Saat ini, di Mesir lagi ada peringatan Syammu Nasim. Apaan tuh? Yuuuk, cuci otak plus jalan2 lewat tulisan bareng Maya hehhe. Cekidot!
Syammu Nasim merupakan warisan tradisi Firaun, yang dimulai kira-kira 2700 SM lampau sejak zaman keluarga Firaun ketiga. Di zaman tersebut, upacara ini disebut dengan Ied Syamusy yang berasal dari kata syams alias matahari. Sebagaimana upacara suci lainnya, upacara ini juga erat kaitannya dengan ilmu perbintangan dan fenomena alam.
Ied Syamusy dirayakan tepat ketika matahari mengitari bintang Aries, dimana pada hari itu, lama waktu siang sama dengan waktu malam yang menandakan peralihan musim dingin ke musim panas. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 bulan Biramihat, berdasarkan kalender kuno suci dalam tradisi Firaun. Orang mesir percaya bahwa pada waktu itulah awal mula penciptaan alam terjadi.
Karena pergeseran zaman dan adaptasi bahasa, nama upacara ini kemudian berubah menjadi Syamu Nasim, dimana Nasim sendiri berarti angin, karena musim semi diidentikkan dengan semilir angin yang lembut.
Salah satu keunikan Syamu Nasim adalah tradisi masyarakat Mesir, khusunya umat Koptik yang merayakannya dengan hidangan makanan simbolik, diantaranya telur, daun bawang, sawi, dan ikan asin.
Telur menjadi simbol bahwa segala sesuatu di alam ini berawal dari benda padat (material). Kalau kita memperhatikan lukisan kertas papirus, kita tak jarang mendapati gambar Tuhan Phtah alias Tuhan Pencipta bagi ajaran mereka yang digambarkan duduk diatas bumi berbentuk telur. Untuk lebih jelasnya, lihat gambarnya ya.