dengan tangan yang hampir putus dan kaki telanjang yang mengejang, saya harus mengangkat air dari sumber yang jauh. Saya harus menempuh jalan berupa batu yang licin dan tajam untuk sampai ke lembah yang berada di bawah rumah. Keluarga saya tinggal di bukit sebelah atas, di depan mesjid, dimana air tak mampu mengalir sampai ke rumah. Sudah berkali-kali mesin dinamo air diganti karena terbakar, dan berkali-kali itu pula saya dan adik-adik terpaksa turun lembah, mengambil air sambil malu-malu karena di sumur itu yang ada hanya para santri putra. Kadang pula para santri yang membawa jerigen-jerigen air ke rumah ketika berangkat ke mesjid dan rasanya senang sekali melihat&amp;nbsp;bak mandi&amp;nbsp;di rumah kami penuh.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika libur tiba, bukit itu meninggalkan sunyi, dan air harus kami usahakan sendiri. Saya takut turun ke lembah atau ke daerah bawah karena begitu sepi selama hari libur dan saya dengar banyak hantu disana. Saya akhirnya lebih memilih ke sumur seorang petani di bawah bukit, membawa satu baskom besar cucian bersama adik-adik yang jumlahnya ada lima. Disana saya rela dipelototin dan disalak oleh anjing-anjing sang petani dan saya pulang ke rumah setelah terengah-engah mendaki ditemani mentari yang sudah meninggi. Saya&amp;nbsp;tak&amp;nbsp;jarang&amp;nbsp;menyembunyikan&amp;nbsp;tangis karena menyadari betapa sulitnya kehidupan waktu itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bahkan masih ingat bagaimana pusingnya kami melihat kotoran kambing-kambing di teras rumah, dan tak ada air untuk membersihkannya. Tak jarang saya harus menginap di rumah teman jika air tak ada dan merasa risih mandi di sumur terbuka warga kampung. Air, hanya air, selebihnya saya dan keluarga saya sanggup menghadapi apa saja (termasuk serangan biawak dan babi hutan &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/03.gif" /&gt;&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, menjelang keberangkatan saya ke Negeri Musa, keajaiban itu datang setelah penderitaan yang panjang. Tuhan menjawab doa keluarga saya, para santri, dan guru-guru. Keajaiban itu berawal dari sebuah mimpi. Tepatnya tahun 1988, Ust. Sa'ad Hayyi, seorang guru asal Massalembu bermimpi melihat mata air yang memancar di dekat mesjid. Mimpi itu bukan datang sekali, tapi berkali-kali menghiasi tidurnya dan berkali-kali pula orang-orang tak percaya. Bukan apa-apa, Tonrong-e berada jauh diatas permukaan laut, dan dibawahnya tertidur lapisan batu cadas yang keras.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Sa'ad Hayyi bahkan tak pernah mengira jika berpuluh-puluh tahun sesudahnya, mimpinya menjadi kenyataan. Saat salah satu calon bupati Barru yang meminta dukungan kepada para santri serta guru-guru pesantren Tonrong-e,&amp;nbsp;bersedia memberikan bantuan dalam bentuk apa saja ke pesantren. Ayah saya akhirnya membuka suara tentang masalah kesulitan air bersih itu dan berjanji memberi dukungan kepada Bapak Basir Palu, calon bupati itu, jika masalah air tadi bisa diatasi. Untuk melacak keberadaan mata air dibutuhkan setidaknya alat bor yang canggih dan memerlukan biaya sekurang-kurangnya 75 juta. Hanya Allahlah yang menggerakkan hati Pak Basir Palu untuk mengeluarkan dana pribadinya agar pengeboran bisa dimulai.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan basmalah Ayah menunjuk ke lokasi mata air sesuai dengan mimpi Sa'ad Hayyi yang memang sudah sering diceritakannya kepada Ayah. Sementara itu, para santri dan guru berkumpul di mesjid pada hari pengeboran itu, lalu berjama'ah menamatkan Surah Yasin berkali-kali demi untuk mengetuk pintu langit. Saya tahu dada Ayah pasti berdebar kencang seperti gemuruh suara pembaca Yasin itu, siapapun tak tahu apakah mata air itu benar-benar ada ataukah pengeboran itu akan berakhir sia-sia?&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Rencana pengeboran pada awalnya sedalam 170 meter, namun ketika alat bor itu berada pada kedalaman 35 meter, mesinnya mandek dan meraung-raung seperti seorang yang sakit gigi (hiperbolis banget ya &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/40.gif" /&gt;&lt;/a&gt;). Para petugas bersimbah peluh berusaha kembali, tapi lagi-lagi gagal, karena bor menghantam batu cadas. Akhirnya petugas itu menyerah lalu berjanji akan datang keesokan harinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum mentari terbenam di Barat, beberapa anak kecil yang sedang bermain di sekitar mesjid merasa penasaran melihat ada alat aneh yang tertancap ke dalam tanah. Dengan nakal mereka menggoyang-goyangkan tiang pompa dan tak disangka batu cadas itupun pecah. Alangkah terkejutnya anak-anak kecil itu ketika mereka melihat semburan air seperti petasan yang kemudian membasahi permukaan tanah. Orang-orang berteriak, atas kehendak Allah, sebuah mata air pun telah ditemukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Ayah lalu menghubungi para ahli di dinas kesehatan provinsi untuk menguji kemurnian dan kelayakan konsumsi air tersebut. Sampel air itupun dibawa ke laboratorium kemudian diteliti. Hasilnya sungguh mencengangkan! Sebenarnya saya tak terlalu mengerti masalah Kimia atau Geologi atau semacamnya &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/77.gif" /&gt;&lt;/a&gt;,tapi saya akan berusaha menjelaskannya agar teman-teman mengerti betapa luar-biasanya mata air itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mencapai mata air itu diperlukan kedalaman pengeboran 38 meter, sedangkan tinggi bukit Tonrong-e adalah 40 meter dari permukaan sawah. Artinya, mata air itu berada jauh diatas permukaan sawah yang membuatnya tidak bercampur oleh lumpur dan material tanah persawahan. Selain itu, mata air tersebut berada jauh diatas permukaan laut sehingga tidak akan bercampur garam. Yang paling menakjubkan adalah hasil lab menunjukkan bahwa air yang keluar dari mata air itu mengandung 0% bakteri karena terjaga kemurniannya dan faktor letak yang jauh dari pusat limbah atau pabrik. Jadi airnya tidak perlu lagi dimasak.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Disisi lain, mata air yang kaya mineral itu terbebas dari pengaruh radiasi atau biolistrik sehingga tidak akan berubah warna ataupun rasa. Perlu diketahui, ion-ion yang terkandung dalam mineral air bisa membentuk senyawa lain jika dihantari oleh listrik, senyawa inilah yang biasanya merubah warna air (jangan pusing y &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/55.gif" /&gt;&lt;/a&gt; )Kadar mineral dan kandungan airnya pun ternyata mampu mengobati berbagai macam penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, setelah mencoba air itu untuk pertama kalinya melalui kran yang ada, Ayah saya merasa ada yang berbeda. Penyakit asma akutnya hilang! Ayah mengidap penyakit itu sudah berpuluh-puluh tahun. Menurut cerita beliau, itu adalah akibat ilmu hitam yang telah dilepaskan dari tubuhnya. Cerita sembuhnya asma Ayah kemudian tersebar bagai dengung lebah. Para penduduk di kampung-kampung sekitar mulai berbondong-bondong datang dengan membawa botol atau jerigen demi mencoba khasiat air itu. Tak sedikit dari mereka datang dua sampai tiga kali, beberapa diantara penduduk yang meminum air itu mengalami pengalaman yang sama dengan Ayah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika satu dua perusahaan besar air mineral datang dari kota membujuk Ayah agar mata air itu dikomersialkan. Ayah menolak karena tak ingin mengeksploitasi mata air itu. Jikapun kemudian air itu dijual secara mandiri oleh pesantren dalam bentuk galon, itu hanya untuk menutupi biaya operasional listrik sehingga air bisa tetap sampai ke rumah-rumah guru, kantin dan asrama. Dan harganya pun &lt;em&gt;lillahi ta'ala&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Meski kemudian Pak Basir Palu tak memenangkan pemilihan, saya yakin beliau akan mendapatkan sesuatu pengganti yang lebih baik. Mata air itu akan terus mengalirkan pahala beliau dan namanya akan terus dikenang. Mata air itu bukan hanya menelan biaya jutaan rupiah untuk menemukannya, tetapi juga memerlukan waktu yang panjang untuk mengakhiri kesulitan air di Penjara Suci. Mata air itu ada setelah melewati beratus juta raka'at Tahajjud dan Dhuha, ratusan juta doa para penghuni bukit, dan tetes-tetes air mata penderitaan yang tak terhitung.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3kFhRLdB0I/AAAAAAAAAO4/OuZWmTE3JQk/s1600-h/mata+air+tonrong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ct="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3kFhRLdB0I/AAAAAAAAAO4/OuZWmTE3JQk/s320/mata+air+tonrong.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Saat acara tasyakuran air itu diadakan, dihadiri pipmpinan pondok dan para tokoh penting, saya menyaksikan sendiri puluhan kran dinyalakan dan air itu tak berhenti mengalir. Slide-slide masa lalu muncul ketika saya meneguk air itu, bayangan seorang&amp;nbsp;gadis kecil pengangkut&amp;nbsp;air tiba-tiba terbayang di benak saya menghadirkan senandung haru &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/67.gif" /&gt;&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Sungguh, nikmat kebahagiaan itu akan lebih terasa jika didahului bersusah-susah dan menderita. Ala kulli hal, alhamdulillah...&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" ct="true" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3kFsl3eemI/AAAAAAAAAPA/yvW827RPhAA/s400/1_750946329l.jpg" width="283" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;kalo foto ini gak ada hubungannya dgn cerita heheheh^^&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;NB: Thanks 4 Faridah Faried, which has given me a free call 2 investigate my dad and to Pak Akbar Hamdan 4 allowing me to copy his pict&lt;a href="http://myspace.laymark.com/" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/63.gif" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-9165311953739321430?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/9165311953739321430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=9165311953739321430' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/9165311953739321430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/9165311953739321430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/02/mata-air-100-juta.html' title='MATA AIR 100 JUTA'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3kFVo0ILxI/AAAAAAAAAOw/P13iiN9W1UQ/s72-c/mata+air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-7159909340405221971</id><published>2010-02-10T21:57:00.001+02:00</published><updated>2010-03-06T14:27:06.867+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>Serunya Cairo International Book Fair</title><content type='html'>Hei, kali ini kita bakal jalan2 lagi! Yup, edisi ALL ABOUT EGYPT kali ini Maya dgn senang hati pengen sharing tentang pameran buku internasional di negeri Pharao. Setiap musim dingin menjelang musim semi, semua penerbit sebanyak 800 penerbit dari 31 negara berkumpul jadi satu di pameran buku ini. Dan pameran tahun ini adalah penyelenggaraan ke 42 kalinya! Wow! Brarti udah 42 tahun berturut2 Kairo ngadain program internasional kayak gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan indonesia, kalo pameran buku disini dibuka oleh presidennya secara langsung. di indonesia, boro2 presiden, wapres aja jarang! Spesialnya lagi, pameran internasional Kairo ini mengkhususkan satu hari, biasanya sih hari pertama, buat orang2 VIP seperti para menteri, dan org2 istimewa lainnya. Jadi, biasanya sih, kalo mo caper ama org2 VIP ini, mahasiswa2 indo datang rame2 di hari pertama. Lumayan kan klo bisa tatap muka ama pejabat en artis (hahahah mo cari buku apa caper seh??).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita intip foto2nya^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Nah, ini dia pintu masuknya, unik ya bentuknya. Karcisnya cuman satu pound perorg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MHlqxrxvI/AAAAAAAAALw/awAbOz-J3O4/s1600-h/pameran+004.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MHlqxrxvI/AAAAAAAAALw/awAbOz-J3O4/s320/pameran+004.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Maya gak tahu berapa luas lokasi keseluruhannya, pokoknya luaaaasss banget, kayak satu kampung gitu. Jadi tiap negara membuat satu rumah buat memamerkan produk mereka. Dua tiga penerbit aja Maya udah pegel en capek, padahal ada ratusan rumah dan hall raksasa di pameran ini. Setiap rumah penerbit pun suasana en dekorasinya pun beda2.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MIiLoevdI/AAAAAAAAAL4/fKKT6QyZLzg/s1600-h/pameran+010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MIiLoevdI/AAAAAAAAAL4/fKKT6QyZLzg/s320/pameran+010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MIp3t_33I/AAAAAAAAAMA/A3kDTKsnUig/s1600-h/pameran+011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MIp3t_33I/AAAAAAAAAMA/A3kDTKsnUig/s320/pameran+011.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MI1K8oXTI/AAAAAAAAAMI/9Rw9E_Rejfs/s1600-h/pameran+021.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MI1K8oXTI/AAAAAAAAAMI/9Rw9E_Rejfs/s320/pameran+021.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ini Maya lagi di depan poster almarhum Nagub Mahfouz, peraih nobel sastra asli Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MJBNPIiTI/AAAAAAAAAMY/N8tZ5HO-F2g/s1600-h/pameran+019.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MJBNPIiTI/AAAAAAAAAMY/N8tZ5HO-F2g/s320/pameran+019.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Suasana di lokasinya pun enak banget, bersih, ada taman buat istirahat, ada kereta mini buat keliling, dan tentu saja puluhan cafe buat isi perut^^. Gak seru dong kalo nyari buku sambil kelaparan heheh, tapi jgn cari penjual bakso ya! &amp;nbsp;Ada juga&amp;nbsp; rumah2 stand khusus untuk produk edukatif buat anak2. Gak heran kalo pengunjungnya pun rame banget, mulai dari nenek2 sampe balita pun ikut dibawa sama otunya.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MKELbsF9I/AAAAAAAAAMg/j5_kLduPhBI/s1600-h/pameran+026.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MKELbsF9I/AAAAAAAAAMg/j5_kLduPhBI/s320/pameran+026.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MKPoN2ptI/AAAAAAAAAMo/7X3s0E1hE4s/s1600-h/pameran+034.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MKPoN2ptI/AAAAAAAAAMo/7X3s0E1hE4s/s320/pameran+034.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MKoRdO2RI/AAAAAAAAAMw/bHPxhTJTHBI/s1600-h/pameran+037.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MKoRdO2RI/AAAAAAAAAMw/bHPxhTJTHBI/s320/pameran+037.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MK0krrBhI/AAAAAAAAAM4/295_pMx0ck8/s1600-h/pameran+038.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MK0krrBhI/AAAAAAAAAM4/295_pMx0ck8/s320/pameran+038.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MK-1mqJZI/AAAAAAAAANA/MJfDA7YqIR0/s1600-h/pameran+043.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MK-1mqJZI/AAAAAAAAANA/MJfDA7YqIR0/s320/pameran+043.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLNhW2njI/AAAAAAAAANI/IRVUxFsN7yY/s1600-h/pameran+041.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLNhW2njI/AAAAAAAAANI/IRVUxFsN7yY/s320/pameran+041.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MOXURloeI/AAAAAAAAAOo/J0VM-DEYin0/s1600-h/pameran+040.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MOXURloeI/AAAAAAAAAOo/J0VM-DEYin0/s320/pameran+040.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLW8obtSI/AAAAAAAAANQ/vTYMekEgJOY/s1600-h/pameran+029.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLW8obtSI/AAAAAAAAANQ/vTYMekEgJOY/s320/pameran+029.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLiLx0TsI/AAAAAAAAANY/IiTAc_AOcg0/s1600-h/pameran+032.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLiLx0TsI/AAAAAAAAANY/IiTAc_AOcg0/s320/pameran+032.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLsgdgCOI/AAAAAAAAANg/cNJ-hGdQV4E/s1600-h/pameran+024.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MLsgdgCOI/AAAAAAAAANg/cNJ-hGdQV4E/s320/pameran+024.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3ML6mPaKEI/AAAAAAAAANo/EJhykCZNW5k/s1600-h/pameran+016.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3ML6mPaKEI/AAAAAAAAANo/EJhykCZNW5k/s320/pameran+016.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MMC1iaMfI/AAAAAAAAANw/L7R6KaPZsyA/s1600-h/pameran+022.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MMC1iaMfI/AAAAAAAAANw/L7R6KaPZsyA/s320/pameran+022.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Gak afdhol rasanya kalo kita gak ke rumah kebesaran Saudi Arabia, negara kaya itu. Tiap tahunnya Saudi benar2 mendandani stand mereka habis-habisan. Gak heran kalo Saudi selalu menjadi stand termewah dan mencolok. Di dalamnya kita bahkan bisa duduk nyaman di sofa-sofa empuk, karpet tebal, penghangat ruangan, dilengkapi LCD, dan resepsionisnya aja udah kayak di hotel2 gitu :D Gak percaya, check this out!&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MM6UU-tMI/AAAAAAAAAN4/K4S6NBZ72t0/s1600-h/pameran+052.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MM6UU-tMI/AAAAAAAAAN4/K4S6NBZ72t0/s320/pameran+052.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MNDBGDIuI/AAAAAAAAAOA/8k1kmK4AKsE/s1600-h/pameran+055.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MNDBGDIuI/AAAAAAAAAOA/8k1kmK4AKsE/s320/pameran+055.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MNK0KabGI/AAAAAAAAAOI/cQnZtq97kXs/s1600-h/pameran+057.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MNK0KabGI/AAAAAAAAAOI/cQnZtq97kXs/s320/pameran+057.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MNSL6UdzI/AAAAAAAAAOQ/Znc3jxsH5Co/s1600-h/pameran+058.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MNSL6UdzI/AAAAAAAAAOQ/Znc3jxsH5Co/s320/pameran+058.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oh ya, Maya juga sempat ngikutin workshop temu penerbit IKAPI yang setiap tahun memang datang ke pameran ini. Ada Garsindo, Mizan, Serambi, sygma, dan penerbit Indo lainnya^^&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MOCx8w5hI/AAAAAAAAAOY/zSffC94RA8E/s1600-h/ikapi+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MOCx8w5hI/AAAAAAAAAOY/zSffC94RA8E/s320/ikapi+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MOG-23o2I/AAAAAAAAAOg/I-DvLAoAQro/s1600-h/ikapi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MOG-23o2I/AAAAAAAAAOg/I-DvLAoAQro/s320/ikapi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;See U in ALL ABOUT EGYPT next time^^&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-7159909340405221971?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/7159909340405221971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=7159909340405221971' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7159909340405221971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7159909340405221971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/02/serunya-cairo-international-book-fair.html' title='Serunya Cairo International Book Fair'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S3MHlqxrxvI/AAAAAAAAALw/awAbOz-J3O4/s72-c/pameran+004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-899866021845981580</id><published>2010-02-01T00:45:00.018+02:00</published><updated>2010-09-04T12:19:30.279+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>The Unforgettable</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2YKeQyWxCI/AAAAAAAAALo/jRKY0be521Y/s1600-h/imagesCA8PYA6M.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2YKeQyWxCI/AAAAAAAAALo/jRKY0be521Y/s200/imagesCA8PYA6M.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;Amanda adalah gadis yang yang tidak biasa. Wajahnya yang oriental begitu mempesona, siapapun tak akan bosan memandangnya. Prestasi akademisnya di atas rata-rata, jago lomba debat, kesayangan para dosen, dan teman diskusi yang menyenangkan. Dia juga dianugerahi keluarga yang lengkap, hangat dan terpandang. Meski semua keistimewaan itu dimilikinya, Amanda tetap menjadi seorang peri yang rendah hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;Hari itu hujan kembali turun menyambut ulang tahunnya. Sama seperti ulang tahunnya setahun yang lalu. Dia berdiri di dekat jendela, menatap hujan, setelah kamarnya kembali sepi. Entah kenapa hujan selalu membuatnya merasa melankolis, seakan tetes hujan membasahi hingga ke hatinya. Mata Amanda yang bulat terlihat sendu, desiran halus tiba-tiba mengetarkan dadanya. Getar itu begitu dikenalnya, getaran yang pernah dialaminya sepuluh yang tahun lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;Jika setiap orang ditakdirkan jatuh cinta, Amanda bersyukur karena pernah merasakannya. Dirinya jatuh cinta, cinta yang manis namun menyisakan jejak pilu di hatinya. Cinta pertama seseorang memang tak selalu indah seperti yang gadis itu alami. Seorang lelaki, namun bukan karena senyum lembut ataupun kata-kata cerdas yang terlontar dari mulut lelaki itu yang membuat Amanda jatuh cinta. Sama sekali tak ada kaitannya dengan materi, semua itu hanya karena dirinya memang ditakdirkan untuk mencintai lelaki itu. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;Namanya Mali. Nama yang singkat dan aneh, namun sesuai dengan karakter pemiliknya. Terkadang Mali nampak terlalu ramah kepada siapa saja, namun terkadang begitu tertutup, acuh tak acuh, dan terkesan begitu sulit ditebak. Mali memang menerima cintanya, melalui kalimatnya yang begitu sederhana: " Aku ingin membagi hidupku denganmu." Hanya itu, hanya kalimat itu yang terus dipegang oleh Amanda untuk setia meski jarak memisahkan dirinya dengan Mali. Mali melanjutkan kuliahnya di luar negeri, di seberang benua yang membuat Amanda selalu merasa rindu menatapnya kembali.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Amanda mencintai lelaki itu dengan sempurna. Dirinya tak pernah luput memberi kabar, lewat sms, berpuluh-puluh email, bahkan tak jarang rela menghabiskan uangnya untuk biaya telepon demi mendengar suara Mali. Tak sedikit arjuna berusaha memalingkan hatinya, tapi cintanya pada Mali begitu mendalam. Namun semua yang dilakukannya ternyata hanya membuatnya terluka. Mali jarang bahkan boleh dikatakan tak pernah menghubunginya duluan, puluhan sms dan puisinya yang tak terbalas, dan rindunya yang tak pernah berlabuh. Anehnya, cinta yang dimiliki Amanda tak pernah hilang, dirinya benar-benar tak bisa lari dari perasaannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali gadis itu merasa risih, dia takut Mali akan menjulukinya wanita agresif, tak sabaran, dan terlalu kekanak-kanakan. Saat jemarinya ingin mengetik sms, dia selalu terbayang akan hal itu, membuatnya hanya bisa menangis. Entah sudah berapa kali matanya basah, menahan rindu dan kegelisahan yang menusuk dadanya. Amanda adalah gadis yang tegar. Namun bukankah setangkai bunga juga membutuhkan kehangatan mentari? Bunga akan tetap layu meski hujan menyiramnya setiap hari. Setiap detik hatinya bertanya apakah Mali masih mencintainya, apakah lelaki itu juga merindukan dirinya? Pertanyaan-pertanyaan itu menumpuk, berakhir dengan kegalauan di benak Amanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dirinya benar-benar tak berdaya, Tuhan menjawab doanya. Tuhan mendengar seluruh kesahnya, melihat tangisnya, dan Tuhan teramat menyayangi hambanya yang baik hati itu. Seorang lelaki sederhana meminangnya, memintanya baik-baik untuk menjadi seorang bidadari dunia sekaligus surga. Berkali-kali dirinya berusaha menghubungi Mali, namun seakan Tuhan menutup jalannya. Nomer ponsel Mali tak pernah aktif atau mungkin lelaki itu telah menggantinya, dan musim telah berganti tanpa ada kabar dari lelaki itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanda tak punya pilihan lain, dia menerima lamaran itu karena tak sanggup menolak lelaki sebaik Bram, belum lagi keluarganya telah begitu antusias melihatnya menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, kita udah nunggu di bawah, mobilnya siap berangkat tuh," ucap Bram yang mendadak muncul di belakangnya, memeluknya, dan bersandar mesra di punggungnya. Amanda berbalik dan memeluk suaminya erat-erat. Airmatanya jatuh begitu saja tanpa kuasa ditahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Yang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm...gak papa..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak suka ya sama kadonya?" tanya Bram sambil menghapus tangisnya. Amanda menggeleng lalu tersenyum menenangkan suaminya. "Suka banget, Yang. Dinda cuma bahagia, ini adalah ultah Dinda yang pertama setelah kita menikah. Dinda bersyukur mendapatkan lelaki sebaik dan selembut Kakak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah, kalo gitu Kak tunggu di mobil, ya," ujar Bram menutup kembali pintu kamar. Amanda terkulai, terduduk lemas di atas kasur. Bram seharusnya menjadi orang yang dicintainya, hatinya seharusnya hanya untuk Bram. Ah, andai lelaki pertama yang ditemuinya adalah Bram, mungkin Amanda tak perlu merasakan pahitnya cinta pertama. Mungkin dirinya tak akan pernah dihantui mimpi buruk masa lalu. Sepuluh tahun telah berlalu dengan cepat, Amanda selalu berdoa agar Tuhan meneguhkan hatinya hanya untuk suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pipi Amanda kembali basah. Suara Mali masih terdengar jelas di telinganya, sehari setelah dirinya menikah. Mali menelponnya, entah darimana kabar pernikahannya sampai kepada lelaki itu. Mungkin emailnya baru sempat terbaca oleh Mali dan itu sudah sangat terlambat. Amanda bahkan tak sanggup menahan isak lelaki itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ini memang salahku, maafkan aku. Aku bukan lelaki yang sempurna. Tapi perlu kamu tahu, di hatiku hanya ada namamu...Aku mencintaimu, Manda, merinduimu di setiap nafasku, meski tak mampu kunyatakan semua itu. Bukankah telah kukatakan, aku ingin membagi hidupku denganmu? Sekarang engkau adalah milik orang lain, namun selamanya perasaanku takkan berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, entah itu kapan, semoga Mali mendapatkan wanita terbaik yang juga mencintainya. Bagaimanapun, masa lalu adalah waktu yang tak akan pernah kembali.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-899866021845981580?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/899866021845981580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=899866021845981580' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/899866021845981580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/899866021845981580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2010/02/unforgettable.html' title='The Unforgettable'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2YKeQyWxCI/AAAAAAAAALo/jRKY0be521Y/s72-c/imagesCA8PYA6M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-4833059003060316419</id><published>2009-12-17T22:00:00.003+02:00</published><updated>2010-01-31T23:10:19.418+02:00</updated><title type='text'>Cuti Nge-Blog dulu ya!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maya minta maaf tuk teman2 blogger yg komen ato yg sekedar nogol di shoutmix coz maya lg gak bisa ngeblog dulu. Lumayan, sebulan maya harus istirahat dari dunia cyber. Ujian akhir udah di depan mata. Maya harus mati2an lulus dgn gelar S1 (Lc) dari Azhar. Andai kalian tau gimana dahsyatnya ujian dsini. Gak ada istilah nyontek, pelampung, ato hal2 yg pnh terjadi di bangku sekolahan di negeri kita. Semuanya ada 14 mata kuliah dgn buku berbahasa arab yg bikin rambut kribo, 2 mata kuliah yg gak lulus berarti....hhhhh...anda harus relain setahun akan berulang kembali alias gak lulus!!!! tidaaaakkkK!!! &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udah y, maya tiba2 jadi ngeri lagi neh, mau belajar lagi. So, mohon maaf klo blm sempat blogwalking. entar y, abis ujian kita bakal cuap2 di blog sepuas-puasnya hehehhe. Tapi yg gak tahan kangen ama Maya, hahaha (geeerrr), silakan ke FB aja, klo Fb bisa seh sekedar balas wall. HARAP MAKLUM^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, sekalian posting award dari teman2 yg baik hati, thanks y, sori baru posting semua, ditumpuk sekalian hahahha^^&lt;br /&gt;pertama dari&lt;br /&gt;&lt;option target="_blank" value="http://kamulagikamulagi.blogspot.com/"&gt;Arie only. awardnya aslinya dibuat mbak Dhana, terus Arie share ke aku^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2XxXKPBJkI/AAAAAAAAALY/V_WMOXl1ISw/s1600-h/hati+mam.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2XxXKPBJkI/AAAAAAAAALY/V_WMOXl1ISw/s320/hati+mam.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2XxbVvDkqI/AAAAAAAAALg/o-7G5A1uWcE/s1600-h/logo+blogger.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="57" kt="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2XxbVvDkqI/AAAAAAAAALg/o-7G5A1uWcE/s200/logo+blogger.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua, dari &lt;option target="_blank" value="http://beccelawo.blogspot.com/"&gt;becce&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2XwxS92rII/AAAAAAAAALI/i6Up3k3tj2c/s1600-h/Mbak+mayyadah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2XwxS92rII/AAAAAAAAALI/i6Up3k3tj2c/s320/Mbak+mayyadah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;ketiga, dari &lt;option target="_blank" value="http://chikalovemusic.blogspot.com/"&gt;chika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2Xw3QFE3aI/AAAAAAAAALQ/6to1Sh-gO9c/s1600-h/Award+Tahun+Baru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2Xw3QFE3aI/AAAAAAAAALQ/6to1Sh-gO9c/s320/Award+Tahun+Baru.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-4833059003060316419?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/4833059003060316419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=4833059003060316419' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4833059003060316419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4833059003060316419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/12/sori-dori-stroberi.html' title='Cuti Nge-Blog dulu ya!'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/S2XxXKPBJkI/AAAAAAAAALY/V_WMOXl1ISw/s72-c/hati+mam.png' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-4036094083072072965</id><published>2009-11-28T22:51:00.001+02:00</published><updated>2009-11-28T23:09:59.743+02:00</updated><title type='text'>Sepotong Kabar Tuk Indonesiaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat aku menulis surat ini, aku masih berada disini, di negeri Piramida. Seperti biasa aku tiba-tiba rindu, rindu akan wangimu ketika gemuruh hari raya membahana dimana-mana. Di Mesir gak ada ketupat sayangku, gak ada bunyi takbir bertalu-talu, gak ada pawai akbar, atau bahkan suara anak-anak kecil yang memamerkan baju barunya. Maukah kamu mengirimkan daun pandan ke negeri seribu menara ini? Haha...pastinya daun itu akan layu sebelum sampai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa kabar Indonesiaku?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku melihat kamu sedang kalut. Meski aku di seberang benua, aku selalu membaca tentangmu, melihat dari sebuah TV online. You know, aku kadang enggan pulang ke pelukanmu. I'm so afraid! Aku sering berpikir benarkah kamu masih memerlukanku ataukah aku masih membutuhkanmu? You know, berapa banyak anak-anakmu yang sekolah susah-payah di negeri seberang, saat mereka memboyong sebuah titel, mereka ramai-ramai meninggalkanmu dan beralih ke negara lain? Aku tak tahu, apakah kamu yang membiarkan mereka lari atau mereka yg tak tahan dgn penderitaanmu?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa kabar Indonesiaku?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disini, entah kenapa musim dingin tak sedingin dulu. Setiap tahun aku merasa dingin itu semakin berkurang. Apa mungkin karena global warning? Kebocoran ozon sudah tak bisa ditolerir lagi? Ah, Indonesiaku, aku yakin kamu juga begitu. Tropismu kini nyaris berubah menjadi neraka keci-kecilan, di kota besar panas, di kota kecil juga panas, di desa...ah..tak ada lagi desa yang dulu...tak ada lagi sejuk itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;So, Indonesiaku, apakah kamu masih kuat bertahan menanti diriku pulang? Sekarang aku sedang mati-matian mengisi bahan bakar untuk ujian tingkat akhirku. Aku terpaksa harus istirahat blogging, netting, and hal-hal yg gak perlu. Kalo aku lulus, aku akan kembali tahun depan. Ya, sayangku, aku adalah orang bodoh yang dgn polosnya masih mau kembali ke desa,&amp;nbsp; aku ingin mengabdi untuk desaku (moga tekadku ini gak basi). Mimpi apa aku bisa ke luar negeri padahal dulu setiap hari aku berlari di pinggiran sawah, berenang di sungai setelah puas memanjat pohon jambu, dan bermain hujan di tengah sapi-sapi yang berkeremun? Wow, it's ah...it's...unbelievable but it's really true! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...&lt;br /&gt;Aku bahagia karena aku kira aku tak sempat menulis surat lagi untukmu. Tapi sekarang, aku telah tiba di akhir isi suratku. Doakan aku, sampaikan salamku pada ayah dan ibuku, sampaikan salamku untuk teman-temanku, dan...ketika aku kembali aku harap kamu masih sudi menyimpankan daun pandan untukku. Haha...just kidding, sayangku. Aku harap kamu baik-baik saja...i really care about U. Semoga kita lekas bertemu kembali...Indonesiaku^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SxGRhVXfQ_I/AAAAAAAAALA/czO_hrNyGVg/s1600/sikembar+diskusi%27.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SxGRhVXfQ_I/AAAAAAAAALA/czO_hrNyGVg/s400/sikembar+diskusi%27.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Lam Rindu Selalu&lt;br /&gt;---MAYA---&lt;br /&gt;100% Indonesian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-4036094083072072965?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/4036094083072072965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=4036094083072072965' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4036094083072072965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4036094083072072965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/11/sepotong-kabar-tuk-indonesiaku.html' title='Sepotong Kabar Tuk Indonesiaku'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SxGRhVXfQ_I/AAAAAAAAALA/czO_hrNyGVg/s72-c/sikembar+diskusi%27.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-5184098361422908457</id><published>2009-11-14T12:08:00.002+02:00</published><updated>2009-11-14T12:11:27.588+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Hati'/><title type='text'>SESUATU YANG DISUKAI TIDAK SELALU BENAR</title><content type='html'>Saya mendpatkan kisah ini di sebuah FB milik teman. Cerita sederhana tapi penuh dgn renungan-renungan kehidupan. Berikut kisahnya:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekelompok anak kecil sedang asyik bermain di dekat jalur kereta api (KA). Jalur pertama adalah jalur kereta yang masih aktif dilalui KA, sedangkan jalur kedua sudah tidak aktif lagi alias tidak terpakai. Hanya ada seorang anak yang bermain di jalur yang TIDAK aktif tersebut, teman-temannya yg lain memilih bermain di jalur yang aktif. Saat mereka sedang asyik bermain, tiba-tiba sebuah KA meluncur dengan cepatnya. Seandainya saja, ANDA&amp;nbsp; kebetulan sedang&amp;nbsp; berada di depan panel persimpangan pengatur jalur&amp;nbsp; kereta, maka apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah anda akan memindahkan jalur kereta tersebut ke jalur tdak aktif sehingga hanya SATU anak yang menjadi korban? Ataukah anda membiarkan kereta itu tetap pada jalurnya yang aktif? Kira-kira apa jawaban anda? Yuk, kita intip jawaban yang tepat utk kasus ini &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/82.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin sebagian besar teman-teman akan memilih memindahkan jalur kereta dan mengorbankan satu anak itu. Pilihan ini kedengarannya memang rasional karena lebih baik mengorbankan SATU orang dibanding mengorbankan org banyak. Namun....kita mungkin tak menyadari satu hal! SATU anak itu berada di jalur yang benar yaitu jalur yang tidak aktif dan itulah tempat bermain yg aman. Selain itu, adilkah jika ia harus menjadi korban karena kecerobohan teman2nya yang lain?&lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/75.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilema seperti ini seringkali kita temukan di kehidupan sehari-hari. Di kantor publik, di panggung politik, dan di arena demokrasi yang kadang mengorbankan MINORITAS demi kepentingan MAYORITAS. PAdahal belum tentu yang MAYORITAS itu berada di pihak yang benar, tidak sedikit dari mereka adalah org2 yang ceroboh, bodoh, dan jelek hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kisah kereta tadi. Jika ANDA memilih tidak memindahkan jalur kereta, maka kemungkinan besar anak-anak yang sedang bermain di jalur aktif itu akan segera berpindah ke jalur yang aman karena mendengar &lt;br /&gt;kereta datang. Namun, jika jalur kereta dipindahkan, maka satu anak itu tidak akan berlari ke jalur lain karena jalur yang ditempatinya memang jalur yang tidak aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang perlu dipikirkan lagi, yaitu alasan ketidakaktifan jalur itu. jalur tidak aktif biasanya dikarenakan adanya kerusakan atau sudah tidak layak lagi untuk dilalui KA. Jadi, jika anda bersikeras memindahkan jalur, maka bagaimana nasib kereta dan penumpangnya kelak? Bisa jadi hal itu akan membahayakan keselamatan seluruh penumpang, padahal tadinya anda tak ingin mengorbankan org banyak bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah! Kadangkala kita harus mengambil keputusan tersulit dalam setiap masalah kehidupan. Sesuatu yang BENAR kadang tidak selalu disukai. Dan sesuatu yg DISUKAI tidak selamanya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAdi, berhati-hatilah mengambil keputusan&lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/11.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-5184098361422908457?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/5184098361422908457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=5184098361422908457' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/5184098361422908457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/5184098361422908457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/11/sesuatu-yang-benar-tidak-selalu-disukai.html' title='SESUATU YANG DISUKAI TIDAK SELALU BENAR'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-7910475739144290899</id><published>2009-11-10T10:34:00.003+02:00</published><updated>2010-09-04T12:19:51.744+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>LUKISAN SENJA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lukisan itu masih terpajang di tempat yang sama seperti lima tahun lalu. Nampak kesepian di dinding bercat ungu yang begitu setia ditempeli olehnya, di atas sebuah kursi goyang usang. Seorang kakek berkacamata sedang duduk di kursi goyang itu, menatap lukisan di hadapannya dengan perasaan yang selalu sama. &lt;a border="0" href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvkgXuNiLpI/AAAAAAAAAK4/tQpYO9XHFWI/s1600-h/kakek.jpg" imageanchor="1" style="float: left; margin: 10px 10px 10px 0px;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvkgXuNiLpI/AAAAAAAAAK4/tQpYO9XHFWI/s200/kakek.jpg" style="float: left; margin: 10px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;Rasa sedih yang membuatnya semakin tua dan renta, nyaris putus asa. Lukisan seorang gadis berambut panjang yang hanya memperlihatkan punggungnya dengan latar senja di tepi danau itu telah membuatnya tak pernah tidur dengan lelap. Gadis itu adalah sosok wanita yang dicintainya, menghilang entah kemana sejak lima tahun lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kek, istirahat yuk, udah jam dua belas,” bujuk seorang wanita muda sambil memijit bahu lelaki tua itu. Sang Kakek mendongak lalu tersenyum menatap cucunya yang selama ini menemani hari-harinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Andai engkau adalah cucu kakek yang pertama…” gumamnya pelan membuat wanita bermata bulat itu terenyuh. Ucapan yang entah sudah berapa kali didengarnya, mengalir dari bibir pucat kakeknya  setiap kali lukisan itu selesai dipandangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kakek! Kenapa Kakek masih berharap dia kembali? Dia takkan pernah kembali, Kek, dia pasti udah punya dunianya sendiri!” protes Meisya, wanita muda itu sambil membantu kakeknya berdiri. “Kakek cuma buang-buang waktu mikirin dia! Kakek kan punya Meisya disini?” Lelaki yang rambutnya tinggal beberapa helai itu hanya terdiam, berjalan terbungkuk menuju pembaringannya. Meisya melepas kacamatanya, menaruhnya di meja kecil di samping tempat tidur. Pura-pura dia memejamkan mata berharap agar cucunya itu segera meninggalkan kamarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu tak pernah mengerti…semua orang tak ada yang mengerti…” bisiknya sesaat setelah pintu tertutup. Airmata pelan-pelan turun di ujung matanya yang sipit membuatnya seakan tak percaya jika dirinya masih sanggup menangis di usianya sekarang. Hal yang paling ditakutkannya adalah mati dalam keadaan sepi, namun wanita di lukisan itu adalah ketakutannya yang lebih besar lagi. Dirinya takut jika waktu tak memberinya&amp;nbsp; cukup umur untuk bertemu kembali dengan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Nihal, pelukis sekaligus wanita di lukisan itu, adalah cucu pertama yang ditimangnya setelah menjadi seorang kakek. Nihal membuat dunianya berubah hijau kembali setelah sepuluh tahun lebih dirinya tak memanjakan seorang anak. Ibu Nihal meninggal setelah melahirkannya, sedangkan Ayahnya lebih banyak mengurus bisnisnya di luar negeri membuat Nihal lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya. Nihal terlahir dengan sebuah anugerah yang unik. Tangan kanannya tak seperti tangan orang lain pada umumnya, jemarinya bukan lima tetapi empat. Ya, empat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kek, kenapa tangan Nihal tak sama dengan tangan Kakek?” Tanya cucunya itu ketika umurnya masih tujuh tahun. Dirinya masih ingat bagaimana perasaannya saat Nihal menanyakan hal itu. Sebagai seorang kakek yang begitu mencintai cucunya, dirinya tak ingin melukai hati anak itu dengan jawabannya yang tak memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena Nihal istimewa, makanya Tuhan ngasih tangan yang istimewa. Kakek berani bertaruh kalau Nihal akan jadi anak hebat dengan tangan itu!” Begitulah jawabannya kala itu, sebuah jawaban yang tak disangkanya akan menjadi sebuah mantra bagi cucunya. Nihal dengan bakat dan nalurinya yang lembut menjelma menjadi seorang pelukis muda berbakat.  Setiap hari seluruh dunia seakan terkesima melihat perkembangan bakat Nihal, setiap saat orang-orang membicarakannya. Kuas seakan melekat pada keempat jarinya, mengikuti tarian imajinasinya. Alam takluk di tangan kanannya, pasrah diabadikan menjadi sebuah lukisan-lukisan menakjubkan, sama menakjubkan dengan keajaiban keempat jari tangan Nihal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenaran membuat dirinya terpaksa tersingkir jauh dari cucunya. Waktu berubah dengan cepat. Setelah beranjak dewasa, Nihal bukan lagi cucunya yang dulu dengan bebas bisa ditimang dan dimanjanya. Nihal telah lepas, terbang kemanapun dia mau, meninggalkan seorang lelaki tua yang semakin hari semakin jarang melihat sosoknya. Dirinya yang menua semakin kesepian sejak istrinya meninggal sebelum Meisya, cucu keduanya lahir ke dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, hujan mengirim petir bersama kilat untuknya ketika menyambut kedatangan cucunya itu setelah berapa lama tak bertemu. Malam yang hingga sekarang masih membekas kuat di memorinya, malam lima tahun yang lalu. Nihal berdiri dengan tubuh basah, bergetar memeluknya. Matanya ingin sekali bertanya, namun tangan Nihal lebih dulu meraih tangannya lalu menempelkannya di atas perut wanita itu. Tahulah dirinya apa yang terjadi, mendadak amarah menggerogoti tulangnya, mengalir melalui darah di tubuhnya saat menyadari tubuh cucunya telah ternoda. Setelah itu sosok Nihal menghilang setelah mendengar serapahnya, serapah yang selalu membuatnya menyesal seumur hidup. Cinta berlebihan telah membuatnya kecewa berlebihan pula dan tanpa sadar mengusir cucucnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lima tahun dirinya tak berhenti menanti dan mencari keberadaan Nihal. Lima tahun itu telah membuat tulang punggungnya tak lagi lurus, matanya tak bisa melihat tanpa kacamatanya, rambutnya berjatuhan, dan hatinya yang selalu diliputi kesedihan. Hanya ada sebuah lukisan yang menjadi obat kerinduannya. Lukisan terakhir cucunya itu didapatinya di studio Nihal yang sengaja ditinggalkan untuk dirinya sehari setalah malam naas itu. Di lukisan itu dirinya bisa menangkap makna kesedihan dari sosok Nihal yang membelakanginya. Sebuah lukisan&amp;nbsp; selamat tinggal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau yang ada di lukisan itu adalah danau yang sering didatangi Nihal bersama dirinya. Danau itu adalah tempat Nihal menikmati kanvas dan kuasnya hingga senja tiba. Nihal akan berhenti melukis dan duduk bersamanya menghadap mentari senja yang keemasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kek, senja itu gak membosankan ya!” kata Nihal yang masih selalu terngiang di telinganya meski waktu begitu cepat berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut cucu kakek, senja itu melambangkan apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm…senja itu kesannya seperti merindukan seseorang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rindu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Kek, senja itu seperti selalu memanggil kita untuk tak bosan menikmatinya. Senja itu gak panas, tapi juga gak dingin, rasanya kita damai dipeluk oleh senja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau gitu kakek mau jadi senja itu, biar cucu kakek bisa terus dirindui oleh kakek! Kemanapun Nihal pergi, senja itu selalu merindukan Nihal untuk datang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan demi percakapan di masa lalu terus mengalun di kepala Sang Kakek. Malam kian larut bersama lamunan-lamunannya, bersama penantian akan dirinya menjadi senja yang berarti sekali lagi. Di atas sana, rembulan menatap pilu dengan sinarnya yang terhalang oleh dedaunan. Rembulan seakan tahu, apa yang kelak terjadi pada lelaki tua yang melawan waktu…&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kairo dingin, jelang setengah November&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-7910475739144290899?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/7910475739144290899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=7910475739144290899' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7910475739144290899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7910475739144290899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/11/lukisan-senja.html' title='LUKISAN SENJA'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvkgXuNiLpI/AAAAAAAAAK4/tQpYO9XHFWI/s72-c/kakek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-6826855488304118832</id><published>2009-11-03T23:45:00.003+02:00</published><updated>2010-09-04T12:20:10.603+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>WAJAH ARTIS-ARTIS ARAB</title><content type='html'>(tulisan bwt refreshing gara2 berita kpk-polri)&lt;br /&gt;Kali ini Maya bakal sharing lagi buat rubrik "ALL ABOUT EGYPT". Hmm...btw, sebenarnya inisiatifnya datang dari &lt;a href="http://www.kamulagikamulagi.blogspot.com/"&gt;si Defri&lt;/a&gt; yg pgn bgt tau wajah org2 Mesir, especially wajah cewek-cewek Mesir yg bikin penasaran cantiknya&lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/40.gif" /&gt;&lt;/a&gt;. Tapi karena maya blm sempat ngumpulin potret cewek2 mesirnya, jadi sebagai gantinya Maya posting ttg artisnya aja dulu. Iyalah, kalo mau liat yg cantik2, kita bakal liat artisnya dulu kan? &lt;br /&gt;Buat teman2 yg rada illfil liat foto2 seksi mereka, eits tunggu dulu! Maya bukannya mau pamerin hal2 yg vulgar, Maya cuman pgn ngasih tau en buka open-minded teman2 kalo sebenarnya artis2 arab itu juga sama seksinya dgn artis2 barat, bahkan kesannya lbh seronok soalnya mereka kan rata2 punya bodi yg gede2 &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/03.gif" /&gt;&lt;/a&gt;, beda dgn artis indonesia yg lbh mungil. Gak peduli muslim ato bukan, artis2 arab juga kelihatannya udah terpengaruh sekali dunia barat, gaya hidupnya juga gak jauh dari pergaulan bebas dll. Apalagi artis yang asalnya dari Lebanon, aduh...jgn tanya deh seksinya. Tapi foto2 yg ada disni udah diseleksi, gak vulgar bangetlah (heheh...biar mata ttp awet). Yuk, ngintip foto2nya!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCaCVcjlhI/AAAAAAAAAJo/4AaudtDWaVE/s1600-h/nancy+lubnan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCaCVcjlhI/AAAAAAAAAJo/4AaudtDWaVE/s320/nancy+lubnan.jpg" width="118" /&gt;&lt;/a&gt;Kalo ini namanya NANCY AJRAM, the most popular Arabic singer! Aslinya dari Libanon. Suaranya juga oke punya. Video klip lagu2nya bisa dikatakan tidak sevulgar perfomance artis2 lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mau liat contoh lagu en video klipnya, cari aja di youtube, ketik judul lagunya: "inta eih", berkisah ttg perasaan wanita yg disakiti kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCa6FbPkqI/AAAAAAAAAJw/hbcr0mCFJeI/s1600-h/angham+egyft.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCa6FbPkqI/AAAAAAAAAJw/hbcr0mCFJeI/s200/angham+egyft.jpg" width="115" /&gt;&lt;/a&gt;Selanjutnya, ada artis dari Mesir bernama ANGHAM. kelahiran 1972, tapi masih terlihat imut2 gitu &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/63.gif" /&gt;.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCbz5YVceI/AAAAAAAAAJ4/Ux3ZJGp2HTM/s1600-h/AHLAM+UAE.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCbz5YVceI/AAAAAAAAAJ4/Ux3ZJGp2HTM/s200/AHLAM+UAE.jpg" width="121" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, kita beralih ke negara UAE, ada artis seksi kelahiran Bahrain, AHLAM. Kalo gak salah nama panjangnya Ahlam Ali Al-Shamsi. Suaranya Bazooka banget &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/33.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, berturut2 ada si keriting MARYAM FARES (libanon), ASALAH NASRI (syiria), en SAMIRAH SAEED (Maroko).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCdqrp2lVI/AAAAAAAAAKA/TlM60hgg3wE/s1600-h/maryam+fares.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCdqrp2lVI/AAAAAAAAAKA/TlM60hgg3wE/s320/maryam+fares.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCd6Lu0oDI/AAAAAAAAAKI/Zfbs-V7oHPQ/s1600-h/ASALAH+NASRI+SYIRIA.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCd6Lu0oDI/AAAAAAAAAKI/Zfbs-V7oHPQ/s320/ASALAH+NASRI+SYIRIA.jpg" width="75" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCeFWhHpKI/AAAAAAAAAKQ/2JF1PaMX_Bs/s1600-h/samira_saeed+MAROKO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCeFWhHpKI/AAAAAAAAAKQ/2JF1PaMX_Bs/s200/samira_saeed+MAROKO.jpg" width="112" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah, ada juga yg gara2 jadi artis, gak nikah2 sampe udah nenek2 kayak SABAH (usianya lebih tua dari usia kemerdekaan indonesia, 1927!!!). Tapi suaranya, wow, masih berkualitas!&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCeimQXLRI/AAAAAAAAAKY/rSSKi0tjAOE/s1600-h/sabah.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCeimQXLRI/AAAAAAAAAKY/rSSKi0tjAOE/s320/sabah.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalo artis2 cowoknya juga keren2 loh, dominasinya sih dari Mesir. Ada TAMER HOSNY si anak mami yg suaranya cool bgt, trus AMRU DIAB, en AMR MOSTAFA yg paling popular karena menjadi the first Egyptian singer for FIFA (piala U-20 2009). Katanya si Amru Mostafa ini mirip ama Iwan fals, pintar gitar juga, mukanya juga rada2 mirip :D&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCfVZGzaZI/AAAAAAAAAKg/xmu1h0-xKHc/s1600-h/tamer_hosny.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCfVZGzaZI/AAAAAAAAAKg/xmu1h0-xKHc/s200/tamer_hosny.jpg" width="143" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCfZzUze7I/AAAAAAAAAKo/o-v7CRM11tk/s1600-h/amru+diab.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCfZzUze7I/AAAAAAAAAKo/o-v7CRM11tk/s320/amru+diab.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCfqizMH0I/AAAAAAAAAKw/NiOO0jT7QxI/s1600-h/AMR+MOSTAFA+EGYFT.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="127" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCfqizMH0I/AAAAAAAAAKw/NiOO0jT7QxI/s200/AMR+MOSTAFA+EGYFT.jpg" width="117" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;So, guys, menurut kalian apa ciri khas wajah artis Arab tadi? Hidung mancung? Mata indah? heheh...terserah deh, Maya udah capek nih, see u! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-6826855488304118832?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/6826855488304118832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=6826855488304118832' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6826855488304118832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6826855488304118832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/11/wajah-artis-artis-arab.html' title='WAJAH ARTIS-ARTIS ARAB'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SvCaCVcjlhI/AAAAAAAAAJo/4AaudtDWaVE/s72-c/nancy+lubnan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-6022339167019162382</id><published>2009-10-25T18:53:00.002+02:00</published><updated>2009-10-25T19:19:16.776+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Hati'/><title type='text'>PELANGI   PERBEDAAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.arts.yorku.ca/sosc/buso/degree/images/social.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://www.arts.yorku.ca/sosc/buso/degree/images/social.jpg" style="margin-top: 10px;" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;Andai pelangi hanya satu warna, apakah akan tetap indah di mata pengagumnya? Andai langit hanya menerima bintang tanpa ada bulan, mentari, atau awan, apakah tetap menjadi langit yang menakjubkan? Dan andai di dunia ini hanya ada manusia yang bermata sipit dan berkulit putih, apakah dunia ini tak berubah menjemukan? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di balik keanekaragaman warna manusia itu ada sebuah hikmah yang bernama “rahmat”.  Perbedaan yang tidak membuat satu lingkaran ekslusif nan picik. Perbedaan yang tidak membuat manusia terkotak-kotakkan. Perbedaan yang dapat menyulap warna-warna menjadi rangkaian pelangi dinamika yang indah sebagaimana alam mengajarkan kita. Prularitas yang menyalurkan energi dan sinergi positif, menyempurnakan kekurangan dengan memetik kelebihan masing-masing, bukan malah sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya berbeda itu indah, teman! Bukankah manusia diciptakan bersuku-suku, berbeda ras dan wataknya agar muncul sikap terbuka untuk saling mengenal dan menjadi berbudaya? Itu adalah sebuah fitrah yang tak terbantahkan, mates! &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, manusia dengan segala khilaf dan lemahnya sering terjebak ke dalam jurang egoisme, sukuisme dan embel-embelnya. Ketika amarah menjadi raja, manusia tak lebih dari seutas pita koyak tanpa warna. Persatuan hancur berantakan hanya dengan satu tikaman provokasi dan adu domba (dari manusia akhirnya jadi domba hina, aduh!). &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Alam yang begitu beragam juga mengalami berbagai perubahan baik melalui bencana tak henti-henti ataupun evolusi, seperti halnya kondisi masyarakat majemuk yang tak sepi konflik. Kita hanya butuh kembali bercermin pada Sang Garuda yang selama ini sekedar pajangan di dinding-dinding. Lihatlah cengkramannya pada pita bertuliskan Bhineka Tunggal Ika itu! Cengkraman yang kuat dan tak mudah goyah. Jangan-jangan kita telah lupa kalau kepalanya menoleh ke kanan. Ke kanan dan bukan ke kiri! Ya, kita hanya perlu belajar untuk melihat sisi-sisi yang baik (positif) saja...semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-6022339167019162382?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/6022339167019162382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=6022339167019162382' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6022339167019162382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6022339167019162382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/10/pelangi-perbedaan.html' title='PELANGI   PERBEDAAN'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-2301850941525617452</id><published>2009-10-20T11:30:00.003+02:00</published><updated>2009-10-20T11:43:27.212+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BeHind ThE SToRy'/><title type='text'>BEhind De Story "Anak-anak Pulau"</title><content type='html'>&lt;div style="color: white; text-align: justify;"&gt;Karena peminat cerpen Anak-Anak Pulau lumayan juga, bahkan ada yang sampai nanya2 kalo Maya anak pulau beneran apa bukan heheh. BTW, yg belum baca cerpen Anak-Anak Pulau bisa aja lgsung baca behind the story ini, tapi lebih okenya baca dulu deh cerpennya &lt;a href="http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/10/anak-anak%20pulau.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: justify;"&gt;Jadi ceritanya, Maya punya Bapak (ya iyalah...masa' lahir tanpa bapak sih? hahah), trus bapak Maya lahirnya di sebuah pulau kecil...jauuuuuhhhh..banget dari kota. Letaknya di jawa timur, sumenep. Dari sumenep ambil feri sehari semalam baru deh nyampe pulau itu. Trus, lucunya nih, pulau itu namanya MASALEMBU, padahal lembu kagak ada di pulau itu wkwkwkwkkw. &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/77.gif" /&gt;&lt;/a&gt;. CAri di peta deh, kalo kagak percaya!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: justify;"&gt;Lucunya lagi, di dekat pulau itu ada sebuah pulau lebih kecil lagi namanya MASAKAMBING &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/10.gif" /&gt;&lt;/a&gt; (aduh, jgn ketawa gitu dunk, maya gak bohong!). Tapi maya belum pernah ke pulau itu, katanya kalo nyebrang harus ngelawan ombak besar hiiii.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, terakhir Maya kesitu pas masih Aliyah kelas berapa yah..udah lupa, mungkin udah lebih 6 tahun maya gak pernah kesana lagi. Pulau itu berkesan banget buat Maya, maklum, daerah pantai selalu bikin perasaan romantis en tenang, jadi Maya betah disana. Tapi, sayangnya, seperti yg maya tulis di cerpen, pulau itu udah gak perawan lagi . Karang2nya udah terkikis, pantainya udah semakin mendekati jalan-jalan penduduk, dan lautnya tak lagi seindah dulu. &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/81.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini maya gak tau kabar pulau itu lagi, apa masih pake dinamo kalo mau hidupin lampu apa sudah ada listrik. Tapi satu hal yang maya selalu ingat, maya bisa makan ikan segede orang hanya di pulau itu...&lt;br /&gt;So, maya bikin cerpen ANAK_ANAK PULAU karena tiba-tiba rindu akan pulau itu. See u in the next behind de story! &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img alt="MySpace" border="0" emoticons="" src="http://www.laymark.com/i/o/60.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-2301850941525617452?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/2301850941525617452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=2301850941525617452' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/2301850941525617452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/2301850941525617452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/10/behind-de-story-anak-anak-pulau.html' title='BEhind De Story &quot;Anak-anak Pulau&quot;'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-6919303962325496582</id><published>2009-10-15T19:11:00.004+02:00</published><updated>2010-09-04T12:20:56.423+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>ANAK-ANAK PULAU</title><content type='html'>&lt;i&gt;Cerpen ini adalah salah satu pemenang LMC Wihdah Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Debur ombak masih sama seperti sepuluh tahun lalu, ketika tanganku masih terlalu kecil untuk membentuk garis memanjang di atas pasir pantai. Sapaan angin yang dikirim lewat tarian kemayu pohon Nyiur, diiringi gelak tawa beberapa anak-anak nelayan di kejauhan juga masih seperti dulu.  Mercusuar di atas bukit masih tegak berdiri, menyambut dengan cahayanya yang berputar-putar seperti bayangan baling-baling helikopter.  Sampan-sampan kecil tanpa cat yang tak berubah kecuali pemiliknya, jika dulu Ayahnya, mungkin sekarang nelayan-nelayan itu adalah anak atau saudaranya. Garis nasib yang tak begitu jauh berbeda dari generasi ke generasi. Termasuk aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rantau…ayo balik, air sudah pasang!" Teriak Emak yang berdiri di dekat sebuah kapal kayu besar yang hampir selesai dirakit.  Hari ini, hari Jum'at, seperti biasa aku tak melaut. Untunglah,  hasil tangkapan ikan kemarin sudah cukup untuk makan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Basri kemana, Mak?" tanyaku sambil membantu Emak membawa jala yang sudah dibersihkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biasalah, Rantau, adikmu yang satu itu tak mau ketinggalan sinetronnya Mak Lampir." Aku tergelak dalam hati membayangkan Basri dan teman-teman sebayanya yang lain memelototi layar televisi paling besar di pulau ini. Televisi duapuluh inchi yang hanya dimiliki Pak Haji Romli, juragan kapal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau &lt;i&gt;Massalembu&lt;/i&gt; ini, bertahun-tahun sudah kami tak merasakan yang namanya listrik. Hanya sebuah mesin diesel yang diisi solar dengan suranya yang meraung-raung, bertanding dengan suara tawa Mak Lampir. Saat bahan bakarnya habis, anak-anak akan berteriak penuh kesal karena televisi mati tepat di saat adegan sedang seru-serunya. Jika pagi hari tiba, aku dan Basri saling menertawai karena mendapati wajah hitam akibat asap dari pelita yang dipakai di malam hari. Lampu gas satu-satunya hanya dipakai Emak ketika ada tamu di rumah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi derak bambu terdengar ketika aku dan Emak menaiki tangga rumah panggung kami. Bambu boleh dikata nyawa kedua kami setelah laut. Tangga rumah, perabot dapur, kursi, rumah tambak, bubu' dan perkakas lainnya semuanya hasil rakitan bambu.  Di bawah bukit, tempat mercusuar itu berdiri, terdapat hutan bambu yang terkenal dengan nama Hutan Dermawan. Nama itu muncul bukan karena tanah itu milik Pak Dermawan, karena di pulau ini tak ada orang yang punya nama sebagus itu, tapi karena bambu-bambu disitu tak bertuan, siapapun boleh mengambilnya secara gratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mak…" panggilku setelah kulihat Emak selesai mencuci piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Rantau? Kenapa keningmu berkerut begitu, kamu seperti sedang memikirkan  soal sulit dari sekolah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan, Mak…" Jawabku. Aku menghela nafas menunggu Emak memperbaiki posisinya yang berbaring di atas pahaku. Aku memainkan rambut Emak yang memutih dan seperti kesukaannya, aku memijit-mijit kepalanya yang beraroma minyak kelapa bercampur wangi jeruk nipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rantau ingin ke Malaysia, Mak!" Tanganku berhenti beraktivitas saat kulihat air muka Emak terkejut mendengar ucapanku barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak salah kau bicara, Rantau? Buat apa kau ke Malaysia, disana kau hanya menjadi anak terlantar! Kau lihat Si Enong itu, badannya hampir hancur baru pulang, itupun dia sudah setengah waras setengah gila!"  Aku terdiam membenarkan cerita itu. Di pulau ini, tak terbilang sudah berapa orang yang berduyung-duyung meninggalkan pulau menuju ke negeri Jiran. Diantara mereka ada yang pulang dengan ringgit-ringgit bergemerincing lalu kemudian membangun rumah batu besar. Adapula yang tak pulang hingga beranak-cucu, hanya mengirim uang untuk keluarga yang ditinggalkan. Sebagian mereka berubah sejahtera, namun tak sedikit yang harus berakhir seperti Enong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mak, saya kan beda, saya bisa membaca dan berhitung, tentunya saya bisa dapat pekerjaan lebih baik dan uang banyak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama saja, Rantau. Kalaupun kamu berhasil, Mak yakin kamu tak akan kembali lagi…" Ujar Emak bergetar. Ada keperihan yang aku tangkap dari matanya. Ada kepingan masa lalu yang berkelebat mendadak, membuncah bersama hela nafas yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan mencari Bapak…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan kau sebut-sebut lagi orang itu!!! Sejak dua tahun yang lalu, kamu dan Basri sudah yatim, Nak, ingat itu!"  tukas Emak yang bangkit berdiri dengan matanya yang penuh amarah. Aku menggigit bibir, menyesal dengan ucapanku tadi, tak kusangka Emak akan semarah itu. Angin menembus selusur jendela, membuat cahaya pelita bergoyang-goyang. Aku belum sempat berucap apa-apa ketika Emak menghilang dari hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termenung, bermain dengan pikiranku sendiri. Dulu, cerita tentang namaku selalu kudengar hampir setiap malam. Sambil memainkan rambut Emak yang panjang, cerita itu akan keluar dari mulut Emak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa namaku Rantau, Mak?" tanyaku waktu itu. Aku masih belum bisa melap ingusku dengan bersih waktu itu, sedangkan adikku Basri  masih merah.&lt;br /&gt;Rantau adalah nama pemberian Bapak dengan harapan aku dapat merantau keluar pulau kecil ini untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Tak terhitung sudah berapa generasi keturunan Emak dan Bapak yang sudah menjadi bagian dari sejarah pulau ini. Tak heran, jika Bapak menginginkan sebuah perubahan. Itu dimulai tatkala Bapak berkenalan dengan orang-orang asing berjas hitam dengan sepatu mengkilap. Mereka adalah pengusaha berhati tamak yang ingin mengeksploitasi kekayaan pulau yang konon memiliki sumber minyak bumi. Mereka datang dengan helikopter yang getarannya membuat padang rumput di bukit kami terpaksa layu. Mereka memberi para nelayan benda bulat aneh yang bisa meledak, namun ikan-ikan akan tertangkap dengan cepat. Karang-karang dan terumbu laut kami yang dulu indah kini nyaris hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pak Haji Romli pulang dari Malaysia, mendadak orang-orang itu pergi setelah orang-orang sepulau jengah dan mengusir mereka. Ya, orang-orang berkelas itu memang pergi, tapi jejaknya masih ada. Orang-orang mendadak sadar bahwa ada kehidupan lain di luar pulau. Mereka ingin memakai jas dan sepatu mengkilap serta paham bahasa Inggris seperti Haji Romli dan orang-orang berkelas itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah-payah Bapak memaksaku masuk sekolah miskin di pulau ini. Aku tak tahu alasannya, kenapa Bapak tiba-tiba ikut rombongan perantau ke Malaysia, dua hari setelah Basri lahir. Yang aku tahu, malam sebelum Bapak berangkat, Emak menangis tersedu-sedu sambil menyusui Basri. &lt;br /&gt;S&lt;br /&gt;epuluh tahun berlalu dan usiaku telah genap tujuh belas tahun, Bapak pun tak terdengar beritanya. Emak yang putus-asa menunggu, penuh emosi menghapus nama Bapak sejak dua tahun lalu. Wajah seorang Ayah lambat-laun hilang dari memori kanak-kanakku. Aku terpaksa mengikuti garis takdir, menjadi anak pulau yang bermata-pencaharian sebagai nelayan. Aku, Basri, dan puluhan anak pulau lainnya yang terkadang bermimpi tentang negeri kaya di seberang sana, namun terpaksa harus kami kubur dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rantauuuuu!!!"  suara Wak Siah mengejutkanku setengah mati. Kulihat suluh yang dibawanya berkelap-kelip dari jauh. Aku menuruni tangga dengan terburu-buru, menyambut Wak Siah, tetangga rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jalil ada di rumahmukah? Tadi dia pamit pergi bersama Basri." Tanya Wak Siah cemas. Aku menggeleng heran, bukannya Basri pergi ke rumah haji Romli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wak sudah tengok ke rumah Pak Haji?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada, Rantau! Pak Haji pergi menyeberang ke selatan, rumahnya kosong!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah?!"  Aku terkejut dengan degup jantung hampir berhenti. Kalau begitu Basri kemana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo, Wak, kita cari sama-sama!" Ajakku setelah mengambil suluh. Di belakang pasar, tepatnya di pinggir pantai sebelah timur, kami bertemu dengan Pak Komar. Dia juga mencari keponakannya yang tak pulang-pulang. Perasaanku bertambah kacau. Firasat buruk mulai menghantui pikiranku. Gerimis mulai turun pelan-pelan. Bunyi deru ombak menghantam karang membuat malam itu semakin menggelisahkan kami bertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa mungkin di pelabuhan ada pertunjukan sulap, Pak Komar?" Tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak mungkinlah, Nak, cuaca sedang tidak bagus. Saya sudah kesana, tapi tak ada salahnya kita ke pelabuhan sekali lagi," ajak Pak Komar dengan peluh bercampur basah rintik hujan. Suluh kami padam. Untungnya Pak Komar punya senter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Basriiii!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jaliiilll!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ipuuuunn!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oiii...kalian dimana???" Kami berteriak bersahut-sahutan menyisir pelabuhan. Badanku mulai menggigil kedinginan. Wajah Emak yang menungguku terbayang di benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian mencari Jalil?" tanya seorang pemilik kapal dari pulau seberang yang muncuk dari dek kapalnya karena mendengar teriakan kami. Kami mengangguk bersamaan berharap ada harapan yang memuaskan dari orang itu. Namun kami tak menyangka, jawaban yang keluar dari mulut orang itu justru bagai suara guntur di telinga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian tidak tahu? Tadi pagi ada broker keturunan Arab yang datang ke pulau, dia mencari anak-anak untuk dipekerjakan di Malaysia. Sehabis magrib tadi saya lihat Jalil dan beberapa anak lainnya ikut serta ke kapal broker itu…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendi lututku lepas bersama tubuhku yang tersungkur ke tanah. Wak Siah pingsan di kerumunan orang-orang pelabuhan. Wajah polos Basri memenuhi kekalutanku, Basri yang begitu terbius jika mendengar cerita tentang Bapak. Bayangan Emak muncul di mataku menggantikan wajah Basri, Emak yang sabar dan berharap anak-anaknya tak ada yang mengikuti jejak ayahnya! Apa yang nantinya harus kukatakan pada Emak sepulangku nanti? Badanku menggigil keras. Aku tergugu menatap bumi, hujan pun turun semakin deras, sederas tangisanku. &lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-6919303962325496582?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/6919303962325496582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=6919303962325496582' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6919303962325496582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6919303962325496582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/10/anak-anak-pulau.html' title='ANAK-ANAK PULAU'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-3474946644279282614</id><published>2009-09-28T23:12:00.000+02:00</published><updated>2009-09-28T23:12:23.353+02:00</updated><title type='text'>Sayonara untuk 15 hari!</title><content type='html'>Maya memohon maaf sejuta maaf, sori dori stroberi heheh, ingin sekali rasanya meluapkan isi otak untuk membentuk sungai cerita, tapi....ah! &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Maya mo lenyap dari dunia per-blogspot-an sejenak. kurang lebih 15 hari! whaddup, Maya??? the reason why is,,,aduh susah dijelasin, seperti sebuah rumus fisika! intinya maya minta maaf jika belum sempat balas komen, blogwalking, dan keep in touch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo mau tetap keep communication, add maya di FB aja, kalo di FB maya insya Allah masih sering buka^^...&lt;br /&gt;oke, fren, sayonara untuk 15 hari! i'll miz yu ol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-3474946644279282614?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/3474946644279282614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=3474946644279282614' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3474946644279282614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3474946644279282614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/sayonara-untuk-15-hari.html' title='Sayonara untuk 15 hari!'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-388311721743111534</id><published>2009-09-20T01:18:00.009+02:00</published><updated>2009-09-28T23:07:02.798+02:00</updated><title type='text'>Met Lebaran!</title><content type='html'>&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i33.tinypic.com/2ztfsx3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-388311721743111534?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/388311721743111534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=388311721743111534' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/388311721743111534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/388311721743111534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/met-lebaran.html' title='Met Lebaran!'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i33.tinypic.com/2ztfsx3_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-982330351842846692</id><published>2009-09-11T02:28:00.004+02:00</published><updated>2010-06-18T00:18:43.441+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>TerNyata Mesir Itu...</title><content type='html'>Apa yang pertama kali muncul ketika kalian mendengar kata &lt;b&gt;Mesir&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Kairo&lt;/b&gt;, atau &lt;b&gt;Negeri Piramida&lt;/b&gt;?? Mungkin berbagai image akan muncul di pikiran teman-teman. apalgi kalau melihat picture sungai nil di header Maya, mungkin kalian akan bilang "ah, indahnya mesir" atau mungkin "Mesir bersih ya" dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu juga sebelum maya menginjakkan kaki di bumi Para Nabi ini, begitu banyak kesan indah yang Maya bayangkan, mungkin terpengaruh sama novel Ayat-Ayat Cintanya Kang Abik hehehe...Tapi nyatanya hayalan Maya yg indah akhirnya pecah berkeping2 hahah,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kali ini Maya akan menampilkan &lt;b&gt;gambar-gambar&lt;/b&gt; tentang sudut kota di Mesir yang jarang diekspose orang. Oke, are u ready, guys? heheh,,meluncurrr ke TKP!!!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mesir juga bisa banjir, bukan karena hujan (hujan setahun sekali kaleee), tapi karena saluran airnya lagi eror jadi airnya meluap keluar (saluran airnya di bawah tanah gt).&amp;nbsp; hmm,,liat deh&amp;nbsp; mobil taksinya kuno bgt y^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmSZIQvNOI/AAAAAAAAAHQ/K35OYn67iHk/s1600-h/taxi+mesir.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmSZIQvNOI/AAAAAAAAAHQ/K35OYn67iHk/s400/taxi+mesir.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Dimana2 ada kedelai eh salah,,KELEDAI&amp;nbsp; hahahha,,,di jalan utama sampai di kafe2 ihhhhhh! &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmSifUAy9I/AAAAAAAAAHY/cSfXzKlWxCA/s1600-h/CRIM0004_New1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmSifUAy9I/AAAAAAAAAHY/cSfXzKlWxCA/s400/CRIM0004_New1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmT_-JbM1I/AAAAAAAAAIA/P3Osc-C3Pi0/s1600-h/cafe-keledai.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmT_-JbM1I/AAAAAAAAAIA/P3Osc-C3Pi0/s400/cafe-keledai.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Mo mobil panser, mo mobil tukang, haha,,semuanya campur-aduk tanpa aturan^^,,,BTW,,liat bangunan bentuk piramid itu? itu makamnya Anwar Sadat, mantan presiden Mesir yang mati tertembak. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmSsbwUpKI/AAAAAAAAAHg/it1iTI0PPqQ/s1600-h/IMG_3868.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmSsbwUpKI/AAAAAAAAAHg/it1iTI0PPqQ/s400/IMG_3868.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini dia yang unik, kalau Ramadhan tiba, dimana2 kita bisa temui tempat buka gratis yang disebut &lt;b&gt;Maidaturrahman. &lt;/b&gt;Menunya pake daging, nasi minyak, sama salad biasanya. Tapi, gak pede kalo yg dominasi org2 mesir berjubah gini hihii&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmS5uEu5DI/AAAAAAAAAHo/a41L3XrqO2Y/s1600-h/ma%27idah+rahman.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmS5uEu5DI/AAAAAAAAAHo/a41L3XrqO2Y/s400/ma%27idah+rahman.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Wah, ada antri air bersih juga hahha,,, &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmTHLlBRTI/AAAAAAAAAHw/l7UEsPqqmDE/s1600-h/CRIM0008.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmTHLlBRTI/AAAAAAAAAHw/l7UEsPqqmDE/s400/CRIM0008.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;ataupun antri loket di kuliah soalnya belum sistem komputerisasi seh alamaaakkkk,,,,,antrinyaaaaa &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmTVeC7ucI/AAAAAAAAAH4/iVOlGUNFhHY/s1600-h/tobur+ijra%27at.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmTVeC7ucI/AAAAAAAAAH4/iVOlGUNFhHY/s400/tobur+ijra%27at.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Kalo yang ini nih, ehem,,gedung kuliah Maya (al_azhar),,hiks,,,kuno dan jadul, serasa di abad sebelum masehi hahahah &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmUt07mO4I/AAAAAAAAAIQ/Rv1JDrZekE4/s1600-h/DSC04724.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmUt07mO4I/AAAAAAAAAIQ/Rv1JDrZekE4/s400/DSC04724.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmUbkGV9jI/AAAAAAAAAII/RLAspQFUKlo/s1600-h/mabna%27+jadid+%28kuliah+dirasat+islamiyah%29.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmUbkGV9jI/AAAAAAAAAII/RLAspQFUKlo/s400/mabna%27+jadid+%28kuliah+dirasat+islamiyah%29.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmVA7796WI/AAAAAAAAAIY/qXn5_Jf0X6o/s1600-h/S5030533.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pliss, jgn liat gedung orange itu, bukan itu yg Maya ingin tunjukin. Coba deh perhatikan mobil2 itu,,rata2 keluaran 70-an kaleee,,,Aseli deh, org Mesir itu gak kenal istilah gengsi, ponsel zaman baheula aja mereka pake pede2 aja^^&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmVS6tmKiI/AAAAAAAAAIg/JjTUyGH-h4o/s1600-h/DSC04934.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmVS6tmKiI/AAAAAAAAAIg/JjTUyGH-h4o/s400/DSC04934.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahha,,sudah ah, Maya kok ketawa sendiri di tengah malam buta,,,&lt;br /&gt;So, what do you think, guys???? Egypt is.....(isilah titk-titiknya dengan baik dan benar heheh). C U in the next ALL ABOUT EGYPT :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-982330351842846692?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/982330351842846692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=982330351842846692' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/982330351842846692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/982330351842846692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/ternyata-mesir-itu.html' title='TerNyata Mesir Itu...'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqmSZIQvNOI/AAAAAAAAAHQ/K35OYn67iHk/s72-c/taxi+mesir.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-1379012927276184495</id><published>2009-09-08T17:30:00.001+02:00</published><updated>2009-09-08T17:31:02.528+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Hati'/><title type='text'>Manusia-Manusia Blogger</title><content type='html'>Ada dunia lain disini (pastinya bukan dunia ghaib hahah). Ada manusia-manusia yang berbeda di dunia virtual ini. Boleh jadi semua yang kau temui adalah MAYA, tapi tidak manusianya, mereka bukan MAYA, mereka ADA dan NYATA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam realita, manusia-manusia inipun memiliki warnanya masing-masing. Ada hitam, ada putih, ada dollar, ada rupiah (kok???)). Ada yang mengais rezeki namun tetap rendah hati, tukar link bagi mereka adalah silaturrahmi sekaligus sumber datangnya rezeki. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang bertopeng "page rank mania", mencari teman hanya sekedar menaikkan page rank. Setiap hari dia akan berkata "i luv u, ALEXA...". Linknya ngotot dipasang, jgn harap dia memasang linkmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi si penulis sejati. Penanya terus mengukir kata demi kata, kalimat tanpa henti, meski tak satupun datang memberi komentar. Dia acuh, baginya blog adalah dunia ideallismenya untuk mengukir sejarah lewat tulisan-tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit pula yang menjadi penyair virtual. Cinta tak sampai, cinta bersemi, cinta jarak jauh, cinta ini, cinta itu,,,,(ternyata cinta itu bnyk ya). semuanya diluapkan, menganak sungai seperti tangisnya di depan monitor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru tersadar, seperti baru saja terjadi, aku bertanya apakah aku termasuk diantaranya???&lt;br /&gt;Manusia-Manusia Blogger, jangan buatku hilang dalam realita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-1379012927276184495?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/1379012927276184495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=1379012927276184495' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/1379012927276184495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/1379012927276184495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/manusia-manusia-blogger.html' title='Manusia-Manusia Blogger'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-4338546350708944766</id><published>2009-09-08T00:34:00.025+02:00</published><updated>2010-03-06T14:35:00.122+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT EGYPT'/><title type='text'>Potret Sungai Nil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara the most popular river in the world, sungai nil adalah salah satunya. Nah, kalau Amazon sebagai sungai terlebar atau terluas, maka Nil merupakan sungai terpanjang di dunia. Banyak yang menyangka bahwa sungai Nil adalah sungai milik Mesir saja, padahal aslinya, Nil mengaliri 9 negara loh. Waah,,,panjang sekali ya! Mungkin karena Nil tersebut bermuara di Mesir, dan peradaban Mesir tak lepas dari adanya sungai Nil, maka seakan-akan sungai Nil ini identiknya hanya dengan Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Coba alihkan pandangan teman-teman ke picture di header blog ini, nah itu salah satu sudut Nil yang bisa kita saksikan. Kalau teman-teman hanya sempat melihat sungai Nil di film-film seperti KCB (Ketika Cinta Bertasbih), atau filmnya Cleopatra, dll, sekarang kalian bisa menikmati potret Nil seutuhnya. Nah, kebetulan Maya mau mengajak teman-teman menikmati panorama Nil, mumpung Maya masih di Negeri Piramida ini.  Let's go, mates!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau di Kairo, biasanya kita menyusuri sungai Nil dengan perahu mesin, umumnya dua tingkat. Tuh, perahunya sudah menunggu kita, ayo cepetan!&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWLOJduZ9I/AAAAAAAAAFw/e_6x1rNUuT0/s1600-h/DSC01418.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWLOJduZ9I/AAAAAAAAAFw/e_6x1rNUuT0/s400/DSC01418.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaliknya nih, waktu Maya jalan-jalan ke pelosok Mesir yang namanya Luxor (the city of temple), Maya harus naik perahu layar untuk menikmati sungai Nil. Namanya &lt;i&gt;fuluuka&lt;/i&gt; yang artinya berperahu-perahu. Tegang dan seru, soalnya prerahunya hanya mengandalkan angin dan tarikan layar. Kita harus rela kecipratan air sungai atau oleng kiri-kanan hehe...&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWMKULnAVI/AAAAAAAAAF4/3NFAig8gWi0/s1600-h/DSC06850.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWMKULnAVI/AAAAAAAAAF4/3NFAig8gWi0/s400/DSC06850.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssst,,,Cici (temannya Mama Maya)lagi hayalin apa ya? hehe,,,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wah, si Azka juga tak mau ketinggalan untuk belajar jadi pelayar sama awak perahu yang "afrika" banget hahah,,&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWNLnb7R4I/AAAAAAAAAGA/nfGq79AyqJQ/s1600-h/DSC06857.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWNLnb7R4I/AAAAAAAAAGA/nfGq79AyqJQ/s400/DSC06857.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWNR62pQDI/AAAAAAAAAGI/6FTOVT85WDE/s1600-h/DSC06866.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWNR62pQDI/AAAAAAAAAGI/6FTOVT85WDE/s400/DSC06866.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa panorama yang bisa kita lihat sepanjang tepi sungai Nil, ada vila-vila yang unik, jembatan "QANATIR", pabrik-pabrik, gunung luxor tempat orang2 mencari "ALABASKA" atau batu pualam, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWPGD-KJxI/AAAAAAAAAGY/2JTXuL3yqc4/s1600-h/DSC01484.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWPGD-KJxI/AAAAAAAAAGY/2JTXuL3yqc4/s400/DSC01484.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWTAkK6UHI/AAAAAAAAAGg/p8TXyc2-1zQ/s1600-h/DSC01483.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWTAkK6UHI/AAAAAAAAAGg/p8TXyc2-1zQ/s400/DSC01483.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWTJ3pUDCI/AAAAAAAAAGo/1KprrZSFZtc/s1600-h/DSC01463.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWTJ3pUDCI/AAAAAAAAAGo/1KprrZSFZtc/s400/DSC01463.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWTuS4Q9sI/AAAAAAAAAGw/HRiqfkd6Hfw/s1600-h/DSC01435.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWTuS4Q9sI/AAAAAAAAAGw/HRiqfkd6Hfw/s400/DSC01435.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWUYFEWiRI/AAAAAAAAAG4/JNJ-wNBkKF8/s1600-h/DSC06851.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWUYFEWiRI/AAAAAAAAAG4/JNJ-wNBkKF8/s400/DSC06851.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And..when the sun said goodbye to world...Nil akan semakin cantik^^&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWVQthLF1I/AAAAAAAAAHA/t5BqN8aVXWQ/s1600-h/DSC06818.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWVQthLF1I/AAAAAAAAAHA/t5BqN8aVXWQ/s400/DSC06818.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWVRWyolBI/AAAAAAAAAHI/6O0zgh6WLQk/s1600-h/nile+mlm+hari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWVRWyolBI/AAAAAAAAAHI/6O0zgh6WLQk/s400/nile+mlm+hari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, what do you think? I was so tired today, see you in the next travelling in EGYFT!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-4338546350708944766?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/4338546350708944766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=4338546350708944766' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4338546350708944766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4338546350708944766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/diantara-most-popular-river-in-world.html' title='Potret Sungai Nil'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqWLOJduZ9I/AAAAAAAAAFw/e_6x1rNUuT0/s72-c/DSC01418.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-192391327362261519</id><published>2009-09-05T03:50:00.005+02:00</published><updated>2009-09-06T16:15:40.794+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BeHind ThE SToRy'/><title type='text'>Sahabatku Itu Bukanlah Ilalang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Started from now, i wanna create a new category namely "Behind the Story". The title was inspired by "behind the scene" of some films heheh...I thought it'll be great if my mates read my short story (cerpen) and how that story appeared at all once. But, because my english isn't as good as you, i will write it in bahasa campursari (hehe,,mixed language kali inggrisnya). moga aja, suatu waktu, i could write it with full-english (coz i love u full..hehe..disconnect neh).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ok, kita mulai dari cerita "BUKAN ILALANG". udah baca belum, yg belum &lt;a href="http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/08/bukan-ilalang.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerpen BUKAN ILALANG ini berawal dari kisah pertemuanku dengan seorang sahabat setelah tiga tahun berpisah. Namanya simpel, MINA. Tapi ternyata perjalanan hidupnya serta kepribadiannya tak sesimpel namanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kami berteman jauh sebelum aku berteman dengan kalian, sejak kelas satu SD.  Boleh dikata, dia adalah sahabat saya yang melewati begitu banyak memori. Saya rangking satu, dia rangking dua, saya pintar bahasa, dia jago exact science, saya masuk pesantren juga bersamanya, ibuku ibunya, ayahku ayahnya, begitulah. Hobi kami sama. Guru yg kami benci sama. Banyak samanya deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal lahir kami pun hanya beda satu hari. saya tanggal 20, dan dia 21. Dan Allah pun menakdirkannya menikah sepuluh hari sebelum saya menikah. Tapi, takdir kami ternyata amat berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berubah,,ya,,,dia berubah. Bukan Mina yg kukenal dulu. Pernikahannya diwarnai rumor yang kudengar diantara bilik-bilik dapur dan ruang tamu. Biasa, orang kampung kalau kumpul, aib orang dikupas satu2. Aku teriris, miris. DIa (mungkin...) MBA married by accident)!!! Saya tak percaya, tapi matanya tak dapat menyembunyikannya ( saya telah mengenalmu berapa tahun Mina, saya bisa membaca matamu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi baju pengantinnya. Baju adat kebanggaannya. Saya kemudian keluar, menjauh dari kamar hiasnya, aku tak kuasa melihat tubuhnya dijamah perias laki2 bergaya perempuan itu. Tidaaak!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbabnya terbang jauh seperti hatiku. Wajahnya begitu tebal dan kepalanya penuh hairtonic ato apalah istilahnya sampai rambutnya mengeras begitu. Ashar kemudian maghrib terlewat dan tak kulihat dia shalat (mungkin dia sedang uzur alias mens, pikirku). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak menentang baju adat yang menampilkan sebagian auratnya itu. Dia dengan senyumnya menikmati semua itu. Dan sebelum naik ke pelaminan, dia berkata padaku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ampun,May...jilbabmu lebar banget..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum padahal hatiku menangis. Bukan jilbabku yg terlalu lebar, tapi diri kamu yang tak lagi membiarkannya membalutimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat sepuluh hari kemudian, saya juga memakai baju adat itu, tapi jilbabku tetap bertahan di tempatnya. Periasku perempuan, Mina, bukan laki2. Kesucian ragaku tak kuingin terjamah kcuali oleh CINTA halalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hadir di pernikahannya, tapi dia tak hadir di pernikahanku. Mungkin itu suatu tanda bahwa kita telah memilih jalan masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mina, kamu memang &lt;b&gt;bukan ilalang &lt;/b&gt;yang liar dan kuat oleh topan. Tapi kamu tetap sahabatku. i miss u meski kamu udah melupakanku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-192391327362261519?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/192391327362261519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=192391327362261519' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/192391327362261519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/192391327362261519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/started-from-now-i-wanna-create-new.html' title='Sahabatku Itu Bukanlah Ilalang'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-3008077210300216617</id><published>2009-09-05T02:22:00.003+02:00</published><updated>2009-09-05T02:29:18.150+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Hati'/><title type='text'>Kata temanku "Bijaksananya dia cuma ke orang lain"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqGpQnDfBUI/AAAAAAAAADs/_XcB19lTNcE/s1600-h/pohon+kebijasanaan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqGpQnDfBUI/AAAAAAAAADs/_XcB19lTNcE/s320/pohon+kebijasanaan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini saya lagi-lagi mendapat pelajaran berharga. Tadi siang saya buka puasa bersama teman2 almamater sekaligus ikut acara kajian. Sambil makan, kta bercerita kesana-kemari, dari tema Z ke tema A. Sampai kemudian saya menanyakan seorang teman yang tak hadir saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kayaknya si Ardi sibuk banget beribadah ya, sampe gak ikut kajian, aku liat status di YMnya klo bukan "lagi ngaji", "Ramadhan jgn dilewatkan begitu saja", "tarwih dulu", pasti bunyinya yg alim2 gt deh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak juga, tadi dia malah di depan kompi,chat terus kerjaannya" jawab teman serumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadarrusnya sambil di depan kompi kali," timpalku berhusnuzhan. Tanpa sadar temanku itu ceplos dengan raut muka menyindir dan keluarlah kalimat itu, kalimat yang nantinya membuatku membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia mah kalo ke org lain bijaksana gt deh kesannya, padahal ke dirinya sendiri kagak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, temanku ini kalau berbicara sukanya langsung-langsung saja. Dia itu memang ceplos orangnya, blak2an, kadang tanpa sengaja menyindir atau mengejek orang lain. Tapi aku tahu orangnya baik, karena dia tidak keberatan kalau harus dikritik balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengulang kalimatnya barusan dalam hati. &lt;i&gt;Dia bijaksananya cuman ke orang lain...&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak aku terdiam lama, menekuni kata2 itu, mengembalikannya pada diriku. Jangan-jangan selama ini aku juga begitu, bijaksana hanya kepada orang lain, sedangkan aku sendiri tak mampu melaksanakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit temanku yang selalu menjadikanku "konsultan" alias "langganan curhat" jika mereka ada masalah. Di dunia cyber pun seperti itu, tak jarang teman2 yang bahkan sama sekali belum ketemu langsung orangnya, sudah tak merasa aneh jika harus mengutarakannya uneg-unegnya ke aku. Rata-rata mereka bilang, aku orangnya enak diajak curhatlah, pendengar setialah, bahkan ada yang sampai sekarang selalu memanggilku dengan panggilan "Bunda" wuiihhh...(Bunda peri kali maksudnya hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andai mereka tahu kalau aku tak sebijaksana itu. Aku mungkin saja memberikan mereka solusi, menyegarkan kembali hari-hari mereka dengan satu kalimat nasehatku yang bijak, tapi...ah...andai mereka tahu aku pun sebenarnya jika ada masalah tak selamanya mampu untuk berdiri tegak. Mungkin orang lain akan mudah terpengaruhi kalimat2 bijak dariku yang entah darimana datangnya hehe. Namun betapa sulitnya menaklukkan diri sendiri, bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang bahkan berprofesi sebagai konsultan, advisor, sang hakim, atau dai yang terjun langsung ke masyarakat publik, namun ketika mereka sendiri mendapat cobaan berat atau masalah, tak sedikit publik yang lantas memandang sebelah mata. Kekurangan mereka yang "satu biji" diekspos habis-habisan, sedangkan kebaikan2 atau kata2 menyegarkan hati mereka yang lalu-lalu lantas terhapus begutu saja dari benak publiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendadak takut jika salah seorang dari mereka juga berkomentar sama "si Maya itu bijaksananya cuman ke org lain". Bagiku, sindiran itu nendang banget.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi saya termenung...mengupas kesalahan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;At midnight, ketika ramadhan hampir seperdua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-3008077210300216617?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/3008077210300216617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=3008077210300216617' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3008077210300216617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3008077210300216617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/kata-temanku-bijaksananya-dia-cuma-ke_05.html' title='Kata temanku &quot;Bijaksananya dia cuma ke orang lain&quot;'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SqGpQnDfBUI/AAAAAAAAADs/_XcB19lTNcE/s72-c/pohon+kebijasanaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-349327241938126654</id><published>2009-09-01T17:46:00.002+02:00</published><updated>2010-09-04T12:21:33.064+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BLITZ JENDERAL*</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: black; color: #f3f3f3; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;/span&gt;Dua sisi tirai hitam perlahan terpisah, menghadirkan ruang di atas panggung. Dinding ruangan berwarna kuning pucat. Di dinding belakang terlihat gantungan peta aneh. Sekilas bentuknya tak jauh beda dengan peta Nusantara. Namun, pulau Jawa yang seharusnya paling kecil diantara pulau besar lainnya malah dibuat sebaliknya, bahkan lebih besar dari pulau Kalimantan. Anehnya lagi, hanya pulau Jawa yang nampak berwarna usang, seperti warna lumpur…&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="background-color: black; color: #f3f3f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di pojok ruangan dekat pintu masuk, berdiri kokoh sebuah tiang bendera. Kain bendera berwarna merah menyala dengan garis putih yang terhimpit di sisi paling bawah. Warna putih itu nyaris tidak terlihat dari jauh. Bendera yang tak kalah anehnya dengan peta tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/Sp093pGQIGI/AAAAAAAAAC4/SjNnsuWqTfA/s1600-h/jenderal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/Sp093pGQIGI/AAAAAAAAAC4/SjNnsuWqTfA/s320/jenderal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kilauan lampu pentas membentuk sebuah kerucut panjang yang menerangi sesosok tubuh gempal. Wajahnya tertutup topeng hitam dengan kostum jenderal berbintang. Topeng hitam yang penuh guratan luka , topeng yang mengerikan tak ubahnya seperti wajah yang terbakar. Di tangan kirinya telah bertengger setia sebuah tongkat panjang berkepala naga. Di sisi lain, tangan kananya menopang dagu dengan kaki bersilang di atas singgasana berlapis emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik beraroma kesepian mengalun pelan mengiringi hening Sang Jenderal. Sayup terdengar cakapnya, entah pada tirai htam di belakangnya atau mungkin pada tongkat berkepala naga kesayangannya itu. Gumaman panang tanpa seorangpun tahu maknanya. Dia berbicara sperti mengingaunya orang-orang bermimpi buruk.&lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian genderang ditabuh nyaring memberi isyarat akan munculnya seorang “pemain baru”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jenderal, saya datang membawa berita untukmu,” gema orang tersebut.  Sebenarnya usianya masih begitu muda, namun sayangnya seragam perwira yang dikenakannya terlalu usang membuat wajahnya lebih tua. Badannya sedikit membungkuk di hadapan Sang jenderal, matanya tajam dan dingin sebagai isyarat jika dia menyimpan gelombang perih yang terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau sudah tahu aturannya, bukan? Jika yang kau bawa itu adalah duka, pergilah tanpa berkata apa-apa! Tapi, jika itu sebaliknya, maka berbicaralah!” Vonis jenderal membuat pria itu terperangah. Musik latar tiba-tiba berubah menjadi irama biola yang menyayat hati. Sang perwira terdiam tanpa beranjak sedikitpun dari tempatnya. Dasar jenderal keparat! Keras kepala! Umpatnya dalam hati, susah-payah ia menahan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jenderal…” ujarnya membuka suara setelah berusaha mengatur nafasnya. “Hidup itu adalah pilihan, entah terang atau gelap. Aku tak mau munafik kalau berita yang aku bawa ini tak lain adalah sekumpulan kelam untukmu. Dan…bukankah kelam itu awal dari pendewasaan manusia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diaaaamm! Enyahlah dirimu bersama puisi picisanmu itu! Sekali lagi kuperingatkan, AKU adalah jenderalmu dan KAMU hanyalah budakku!” Geram Jenderal sambil mengetukkan tongkatnya ke lantai dengan keras. Suara genderang mendadak bertalu-talu seperti degup jantung Sang Perwira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak tubuhnya kaku. Mulutnya bisu. Dua hatinya bertengkar kacau. Matanya terkatup rapat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakan saja, tak ada yang perlu kau takutkan! Jika pun kau mati, jelak manusia akan memujamu sbagai periwra jujur…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidahnya semakin bergetar. &lt;i&gt;Jangan! Hidupmu masih panjang untuk kau nikmati! Marah Sang Jenderal berarti akhir kehidupanmu…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ah, tidak! Persetan dengan segala gemerlap dunia atau pangkat yang dijanjikannya padamu, sampai kapan kamu mau menjadi budak jenderal bangsat itu??!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau belum beranjak juga, hah?!” Suara jenderal memecah sunyi, memotong pertentangan batinnya. Perwira itu menelan ludah pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku…tapi berita kelam ini tetap akan kukatakan padamu, Jenderal. Inilah saatnya kau harus mendengarnya!” sahut pria ceking itu bergetar. Akhirnya keberaniannya datang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba panggung berkelap-kelip. Gelap, terang, gelap, lalu tertutupi cahaya sorot yang semakin redup. Suara-suara instrument menyatu menjadi episode lagu ”perang”. Sang Jenderal bangkit dengan pongah, langkahnya yang berat membuat gema di mana-mana. Geraham perwira bergemelutuk namun wajahnya tetap garang menantang tubuh gempal di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/Sp1Bp4d--tI/AAAAAAAAADA/1nHkrcxvOIo/s1600-h/jndrl.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/Sp1Bp4d--tI/AAAAAAAAADA/1nHkrcxvOIo/s320/jndrl.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Sejak kapan kamu berani membantahku, hah?! Kau tak ubahnya anak kecil yang tak berdaya. Sepertinya kematian lebih pantas mejadi imbalanmu. Bunuh bocah ini!” perintah jenderal dengan suara bak halilintar. Musik bertalu-talu gaduh membuat suasana semakin gempar. Ruang seakan berdebar menanti siapa pembunuh yang kelak menabuh gendering kematian perwira itu. Namun tetap saja tak ada tanda pemain baru akan datang untuk melakonkan pembunuhan Sang Perwira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha…sepertinya kamu lupa, Jenderal, selama ini akulah yang menjadi “pembunuh”. Aku patuhi semua titahmu, kubunuh siapapun yang kau mau! Dan sekarang, untuk membunuhku, kamu tak punya siapa-siapa. Haha…” ejek pria itu dengan wajah yang berubah sangar. Entah iblis pemberontak mana yang hadir melalui sosoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terkutuklah kau!” Jenderal maju beberapa depa, penuh amarah tongkatnya melayang ke udara. Kepala naga di ujung tongkat terbuka memancarkan kilau sebilah pedang. Itulah &lt;i&gt;blitz&lt;/i&gt;&amp;nbsp; yang selama ini menjadi legenda. Konon, blitz itu telah membungkam ribuan jiwa pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya pentas berubah biru lalu gelap sama sekali. Sunyi tanpa suara. Seratus mata tak berkedip menanti episode terakhir. Nafas-nafas tertahan saat lampu sorot kembali menyala. Tepuk tangan menggema bersama musik kematian. Tirai pentas mulai mengatup , meninggalkan sesosok tubuh gempal yang terkapar tanpa &lt;i&gt;blitz&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;b&gt;dimuat di buletin "INFORMATIKA" edisi 122/ Agustus 2007)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Note:&lt;/b&gt; kata “blitz” sebenarnya lebih banyak digunakan untuk istilah “serangan udara”&amp;nbsp; yang biasa terjadi dalam kondisi perang. Namun, kata tersebut kemudian berkembang sampai akhirnya dipakai pada istilah “cahaya kamera” karena silaunya diibaratkan seperti cahaya rudal dari udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: #f3f3f3; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-349327241938126654?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/349327241938126654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=349327241938126654' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/349327241938126654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/349327241938126654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/09/blitz-jenderal.html' title='BLITZ JENDERAL*'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/Sp093pGQIGI/AAAAAAAAAC4/SjNnsuWqTfA/s72-c/jenderal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-8380972866852737188</id><published>2009-08-31T14:46:00.002+02:00</published><updated>2009-09-01T16:17:00.418+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>SANG PEMENANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya aku selesai ujian juga. Rasanya….PLONG! Wah-wah ketahuan, ternyata aku adalah satu diantara beberapa jumlah kepala masisir yang masih menganggap ujian itu beban. Kenapa yah, aku merasa kalau ujian itu seperti perang, dan aku adalah prajurit rendahan yang dipaksa meras otak selama sebulan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, sebulan! Itu artinya 30 hari, 720 jam, 43.200 menit, dan 2.592.000 detik!!! Hitung-hitung ada puluhan bungkus cemilan yang kuhabiskan demi menemani hari-hariku yang penuh kerja keras (baca: kerja paksa), ada malam-malam menegangkan yang penuh emosi, siang-siang membakar yang memicu adrenalin semakin panas. Dan semua itu belum cukup tanpa menyebut jumlah kocek yang kuhabiskan demi menelpon orangtua di seberang sono, sms ke teman-teman mohon pengampunan dosa, biaya fotokopi&lt;i&gt; talkhisan, &lt;/i&gt;de-el-el yang sudah mencapai batas &lt;i&gt;min haitsu la yahtasib.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang lumayan aneh di musim &lt;i&gt;imtihan&lt;/i&gt;, semoga hanya aku yang mengalaminya. Terus terang yah, yang namanya tahajjud alias shalat malam biasanya cuma bisa dihitung jari di hari-hari biasa. Di hari-hari luar biasa, wah, terjadi perkembangan yang cukup drastis saudara-saudara! Meski mata kadang tak mau diajak kompromi, bayangan azab “rasib” selalu menjadi supporter terkuat demi menjaga agar sepertiga malam tak berlalu begitu saja. Siapa lagi yang Maha diatas manusia, denganNya diri dan hati selalu berharap bahwa semua perjuangan di medan perang tidak akan sia-sia. Namun sayang, kebiasaan hebat ini hanya bertahan sebulan, atau paling tidak sampai natijah turun, dan setelahnya...wallahu a’lam. Addaaa aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, aku bersyukur masih punya kesadaran tingkat tinggi untuk belajar, masih tergolong mahasiswi yang berorientasi “pulang cepat dan secepatnya”, masih punya jiwa pejuang yang ogah dibilang menyerah sebelum berperang. Kalau Ririn, temanku yang seimarah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biar lambat asal selamat, Ra, lagian hidup di Mesir itu cukup menjanjikan..” komentarnya santai. Memang sih, dia najah terus meski nyerempet-nyerempet bahaya. Tahun kemarin dia manqul dua, tahun sebelumnya makbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menjanjikan? Maksudnya?” tanyaku waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu..tuh..tiga kata..aman, murah, dan &lt;i&gt;musaadah&lt;/i&gt;..” jawabnya tersenyum simpul. Aku memasang wajah manyun, ”maunya bukan aman, murah, dan musaadah, tapi melenakan, membahayakan, dan menjadi-jadi.” Aku berlalu meninggalkan si Ririn yang masih bingung dengan kalimatku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Ririn, lain Amnah. Anak itu otaknya entah pentium berapa, belajarnya sih sambil tiduran, kuliah lebih jarang dari aku, tapi herannya dia bisa&lt;i&gt; jayyid jiddan&lt;/i&gt; dua tahun berturut-turut. Jadwal belajarnya tak ada yang tahu. Begadang pun tidak, kalau ba’da shubuh matanya sudah lima watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi dong rahasianya, Na” pintaku penasaran. Seperti biasa, dengan gayanya yang “cool” itu, Amnah cuma tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak punya rahasia apa-apa, Ra. Tiap orang kan tipe belajarnya beda-beda. Kalo aku yang penting kualitas, bukan kuantitas.” Sahutnya enteng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bukan orang yang betah menghapal sampai berjam-jam, sampai pantat kempes, aku lebih suka membaca sedikit tapi paham. Jadi, pas imtihan, aku menulis jawaban pakai ta’bir sendiri,” jelasnya membuatku melongo. Resepnya Amnah memang ampuh, tapi aku tak bisa seperti itu. Maklumlah, bahasa Arabku aja pas-pasan, otakku apalagi, tipe celeron asli. Ketik C spasi D “cape’ dech”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari aku berniat belajar ke mesjid Azhar sekalian belanja dapur di belakang mesjid. Lumayan, disana mesjidnya adem dan hammamnya bersih. Di sudut mesjid kutangkap sesosok mahasiswa yang tak lain seniorku dulu di pondok. Sampai sekarang aku masih memanggilnya Ustadz Hasyim, padahal umurnya cuma terpaut setahun dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Imtihan kapan, Tadz?” tanyaku basa-basi. Kepalanya menengadah, berhenti membaca dan menatapku heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Rani, kok disini?”. Aku nyengir, ini orang malah balik tanya. Niatnya aku ingin cepat-cepat menghilang dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau belajar..”sahutku pendek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama dong. Ustadz juga mau &lt;i&gt;talaqqi &lt;/i&gt;hari ini. “ Aku tersenyum lalu buru-buru pamit, sempat kubaca judul kitab yang dia pegang “Fathul Barii”. Ampun, kirain dia lagi sibuk belajar &lt;i&gt;muqarrar&lt;/i&gt;. Subhanallah..musim imtihan masih sibuk talaqqi, bisikku. Ada juga tipe yang seperti ini. Masalah akademik atau najah nomor belakangan, yang penting talaqqi tidak pernah absen. Ke Mesir mencari ilmu, bukan mengejar najah, itulah semboyannya. Ustadz Hasyim itu malah sudah diambang mafsul. Tapi, mungkin ilmunya dah segudang, pikirku berhusnuzhan. Masih bagus waktu habis buat talaqqi, daripada nonton bola? Piala Eropa lebih menarik dibanding imtihan, seperti kata Arman, si maniak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, begitu banyak cerita di balik musim imtihan. Namun, tak ada yang lebih dramatis dibanding dengan musim penantian natijah. Ada yang berusaha menyembunyikan stress  dengan ikut rihlah sana-sini. Ada juga yang saking tegangnya sampai berat badannya turun seperti Kak Marti. Ada juga yang begitu tenang dan optimis. Kalau aku, pelampiasannya lari ke internet. Jangan salah, 70 % dijamin bukan buat chating, tapi aduh..malu ngomongnya..nonton blockbuster. Maklum, di imarahku tak ada tivi atau net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, hari terus berlari bersama detak jantung yang turun naik. Penantian itupun berakhir sudah. Dan jikapun hanya selembar kertas yang bertorehkan tinta “nasib”, airmata bahkan sanggup mengaburkan segalanya. Teman-teman yang tampil sebagai pemenang, hanya ada satu kata, BAHAGIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ra, kamu najah, &lt;i&gt;jayyid&lt;/i&gt;, selamat yah” ucap Amnah yang kebetulan melihat natijahku. Dadaku sesak. Haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wallahi, Na? Kamu juga pastinya jayyid jiddan lagi,kan?” sahutku setengah serak di peluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak, aku juga jayyid..” ujarnya dengan wajah berubah mendung, “Alhamdulillah, yang penting kita najah bareng..” tambahnya tiba-tiba semangat. Kami berpelukan dan melompat seperti waktu penerimaan rapor di SD dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpvFo10-hPI/AAAAAAAAACw/MUPeeFVyn8c/s1600-h/winner+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpvFo10-hPI/AAAAAAAAACw/MUPeeFVyn8c/s320/winner+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tiba-tiba Ririn muncul, tanpa salam tanpa kata, dia menerobos masuk kamar. Brakk. Pintu kamar terbanting keras, tak lama tangisnya menggema di dinding-dinding rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ririn gak bisa sekelas lagi sama kita,” kata Amnah setengah berbisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksudnya, dia..dia..&lt;i&gt;rasib&lt;/i&gt;?” Amnah mengangguk membuat perasaanku bertambah kacau. Kali ini Ririn bukan pemenang. Tangisnya terdengar begitu pilu, seperti gerimis untuk pertama kalinya di akhir musim panas.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kosakata: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;talkhisan:&lt;/i&gt; rangkuman pelajaran&lt;br /&gt;&lt;i&gt;min haitsu la yahtasib: &lt;/i&gt;tak terhitung&lt;br /&gt;&lt;i&gt;imtihan: &lt;/i&gt;ujian&lt;br /&gt;&lt;i&gt;jayyid/ jayyid jiddan:&lt;/i&gt; peringkat kelulusan "baik" / "baik sekali"&lt;br /&gt;&lt;i&gt;musaadah:&lt;/i&gt; sumbangan dlm bentuk sembako ato uang, biasanya org mesir di bln ramadhan berlomba2 ngasih musa'adah ke pelajar2&lt;br /&gt;&lt;i&gt;rasib: &lt;/i&gt;tidak lulus, artinya harus mengulang setahun di kelas yg sama&lt;br /&gt;&lt;i&gt;talaqqi:&lt;/i&gt; pengajian lgsung sama seorg syekh&lt;br /&gt;&lt;i&gt;muqarrar:&lt;/i&gt; diktat kuliah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(cerpen ini pernah dimuat di Buletin "INFORMATIKA" edisi 136/ september 2008)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-8380972866852737188?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/8380972866852737188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=8380972866852737188' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/8380972866852737188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/8380972866852737188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/08/sang-pemenang.html' title='SANG PEMENANG'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpvFo10-hPI/AAAAAAAAACw/MUPeeFVyn8c/s72-c/winner+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-4227748496839789499</id><published>2009-08-30T04:22:00.002+02:00</published><updated>2009-09-01T16:17:23.795+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>HUJAN DI PELUKAN AYAH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpnjbP9OLoI/AAAAAAAAABw/S4LRimfTE_c/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpnjbP9OLoI/AAAAAAAAABw/S4LRimfTE_c/s200/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sastrawan besar Norwegia yang juga peraih nobel sastra, Bjornstjeme Bjornson, pernah menulis kisah tentang seorang ayah dan anak. Sang Ayah yang kaya raya, awalnya bahagia dengan kecemerlangan buah hatinya. Baginya, harta tak ada apa-apanya dibanding anak tunggalnya itu. Setiap saat, Sang Ayah bercerita tentang anaknya kepada seorang pendeta. Hingga suatu ketika, di sebuah malam yang tenang, anak tunggal kebanggaannya itu tenggelam di depan batang hidungnya sendiri. Sejak kematian putranya itu, Sang Ayah sangat menderita dan garis kejayaan di wajahnya telah hilang dalam sekejap.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Dan di akhir kisah, Sang Ayah mendermakan separuh hartanya untuk orang-orang miskin atas nama putranya.” Kata Ayah mengakhiri dongengnya malam itu. Aku menguap lebar bersiap untuk tidur. Tapi aku ingin tidur di pelukan Ayah seperti malam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minta izin dulu sama Ibu.” Aku mengangguk dan sambil terkantuk-kantuk aku membuka pintu kamar Ibu. Kulihat Ibu masih sibuk menyelesaikan rajutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, malam ini Adek mo pinjam Ayah. Boleh ya?” Rengekku. Ibu tersenyum di antara wajah letihnya. “Boleh sayang, tapi ada bayarannya loh.” Goda Ibu menepuk-nepuk pipi bulatku. Aku mengerti apa yang dimaksud Ibu dengan “bayaran” itu. Aku menjinjit dan meraih kepala Ibuku yang cantik. Mmmuaah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali ke kamarku dan kudapati Ayah yang sudah terbaring dengan mata terpejam. Aku mengendap-endap menuju samping Ayah, menjaga agar dia tidak terbangun. Kuraih selimutku dan kunyalakan kipas angin. Aku tak bisa tidur tanpa mesin itu. Aku memeluk Ayah seakan dunia sangat aman di dalam peluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu kapan tepatnya aku terlelap. Aku juga tak tahu bahwa malam itu sebenarnya Ayah hanya puara-pura tertidur. Sebab tengah malam, saat kuterbangun untuk buang air, aku tak lagi mendapati sosoknya di sampingku.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Hari ini aku bukan lagi seorang anak yang berumur tujuh tahun. Hari ini, aku Rimaya Rahmah, dengan mata berbinar meniup tujuh belas lilin yang ada diatas kue ultahku. Di sampingku Ayah dan Ibu tersenyum sebagaimana senyum bahagiaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang, umur tujuh belas adalah tangga pertama menuju kedewasaan. Tapi bagiku tak ada yang berubah, khususnya antara aku dan Ayah. Aku tetap melewatkan malam bersama cerita-cerita Ayah yang klasik, menikmati elusannya di kepalaku sebelum kutertidur, dan menatap senja di ujung bukit bersamanya. Aneh ya? Seharusnya anak sebayaku sudah sibuk dengan dunia barunya atau paling tidak membicarakan cowok keren di sekolah. Ah, peduli amat kata orang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah!” teriakku sambil membuka sepatu terburu-buru sepulang sekolah. Ayah yang sedang sibuk membaca kitab buat pengajian, terheran melihatku. Aku duduk di sampingnya, menyodorkan sebuah koran harian edisi hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat ini!” Tanganku menunjuk sebuah kolom sastra di koran itu. Lama aku menunggu kalimat Ayah dengan dada berdebar-debar. Pasti Ayah bahagia sekali, pikirku. Pasti Ayah akan bilang kalau aku adalah anaknya yang hebat. Setelah itu Ayah akan memberiku hadiah dan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat ya, Nak.” Kata Ayah pendek membuatku tercengang. Cuma itu? Aku meneliti wajah Ayah, mencari makna di balik ekspresi datarnya. Tapi, raut muka Ayah begitu biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok cuma selamat?” protesku tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu mau apalagi, Sayang? Mau dikasih hadiah ya? Hadiahnya…ehm..nanti malam Ayah punya cerita yang bagus.” Sambung Ayah membuatku sedikit kecewa. Aku berusaha menyembunyikan kekesalan hatiku. Maya, kamu tak boleh begitu. Lagian, tulisanmu di Koran itu belum ada apa-apanya dibanding Bjornstjeme Bjornson, penulis hebat yang Ayah sering ceritakan itu. Mungkin belum saatnya Ayah bangga padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku sama sekali tak tahu bahwa sebenarnya Ayah yang beranjak tua, terlalu bahagia untuk menampakkan perasaannya padaku. Aku sungguh-sungguh tak tahu perassaan Ayah saat kuperlihatkan tulisan pertamaku di koran itu. Sampai dua hari sesudahnya, Ibu bercerita padaku. Ketika Ayah dan Ibu berkunjung ke rumah Bapak Bupati, semua orangtua berbicara mengenai anaknya masing-masing. Ketika tiba giliran Ayah bercerita, ekspresi Ayah mendadak berubah cerah. Matanya berbinar-binar dan dengan bangga mengatakan kepada semua orang bahwa putrinya adalah calon penulis penuh bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah itu, Bu?” Tanyaku seakan tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Sayang.” Mataku berkaca-kaca mendengar penuturan Ibu. Jadi, Ayah bukannya tak bahagia sama sekali waku itu,  malah sebaliknya Ayah sangat bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayahmu tidak mau kamu cepat puas dengan tulisanmu. Makanya, dia menutupi luapan bahagianya di hadapanmu, Nak. Ayah tak ingin kamu berubah sombong,” lanjut Ibu lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghapus airmataku dan berlari ke belakang rumah. Di belakang sana, di dekat kandang sapi Ayahku, aku tertegun lama. Aku menatap punggung Ayah dari belakang. Aku kembali menangis dan entah kenapa aku merasa bahwa Ayah sangat menyayangiku.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Pernah ada orang yang mengatakan padaku bahwa seorang Ayah hanya akan meneteskan airmata  karena anaknya. Awalnya aku hanya tersenyum mendengar kalimat itu. Kalau aku mengingat-ingat semua kebersamaanku dengan Ayah, tak pernah sekalipun aku melihatnya menangis. Berbeda dengan Ibu, nyaris semua momen Ibu selalu menangis. Mungkin itulah yang aku warisi dari Ibu. Aku orang yang mudah sekali tersentuh.&lt;br /&gt;Ternyata benar kata orang itu, seorang Ayah hanya akan menangis karena anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kalau aku tak salah ingat, aku sudah tamat Aliyah. Dengan seragam wisuda, aku duduk di barisan para siswi yang akan ditamatkan. Mataku mencari-cari sosok Ayah dan Ibu di tengah riuhnya para undangan. Ternyata mereka duduk di kursi paling depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara demi acara berlalu dengan cepat. Aku sudah tak sabaran menunggu acara wisuda dimana para pelajar dengan bangga naik ke atas panggung. Sebelum acara wisuda dimulai, akan ada pengumuman siswi terbaik setiap tingkatan. Jantungku berdetak lebih cepat mendengar nama-nama itu disebutkan. Saat peringkat kedua disebutkan, dadaku serasa naik turun. Oh, ternyata bukan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peringkat pertama tingkat Aliyah diraih oleh…” Nafasku terjepit diantara sekat-sekat jantungku yang menyempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rimaya Rahmah Binti Sulaiman.” Tepuk tangan memekakkan telinga. Aku berdiri dengan tegang dan menaiki tangga panggung dengan sejuta rasa. Rasa-rasanya tangga yang kupijak akan runtuh ke bawah. Seluruh sendiku bergetar. Serasa mimpi! Tanganku dingin saat Gubernur memasangkan selempang ke pundakku. Aku meneteskan airmata bahagia ketika menerima hadiah dari Bapak Pimpinan Yayasan. Aku berbalik dan Ya Allah…itulah hari yang takkan pernah hilang dari memoriku. Aku melihat Ayah dengan muka penuh guratan hidup dan uban yang menyembul dari balik pecinya membalas tatapanku dengan mata basah. Ini kupersembahkan untukmu, Ayah, bisikku penuh haru.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Matahari masih separuh seperti enggan lekas pergi ke balik malam. Langkahku pelan mengiringi langkah lebar Ayah. Aku terdiam menatap jalan yang penuh kotoran sapi. Di ujung jalan kutangkap atap rumahku yang kehijauan oleh lumut. Ayah terlalu sederhana, tak pernah sedekitpun ia berkeinginan merenovasi rumah kecil kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kamu mau lanjut ke Mesir?” Tanya Ayah memecah keheningan kami. “Insya Allah, Yah. Itupun kalau Ayah setuju.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok malah nunggu Ayah setuju, Nak? Yang mau jalanin kan kamu.” Tukas Ayah tertawa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yeee…Ayah,” aku menggamit lengan Ayah seperti anak kecil, “kali aja Ayah gak mau melepas aku jauh-jauh. Klo Ayah kangen, susah kan ngobatinnya?” Godaku memancing reaksi Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu sudah resiko orangtua, Nak. Laksana sopir angkot, suatu saat sang sopir harus sabar menerima jika angkotnya kosong.” Aku menelan ludah mendengar kalimat Ayah barusan. Kalimat yang kutangkap sebagai ungkapan kesepian.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Kalaupun ada detik, aku ingin detik itu tiada. Jikapun menit tak ingin berlari, akulah yang akan menghilang dari dimensi waktu. Tanganku masih erat menggenggam jemari Ayah. Begitu dingin menusuk ke dalam hatiku. Bahkan Ibu tak berhenti menangis di sampingku. Aku merasakan tenggorokanku sangat pahit. Kutelan semua airmataku. Aku tidak mau menangis di depan Ayah dan Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hati-hati di negeri orang. Jaga pergaulan, Nak. Di Mesir itu pelajar putra lebih banyak daripada putrinya. Seorang gadis, kasarnya, seperti umpan segar buat serigala. Siap-siap aja jadi pusat perhatian…” canda Ayah diiringi tawa khasnya. Aku hanya bisa tersenyum. Aku takut tertawa, nanti airmata yang kutahan berhamburan tak berhenti. Ah, Ayah, masih sempatnya bercanda di saat seperti ini.&lt;br /&gt;Aku mencium tangan Ibu. Jilbabku basah oleh tangisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beranjak ke hadapan Ayah. Ayah menepuk-nepuk bahuku lalu berbisik:” lesung pipi putriku ini harus utuh saat pulang nanti.” Aku tersenyum kecut lalu mendorong troli menuju gerbang check in. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menoleh sedikitpun. Detik ini jiwaku tinggal sepotong, aku tak mau menyisakannya sepotong lagi. Koper-koperku telah masuk dan menunggu tanganku menjemputnya. Tiba-tiba kurasakan tubuhku ditarik keras. Aku berbalik dan jatuh ke pelukan Ayah yang tadi terengah-engah mengejarku. Airmataku akhirnya tumpah juga. Aku menangis sejadi-jadinya seperti seorang bayi. &lt;i&gt;Ya Rabbi, empat tahun bakal serasa seabad buatku!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bangga padamu, Nak” Kata Ayah sebelum melepas pelukannya. Kata-kata itulah yang selalu kukenang hingga detik dimana kisah ini kutulis untuk kalian.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(dimuat di buletin Senat FSI AL_MINHAJ, edisi Nov 2007)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;catatan:&lt;/b&gt; cerpen ini dihadiahkan kepada seorg "calon bapak" di hari ultahnya, ehem..namanya rahasia! ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-4227748496839789499?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/4227748496839789499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=4227748496839789499' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4227748496839789499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/4227748496839789499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/08/seorang-sastrawan-besar-norwegia-yang.html' title='HUJAN DI PELUKAN AYAH'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpnjbP9OLoI/AAAAAAAAABw/S4LRimfTE_c/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-7749222367723319981</id><published>2009-08-29T14:24:00.005+02:00</published><updated>2009-09-01T16:17:44.320+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BATAS HATI</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: black; color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpkdO_AFjWI/AAAAAAAAABY/xH_PjSgWUlo/s1600-h/tobur+ijra%27at.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpkdO_AFjWI/AAAAAAAAABY/xH_PjSgWUlo/s400/tobur+ijra%27at.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siang begitu terik seakan menghisap seluruh energi yang kumiliki. Musim dingin belum jua berakhir namun rasa gerah dengan rapat menggerogoti tubuhku. Untuk pertama kalinya dalam sejarah musim dingin ini aku berkeringat meski tak sebanjir di musim panas. Kakiku yang pendek mulai pegal dan keram. Aku memutar-mutar pergelangan kaki berharap aliran darahku kembali lancar. Kupandangi barisan &lt;i&gt;thabur &lt;/i&gt;yang benar-benar ditaburi manusia, ada hitam, ada putih dan cokelat muda sepertiku. Tubuhku yang tingginya di bawah rata-rata semakin tenggelam di tengah kerumunan orang-orang.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="background-color: black; color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Khalas..khalas...tigi bukrah!"&lt;/i&gt; teriak &lt;i&gt;ablah&lt;/i&gt; penjaga &lt;i&gt;muqarrar &lt;/i&gt;dengan matanya yang melotot menembus kacamatanya yang tanpa frame. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ablah! Pliiizz..." seru anak Rusia yang berdiri di antrian paling depan setengah ngotot meminta dirinya dilayani. Beberapa mahasiswi berkulit hitam terlihat kesal dan mengomel dalam bahasa campuran. Ablah yang memang terkenal galak itu tetap tak bergeming dan dengan sadisnya menutup jendela kaca yang berdebu. Blam! Seketika itu juga tubuhku terasa lemas, ingin rasanya jatuh tak sadarkan diri di tengah kerumunan manusia yang mendengus kesal. Ini sudah kedua kalinya aku harus pulang hampa tanpa muqarrar setelah bersusah-payah antri. Huh...benar-benar hari yang sial! Kutendang kerikil kecil di depanku seraya menggerutu tak karuan. Menggerutu pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Ma'alesy &lt;/i&gt;ya, Bu, thaburnya gagal lagi," ujarku di ponsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, gak papa, Sri, besok kan bisa coba lagi," sahut Alya dengan lembut. Hah, besok?! Aku menarik nafas dan menutup pembicaraan sebelum emosiku meledak. Bisa-bisa Alya yang tak bersalah jadi sasaran kekesalanku. Alya adalah teman sekelasku yang baru saja habis melahirkan bulan lalu. Jadi tak heran bila dia memintaku membelikannya muqarrar yang sudah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau tempat antrian muqarrar masih di tempat yang lama, mungkin aku tak bakal bernasib seperti ini. Entah apa alasannya mendadak loket buku dipindah ke tempat lain. Parahnya lagi, tempat thabur harus di luar jendela, tanpa atap, tepat di bawah sinar matahari langsung yang sudah siap menyambut para  pengantri. Ketika matahari menghilang, angin dingin menyerang hingga ke tulang. Ah, kampusku yang usang, engkau memang sangat lihai menguji kesabaranku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan pulang, kurogoh saku jaketku dan mengeluarkan kertas kecil yang sudah koyak. Bukan judul kitab yang aku perhatikan, namun nama-nama yang tertulis rapi disitu. Ada tiga orang yang menitip pembelian muqarrar kepadaku. Biasalah, para aktifis yang jarang ke kampus, kerjaannya nitip sana nitip sini. Berbeda denganku, hanya seorang aktifis tukang thabur! Aku menghela nafas panjang. Sepertinya kali ini aku harus mengembalikan titipan mereka, gumamku dalam hati. Meski besok pagi kuputuskan untuk kembali thabur di tempat tadi, aku tak mau ada beban titipan. Setidaknya aku tak merasa bertambah berat dengan amanah mereka. Kecuali Alya, tentunya.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Hari ini aku berangkat kuliah dengan energi penuh. Semangkok &lt;i&gt;fuul &lt;/i&gt;sengaja kuhabiskan untuk persiapan pertempuran melawan ablah yang galak itu. Aku mengubah strategi, berangkat lebih pagi  dengan harapan antrian tak akan se&lt;i&gt;zahmah&lt;/i&gt; di waktu siang. Ternyata dugaanku meleset seratus delapan puluh derajat. Ada banyak orang yang berpikiran sama denganku hari ini. Untunglah posisiku tak terlalu jauh di belakang. Kulirik jam, masih ada tiga puluh menit sebelum &lt;i&gt;muhadharah&lt;/i&gt; dimulai. Dukturah Nibel, dukturah hadisku itu menjungjung tinggi prosentase kehadiran dan tak pernah luput mengabsen kelas. Aku tak mau nilai ujianku dikurangi gara-gara tak hadir untuk ketiga kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya ablah, bissur'ah!" &lt;/i&gt;teriak seorang &lt;i&gt;Mashriyya&lt;/i&gt;h di depanku. Aku merengsek maju dengan senyum bahagia, kali ini tiba giliranku di posisi terdepan. Aku memasukkan tanganku yang menggenggam beberapa lembar pound  setelah menyebut judul muqarrar yang ingin kubeli. Sepertinya aku belum bisa bernafas lega karena belum sempat ablah memberiku satu muqarrar pun, seorang &lt;i&gt;ammu &lt;/i&gt;datang dengan setumpuk berkas. Entah apa yang menjadi perdebatan mereka, aku tak mau berpusing-ria memikirkan hal itu. Dengan sabar aku menunggu dan menunggu sampai-sampai antrian kembali panjang. Kupanggil-panggil ablah itu dengan memasang muka melas. Mataku terbelalak melihat jam yang sudah memberiku isyarat bahwa aku telah terlambat lima menit. Kutarik nafas berkali-kali agar kesabaranku tak melayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukk! Aduuh! &lt;br /&gt;Aku berbalik dan mendapati seorang teman Mesir yang tadi menubrukku dari belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ma'alesy," &lt;/i&gt;sahutnya sambil memarahi temannya yang tadi mendorongnya karena tak sabaran. Aku berdiri menahan rasa dongkol luar biasa. Untunglah ablah itu langsung memberiku muqarrar meski sempat marah-marah setelah diteriaki oleh teman Mesir tadi. Setelah menerima uang kembalian, terburu-buru aku meniti tangga menuju kelasku di lantai dua. Aku berdoa semoga Dukturah Nibel belum datang.  Di depan pintu kelas aku mengatur nafas dengan dada bergemuruh. Aku mengintip lewat pintu yang sedikit terbuka. &lt;br /&gt;Ya Allah...dukturahnya sudah hadir?! Desisku putus asa. Terlambat sudah, tak ada toleransi! Artinya aku harus siap menerima nilai maddah hadisku di ambang &lt;i&gt;makbul&lt;/i&gt;&amp;nbsp; !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menuruni tangga dengan hati nelangsa. Kuhirup udara segar sebanyak-banyaknya setelah berada di luar gedung kulliyah. Aku duduk di sebuah bangku kayu berusaha menenangkan diri. Dua jam bukan waktu yang singkat untuk sekedar duduk manis tanpa berbuat apa-apa. Aku bimbang, pulang atau tetap menunggu jam kuliah berikutnya. Aku tak memilih keduanya, kuputuskan untuk berkunjung ke rumah Alya sekalian memberinya muqarrar titipannya. Kurogoh saku jaket mencari ponselku. Seketika wajahku pucat mendapati ponselku sudah tak ada di tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin jatuh di tangga pas aku lari..." bisikku menenangkan diri padahal jantungku sudah berdebar tak karuan. Kusisiri lantai demi lantai, tangga demi tangga, namun hasilnya nihil. Aku berlari bolak-balik dari depan kelas dan tempat antrian tadi. Tak ada! Bayangan mahasiswi yang menabrakku tadi sewaktu antrian tiba-tiba memenuhi kepalaku. Astaghfirullah...aku tak bermaksud su'uzhan ya Allah! Kupijak anak tangga terakhir dengan sendi seakan lepas. Kerongkonganku tercekat. Airmataku turun satu-satu begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sri? Gak kuliah?" tanya Alya setibaku di rumahnya. Aku menggeleng lemah. Matanya menatapku tajam, menelusuri sisa basah di pipiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa? Kok sembab, gitu matanya?" tanya Alya sekali lagi. Aku terdiam. Kubuka tas dan kusodorkan muqarrarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waahh..syukron nih, Sri. Oh ya, tadi aku bikin kolak, entar ya aku ambilin dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak usah, Al, aku buru-buru!" kataku sambil menelan ludah pahit. Dadaku terasa begitu sesak. Aku harus cepat pulang dan menangis sepuasnya di kamarku nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekali lagi syukron, ya," ucap Alya masih terheran melihat sikapku. Tanpa berani mengangkat muka, aku meninggalkan rumah Alya. Masih berbekas kalimat Alya tadi. Nanti kalau muqarrarnya turun, aku nitip dibeliin lagi ya! Andai aku tercipta menjadi orang paling jahat sedunia, tentu sudah dari tadi bibir ini memuntahkan semua kalimat serapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Enak ya main nitip aja, emang kamu tahu capeknya?! Emang kamu rasain gimana pegalnya antri di bawah terik? Coba tadi aku gak beliin titipan kamu, mungkin aku gak bakal lama nunggu ablahnya, mungkin aku gak bakal telat muhadharah, mungkin hpku gak akan hilang, mungkin....ah!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisku kembali pecah. Nelangsa, marah, lelah dan sedih bercampur-aduk jadi satu, menembus batas hatiku yang putih. Aku menggigit ujung bibir, perih. Seperti perihnya hatiku yang telah berubah hitam saat ini.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Dua hari berlalu sejak peristiwa naas itu, aku berusaha bersikap biasa. Hanya Ishma dan Ai yang tahu kalau ponselku yang usianya baru sebulan itu lenyap. Aku tak ingin seluruh dunia tahu dan merayakan betapa malangnya nasib seorang Sri. Satu hal lagi, aku sudah trauma untuk kembali bersusah-payah antri di tempat "brsejarah" itu, apalagi menerima titipan oranglain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini muqarrar milal?" tanyaku kepada seorang teman Malaysia yang memegang muqarrar baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iye, baru turun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belinya di tempat yang mana?" tanyaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di ablah yang garang itu," sahut gadis itu dengan aksen Melayunya. Haha...garang? Mungkin maksudnya galak, ya? Bisikku tergelak sendiri. Mataku mencari sosok Ai untuk menitipkan uang pembelian muqarrar milal. Nampaknya dia sudah sibuk antri di ablah yang garang itu. Kuputuskan menyusulnya kesana untuk memberinya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah ada yang beliin kamu, kok," kata Ai membuatku kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alya, itu tuh di baris depan," tunjuk Ai membuatku bertambah kaget. Aku menangkap sosok Alya yang tak memperhatikanku karena sibuk antri di tengah sesaknya manusia. Jilbabnya terlihat berantakan. Bukan karena himpitan orang-orang, tapi karena...beban di pundaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang..sabar ya, mama bentar lagi selesai antrinya," ucap Alya menenangkan anaknya yang sedang sesenggukan di balik gendongannya. Kupandangi sosok Alya yang dewasa, yang sabar berdiri disana dengan pundak yang berat oleh tubuh bayinya. Alya yang baik hati, yang hatinya tak akan seputih hatiku. Aku bahkan tak percaya kalau aku diam-diam telah menodai kepercayaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, Sri, kebetulan banget, nih muqarrarnya. Tadi sekalian aku beliin, soalnya kan susah antri disini," tegur Alya yang sudah berada di hadapanku dengan wajah lelah. Aku tak tahu harus berkata apa. Mulutku serasa dikunci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Syukron  Alya, kamu baik sekali...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maafin sikapku yang kemarin...&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelan ludah. Kalimat itu tertahan, hanya bisa bergema dalam hati, tak dapat kukeluarkan. Kutatap Rahman, anak Alya yang merengek kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori, cinta, si dedenya rewel nih, aku cabut duluan, ya! Main ke rumah, ya!" seru Alya dengan senyum malaikatnya. Aku tiba-tiba merasa malu sendiri. Aku bahkan tak pernah meminta, tapi Alya mau bersusah-payah antri buatku. Pastilah Alya merasa tidak enak dengan sikap burukku waktu itu, sampai-sampai dia sungkan untuk menitip muqarrar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alya!" teriakku mengejarnya. Sebelum dia menoleh, aku telah memeluknya dengan mata basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jazakillah..." ucapku pelan. Hanya itu yang bisa kuucapkan padanya. Pada dia yang telah membuka hatiku untuk memaknai keikhlasan sebenarnya. (Dedicated to someone. For Sri, jazakillah, ya!).&lt;br /&gt;* * * &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;kosakata bahasa Mesir:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;thabur: &lt;/i&gt;antri&lt;b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;khalas..khals tigi bukrah: &lt;/i&gt;sudah...sudah...datang lagi besok!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ya Ablah:&lt;/i&gt; panggilan umum untuk prempuan &lt;br /&gt;&lt;i&gt;muqarrar:&lt;/i&gt; diktat kuliah&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ma'alesy: &lt;/i&gt;maaf&lt;br /&gt;&lt;i&gt;zahmah: &lt;/i&gt;ramai, sesak&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ya Ablah, bisur'ah:&lt;/i&gt; cepetan, Ablah!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ammu:&lt;/i&gt; sebutan umum untuk laki2&lt;br /&gt;&lt;i&gt;muhadorah: &lt;/i&gt;jam kuliah&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;syukran/ jazakillah&amp;nbsp; &lt;/i&gt;terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;b&gt;dimuat di Buletin Marhalah el-Zeeda, "AKADEMIKA" edisi perdana April 2009)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: #6aa84f; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: #6aa84f;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: #6aa84f;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: #6aa84f;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-7749222367723319981?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/7749222367723319981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=7749222367723319981' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7749222367723319981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/7749222367723319981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/08/batas-hati.html' title='BATAS HATI'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpkdO_AFjWI/AAAAAAAAABY/xH_PjSgWUlo/s72-c/tobur+ijra%27at.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-6422403694826624077</id><published>2009-08-28T01:31:00.003+02:00</published><updated>2009-09-01T16:18:05.606+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>JIDAT HITAM</title><content type='html'>Siraj terperangah menatap pantulan dirinya di cermin. Dia merasa betapa aneh wajahnya kini. Ada perubahan kecil disana yang sedikit mengundang keterkejutannya. Bukan pada jerawatnya yang kini perlahan mengundurkan diri dari permukaan pipi tirusnya. Bukan pula warna kulit wajahnya yang berubah lebih gelap dari sebelumnya karena efek musim panas. Tapi ada sesuatu yang lain, membuatnya tak habis pikir kenapa sesuatu itu bisa muncul di atas sana, tepat di jidatnya. Itu adalah titik hitam yang semakin lama semakin jelas!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Wah, itu kan min atsarissujud, Raj,” komentar teman sekamarnya, Imam, ketika dia memperlihatkan perubahan di wajahnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, masa iya, Mam, sujudku kan biasa-biasa aja. Lagian aku juga jarang tahajjud,” ujar Siraj yang masih sibuk mengamati titik hitam di jidatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, anggap aja tanda keberuntungan, Bro,” sambung Imam senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanda keberuntungan? Maksudnya biar semua dunia mengira kalau aku ahli shalat, gitu? Biar semua orang menilai aku orang alim?” tanya Siraj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yup, maksudnya begitu. Tapi lebih pasnya, beruntung karena hitam di jidatmu itu bukan tai ayam, hehehe...” kata Imam yang langsung disambut senyum kecut Siraj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Siraj tak begitu ambil peduli dengan titik hitam di jidatnya itu, namun entah kenapa semakin hari titik hitam itu semakin membuatnya gusar. Awalnya, hanya ada satu titik di atas jidatnya yang cukup lebar. Lama-kelamaan titik hitam itu bertambah tiap minggunya hingga sekarang dia bisa melihat tiga titik hitam disana. Hanya tiga titik! Dan Siraj sudah merasakan dampaknya selama beberapa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menghadiri acara temu alumni pesantrennya, mendadak dia ditunjuk menjadi pembaca doa di penghujung acara. Tentu saja itu membuatnya terheran-heran. Padahal selama ini, Siraj tak pernah tampil di depan khalayak ramai di sebuah acara bahkan untuk berperan sebagai pembawa acara sekalipun. Namun sejak orang-orang dengan jelas dapat melihat jidat hitamnya, Siraj terhitung sudah dua kali menjadi tukang baca doa di dua acara.&lt;br /&gt;“Orang yang rajin tahajjud kan doanya makbul, Raj,” celutuk ketua panitia yang menunjuknya. Dan dengan wajah tak berdaya dia harus menerima peran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu, Fatimah, adik kandungnya datang ke imarahnya untuk menagih uang kiriman orangtua mereka. Betapa terperanjatnya Siraj saat Fatimah bercerita tentang teman-teman buusnya yang tak luput membicarakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Temanku banyak yang pengen kenal ama Kakak, tapi mereka agak segan,” kata Fatimah sambil menyeruput ashirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segan gimana, Dek?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka bilang kalau Kakak tuh ikhwan banget, gak suka liat cewek agresif yang mau kenal duluan,” sahut adiknya. “Padahal Imah udah bilang kalau Kakak tuh orangnya biasa aja, gak seperti yang mereka kira.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emang temanmu itu tahu kalau cowok itu alim banget atau nggaknya darimana?” tanya Siraj yang sudah mengira-ngira jawaban adiknya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katanya sih dari penampilan Kakak. Salah satunya wajah Kakak yang beda itu,” kata Fatimah seraya mendekat ke wajahnya lalu menonjok jidatnya. Mulut Siraj meringis seperti hatinya. Untuk kesekian kalinya dia merasa nelangsa, namun dia tak mengungkapkan kegelisahannya itu ke Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya bangkit menuju cermin, terpaku di depan sosoknya sendiri. Matanya masih seperti yang dulu, begitupun hidung dan pipi kurusnya. Dan seharusnya orang-orang juga menilainya masih Siraj yang dulu. Sekali lagi dia mengamati wajahnya dan mendadak rasa sebal menyelimuti hatinya ketika melihat tiga titik hitam yang tersenyum di jidatnya. Tiba-tiba Siraj melihat dirinya berkalungkan tasbih raksasa dengan kain jingga lusuh yang melilit di badannya. Ya, dirinya sudah seperti biksu sekarang! Entah sosok apalagi yang bakal dibayangkannya kalau titik hitam itu bertambah lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harus jidat hitam? Kenapa bukan kaki yang bengkak memerah atau kulit tangan yang kepal? Atau kalaupun ada orang yang benar-benar menghabiskan sepanjang malamnya dengan beribadah, kenapa manusia sekelilingnya tak melihat aktualisasi shalat dalam perilakunya? Dan satu lagi pertanyaan yang membuatnya gusar, kenapa harus dia yang memiliki tipe jidat seperti ini? Imam sekamarnya yang lebih rajin tahajjud, lebih lama kalau sujud, lebih alim, dan lebih lainnya, jidatnya bahkan tetap biasa-biasa saja. Tak ada guratan hitam disana seperti jidatnya sekarang. Dan begitu irinya Siraj melihat Imam yang tetap santai menjalani semuanya tanpa harus disibukkan oleh persepsi orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, gimana pendapatmu tentang penampilan baruku, Mam,” tanya Siraj di awal pagi itu. Imam yang sedang sibuk membaca muqarrarnya menoleh dan hampir tergelak melihat wajah Siraj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah, Bro, sejak kapan kamu mengubah gaya rambutmu? Tapi kok jadi aneh ya,” komentar Imam melihat beberapa helai rambut Siraj yang sengaja dijatuhkan ke depan dahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini buat nutupin jidatku, Mam,” sahut Siraj. Imam menatap wajah temannya itu dan menangkap kegelisahan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau aku boleh usul, sebaiknya kamu minta solusi yang lebih tepat ke Ustadz Arif, deh,” kata Imam. Siraj terdiam dan kemudian memutuskan untuk mengikuti saran Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya dia sudah berada di rumah Ustadz Arif yang dulu pernah menjadi seniornya di pondok. “Saya merasa kalau akhir-akhir ini ibadah saya awut-awutan, Tadz,” curhat Siraj. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap orang pasti mengalami fluktuasi keimanan, Raj. Itu hal yang wajar, yang penting kamu mau bangkit kembali,” sahut Ustadz Arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masalahnya Tadz, saya ngerasa udah gak ikhlas lagi. Saking gusarnya saya bahkan gak pernah bangun tahajjud lagi, padahal dulunya aja udah jarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siraj, saya yakin kamu sudah hafal kalimat yang mengatakan anjing menggonggong kafilah berlalu. Saat ini kamu sedang diuji oleh pandangan manusia, tergantung kamu mau terpengaruh oleh persepsi itu atau tidak. Bisa jadi memang, penampilan luar manusia menjadi fitnah ataupun menjadi ujian bagi pribadinya.” Siraj mengangkat kepalanya, menatap wajah teduh dihadapannya. Kata-kata Ustadz Arif dirasakannya bak telaga yang membasahi jiwa keringnya kembali. Dia pun pamit pulang dengan dada lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Arif benar. Satu hal yang luput dari dirinya selama ini adalah dia begitu berlebih-lebihan dengan perubahan kecil yang terjadi di wajahnya. Dia juga menganggap masalah besar perubahan persepsi orang-orang di sekitarnya. Seharusnya dia menganggap semua itu sebagai motivasi bukan intimidasi! Seharusnya dia tak melarikan kekesalannnya pada sesuatu yang merugikan, sampai-sampai ibadahnya yang menjadi tebusan! Sudah beberapa minggu shalatnya amburadul karena memikirkan jidatnya yang menghitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Siraj sudah bisa tidur dengan pikiran tenang. Tepat jam tiga alarm Siraj berbunyi, mengajaknya menghadap Sang Pengampun Dosa. Untuk pertama kalinya dia bersujud begitu lama. Keheningan malam dan rasa khusyuk beradu memenuhi diri Siraj. Airmatanya berlinang perlahan membasahi sajadahnya. Ketika bangkit dari sujud terakhirnya, azan Shubuh berkumandang. Dia bangkit untuk memperbarui wudhunya. Tiba-tiba dia terpaku mendapati wajahnya di cermin di atas wastafel. Tiga titik hitam itu tak bertambah. Titik hitam yang sudah menodai hatinya selama ini telah hilang tanpa bekas.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Dimuat di Buletin ADDARIAH (Almamater DDI di Mesir), edisi 01 Agustus 2009&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-6422403694826624077?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/6422403694826624077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=6422403694826624077' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6422403694826624077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/6422403694826624077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/08/jidat-hitam.html' title='JIDAT HITAM'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6669315249064149349.post-3550678674237870580</id><published>2009-08-27T11:27:00.005+02:00</published><updated>2009-09-01T16:18:36.749+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BUKAN ILALANG</title><content type='html'>Debu-debu gurun berganti tanah yang nyaris becek. Udara musim panas negeri Musa berubah menjadi hawa gerah bandara Jakarta meski sehabis hujan.  Manusia berjubah hilang tersapu wajah-wajah borjuis, perlente, dan sebagian lagi masih tetap ramah. Duhai zamrud hijau yang kini tak berkilau, ucapkan selamat datang untukku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam kemudian, langit keruh berganti biru dan putih. Kuhirup udara dalam-dalam, masih kampung yang sama saat kutinggalkan. Masih jalan kecil yang penuh kotoran hewan dan bukit-bukit hijau di kejauhan. Tak ada yang berubah setelah empat tahun. Hanya beberapa sawah berubah empang. Sapa matahari tetap ramah seperti wajah Bapak dan Ibu yang menyambutku di depan rumah. Aku tunduk mencium tangan keduanya dengan mataku yang mulai basah. Kerinduan yang kusimpan bertahun-tahun raiblah sudah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tambah cantik, Nak,” komentar Ibu pertama kali. Kulihat Bapak juga mengangguk membuatku tersipu tanpa kata. Benar kata orang, di depan orangtua kita terkadang masih seperti anak berusia lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bawa kurma buat Bapak.” Wajah Bapak nampak sumringah. Sejak Bapak naik haji, kurma adalah salah satu makanan  favorit yang selalu dirindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sudah pulang saja sudah membuat kami senang,” sahut Bapak membuatku terharu. Aku beranjak ke dalam kamar dan membereskan koper-koperku setelah puas bercerita dengan mereka. Aku memandang sekeliling, letak barang di kamarku bahkan tak berubah. Kuraba meja kecil di sudut kamar, tak ada debu. Pastilah Ibu setiap hari merawat kamar ini. Kurebahkan badanku yang penat di atas ranjang. Kupejamkan mata lalu tak lama aku tertidur.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;Jika kau adalah wanita, maka laksana bunga kamu akan tetap tertancap dalam tanah tanpa harus terbang mencari para penghisap madu. Kamu hanya akan menunggu dan menunggu hingga wangimu tercium oleh seekor kumbang. Namun tak selamanya kumbang pertama yang hinggap di pucuk bunga akan tertarik menghisap manismu. Dan wanita….diciptakan untuk lebih banyak bersabar dan tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku menerawang, menerobos padang rumput di samping rumah. Dadaku masih saja bergemuruh seperti tadi malam. Tak kusangka, berapa banyak mahasiswa Kairo yang kukenal, tak satupun yang kelak menjadi pangeranku. Pangeran yang kunantikan ternyata seorang putra pemangku adat di kampungku yang katanya sarjana pertanian terbaik di angkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Citra, betapa sayangnya kalau kamu hanya akan menjadi istri seorang sarjana pertanian setelah empat tahun di luar negeri. Mungkin begitu komentar teman-temanku kalau berita pernikahanku menyebar seantero Mesir. Belum lagi idealisme yang selama ini kugembor-gemborkan selama jadi aktifis. Seorang aktifis hanya akan menikah dengan seorang aktifis pula! Dan di hadapan kedua orang yang selama ini memeras darah dan keringat untukku, idealisme itu terpaksa kukubur hidup-hidup. Memang kedengarannya tragis, tapi aku tak sanggup melawan wajah-wajah yang penuh harapan itu. Lidahku kelu jika harus berhadapan dengan dua sosok yang ridha mereka menjadi ridha Allah juga. Ini bukan debat atau rapat panitia yang biasanya aku akan menjadi vokal disana. Ini masalah hidup dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orangnya baik dan rajin ke mesjid. Dia akan menjadi suami yang cocok untukmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini Datuk sudah banyak berjasa, sawah Bapakmu itu juga pemberian beliau, Nak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi semua terserah kamu, mungkin kamu punya lelaki pilihan lain yang lebih baik.” Yah, itulah masalahnya, aku tak punya calon pilihan sendiri. Selama di Kairo aku terlalu asyik dengan kesibukanku di organisasi. Belum lagi konsentrasi akademisku demi mempertahankan gelar ‘the best” yang setiap tahun kuraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Citra percaya dengan pilihan Bapak dan Ibu. Tapi…” kalimatku terputus. Aku menelan ludah pahit. Kucoba menatap wajah keduanya dengan sisa-sisa ketegaran yang kupunya. Setidaknya aku tak sekedar menerima barang jadi, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi apa, Citra?” tanya ibu membuatku semakin gugup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Citra ada dua syarat.” Aku mengatur nafas sebelum melanjutkan kalimatku. Kulihat Bapak dan Ibu saling berpandangan. “Pertama, Citra tidak mau melihat wajah calon pendamping Citra sampai waktu akad. Kedua, Citra tidak mau berpakaian adat tanpa jilbab.” Aku menarik nafas lega. Akhirnya aku bisa mengutarakannya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kami tak ada masalah, Nak. Masalah ini akan kami rundingkan dengan Datuk Jarre,” kata Bapak menutup pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin pegunungan membelai ujung &lt;i&gt;welua’&lt;/i&gt;ku yang panjang, membuatku tersadar kembali. Apalah jadinya kalau rambut indah yang selama ini kututup rapi menjadi tontonan orang banyak? Bagaimanapun aku seorang sarjana Syariah, dari Azhar pula! Aku boleh tunduk bersami’na wa atha’na di hadapan orangtua, tapi agama tak boleh jadi korban adat. Selama ini, betapa banyak teman-teman yang mengeluh ketika harus berhadapan melawan adat di kampung masing-masing. Tak sedikit dari mereka yang harus kalah dan menyerah. Memang mudah berteori, tapi tingkat keberhasilan dalam praktik mungkin 1:10. Di dunia para akademisi, kita akan mudah mendapatkan teman untuk berjuang dengan ide yang sama. Tetapi  disini, di tengah penduduk yang kolot, kamu akan berjuang sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azan Ashar memecah percakapan batinku. Ibu dan Bapak belum pulang dari rumah Datuk. Entah apa hasil keputusan mereka, pastinya aku hanya mampu berdoa semoga semuanya berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;“Citra tidak mau!” Akhirnya kesabaranku habis juga. Terkadang wanita harus berbicara dengan emosi agar semuanya bisa mengerti. Tapi mengapa hati ini begitu sakit? Aku sudah menuruti segala permintaan mereka, seperti anak kambing yang patuh pada gembalanya. Namun keinginanku yang sederhana ditolak mentah-mentah hanya karena alasan “ini sudah tradisi”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tenanglah, Nak, bagaimanapun Bapak sudah mencoba memberi pengertian ke Datuk sesopan mungkin. Syaratmu yang pertama mereka dapat kabulkan, tapi masalah pakaian adat itu…” Kupandangi wajah Bapak yang membiaskan garis kecewa. Aku menggeleng, mataku perlahan mulai basah karena emosi yang memuncak. Ibu memegang tanganku erat, mencoba menenangkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka bilang kalau ini bukan masalah selama teman-temanmu tak ada yang melihat. Teman-temanmu hanya diundang di acara resepsi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Citra berjilbab bukan karena mau dilihat orang, Pak. Bapak dan Ibu bilang kalau mereka keluarga yang rajin shalat. Anaknya bahkan seorang sarjana. Lalu semuanya dikemanakan? Sudah jelas-jelas dalam Al-qur’an perintah berjilbab yang mungkin berapa kali mereka dengar dan baca setiap saat. Pokoknya Citra tidak mau menikah kalau syarat kedua tidak dipenuhi!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Citra!” Suara Bapak menggelegar menembus jantungku. Baru kali ini Bapak bersuara setinggi itu. Di matanya aku menangkap kemarahan. Mungkin Bapak akan bilang kalau aku anak durhaka, anak &lt;i&gt;matojo&lt;/i&gt;, dan segala gelar yang mengalahkan gelar Lc yang kudapatkan susah-payah.  Masa bodoh dengan semuanya. Bukankah aku sudah begitu toleran dengan bersenang hati memakai pakaian adat itu kelak? Aku hanya meminta tambahan jilbab di kepala, hanya itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keputusan sudah harga mati, Citra. Jangan sampai perasaan kami terluka oleh nama keluarga yang tercemar. Camkan itu!” Bapak bangkit meninggalkanku yang lebih terluka. Ibu memelukku bersama tangisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan Ibu, Nak..” Aku mengangguk pasrah. Kuhapus perlahan airmata wanita yang membesarkanku dengan penuh cinta itu. Wanita yang begitu taat pada suaminya sampai harus mengorbankan kecintaannya terhadap putri tunggalnya ini. Seorang putri tunggal yang juga sama tak berdayanya. Aku tergugu dan segalanya terasa gelap. Aku pasrah dan seluruh idealisme yang kupertahankan telah kalah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpceO5d_CHI/AAAAAAAAABQ/pYucdfM94-0/s1600-h/baju+pengantin+bugis.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpceO5d_CHI/AAAAAAAAABQ/pYucdfM94-0/s320/baju+pengantin+bugis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Dan hari itu telah tiba. Seperti boneka, aku duduk di hadapan cermin dengan wajah berpoles lapisan bedak. Seandainya airmataku masih tersisa, aku ingin menangis selamanya karena dengan itu mataku tak dapat melihat rupaku sekarang. Kepalaku yang setegak tanduk iblis dengan besi-besi emas yang mengeraskan leher menambah lukaku semakin perih. Telingaku yang dibebani anting-anting seberat karung dan alisku yang habis, membuat seakan-akan kesucianku tergadai sudah. Ini bukan lagi pesta indah buat Cinderella yang malang, ini adalah upacara kematian harga diri seorang wanita, jeritku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, bersiaplah keluar, mempelai pria telah tiba.” Ucap Mak Inang, saudari Ibuku yang juga menjadi periasku. Aku berdiri, berjalan dengan kaki dingin dan kaku. Hatiku gemetar dan sebentar lagi mungkin akan mati. Kilauan &lt;i&gt;wala soji&lt;/i&gt; menjadi saksi ketidakberdayaanku. Aku tak berani mengangkat muka. Tamatlah sudah. Ingin rasanya menghilang dari dunia ini sekarang. Telingaku tak lagi mendengar kata-kata pujian. Di sekelilingku, aku hanya menangkap hiruk-pikuk tepuk tangan iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kosakata bahasa Bugis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Matojo: keras kepala, pembangkang&lt;br /&gt;Wala soji: kursi pelaminan &lt;br /&gt;Welua’ : rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Pemenang pertama Lomba Cerpen Pekan Keputrian Wihdah_PPMI Mesir 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6669315249064149349-3550678674237870580?l=story-of-mayyadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/feeds/3550678674237870580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6669315249064149349&amp;postID=3550678674237870580' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3550678674237870580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6669315249064149349/posts/default/3550678674237870580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://story-of-mayyadah.blogspot.com/2009/08/bukan-ilalang.html' title='BUKAN ILALANG'/><author><name>Mayyadah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01953911269534415872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/TIPzm-gqBRI/AAAAAAAAAWM/stnSK1GYbKg/S220/IMG_1780.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BpWdKgWfyqk/SpceO5d_CHI/AAAAAAAAABQ/pYucdfM94-0/s72-c/baju+pengantin+bugis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
