Monday, September 28, 2009

Sayonara untuk 15 hari!

Maya memohon maaf sejuta maaf, sori dori stroberi heheh, ingin sekali rasanya meluapkan isi otak untuk membentuk sungai cerita, tapi....ah!
Maya mo lenyap dari dunia per-blogspot-an sejenak. kurang lebih 15 hari! whaddup, Maya??? the reason why is,,,aduh susah dijelasin, seperti sebuah rumus fisika! intinya maya minta maaf jika belum sempat balas komen, blogwalking, dan keep in touch.

kalo mau tetap keep communication, add maya di FB aja, kalo di FB maya insya Allah masih sering buka^^...
oke, fren, sayonara untuk 15 hari! i'll miz yu ol!


Friday, September 11, 2009

TerNyata Mesir Itu...

Apa yang pertama kali muncul ketika kalian mendengar kata Mesir, Kairo, atau Negeri Piramida?? Mungkin berbagai image akan muncul di pikiran teman-teman. apalgi kalau melihat picture sungai nil di header Maya, mungkin kalian akan bilang "ah, indahnya mesir" atau mungkin "Mesir bersih ya" dan semacamnya.

Dulu juga sebelum maya menginjakkan kaki di bumi Para Nabi ini, begitu banyak kesan indah yang Maya bayangkan, mungkin terpengaruh sama novel Ayat-Ayat Cintanya Kang Abik hehehe...Tapi nyatanya hayalan Maya yg indah akhirnya pecah berkeping2 hahah,,,

Nah, kali ini Maya akan menampilkan gambar-gambar tentang sudut kota di Mesir yang jarang diekspose orang. Oke, are u ready, guys? heheh,,meluncurrr ke TKP!!!

Mesir juga bisa banjir, bukan karena hujan (hujan setahun sekali kaleee), tapi karena saluran airnya lagi eror jadi airnya meluap keluar (saluran airnya di bawah tanah gt).  hmm,,liat deh  mobil taksinya kuno bgt y^^


 
Dimana2 ada kedelai eh salah,,KELEDAI  hahahha,,,di jalan utama sampai di kafe2 ihhhhhh!
  
Mo mobil panser, mo mobil tukang, haha,,semuanya campur-aduk tanpa aturan^^,,,BTW,,liat bangunan bentuk piramid itu? itu makamnya Anwar Sadat, mantan presiden Mesir yang mati tertembak.
 



Nah, ini dia yang unik, kalau Ramadhan tiba, dimana2 kita bisa temui tempat buka gratis yang disebut Maidaturrahman. Menunya pake daging, nasi minyak, sama salad biasanya. Tapi, gak pede kalo yg dominasi org2 mesir berjubah gini hihii
 
Wah, ada antri air bersih juga hahha,,,
  
ataupun antri loket di kuliah soalnya belum sistem komputerisasi seh alamaaakkkk,,,,,antrinyaaaaa
  
  
Kalo yang ini nih, ehem,,gedung kuliah Maya (al_azhar),,hiks,,,kuno dan jadul, serasa di abad sebelum masehi hahahah
  
  


Pliss, jgn liat gedung orange itu, bukan itu yg Maya ingin tunjukin. Coba deh perhatikan mobil2 itu,,rata2 keluaran 70-an kaleee,,,Aseli deh, org Mesir itu gak kenal istilah gengsi, ponsel zaman baheula aja mereka pake pede2 aja^^ 
 


Hahahahha,,sudah ah, Maya kok ketawa sendiri di tengah malam buta,,,
So, what do you think, guys???? Egypt is.....(isilah titk-titiknya dengan baik dan benar heheh). C U in the next ALL ABOUT EGYPT :)

Tuesday, September 8, 2009

Manusia-Manusia Blogger

Ada dunia lain disini (pastinya bukan dunia ghaib hahah). Ada manusia-manusia yang berbeda di dunia virtual ini. Boleh jadi semua yang kau temui adalah MAYA, tapi tidak manusianya, mereka bukan MAYA, mereka ADA dan NYATA.

Seperti dalam realita, manusia-manusia inipun memiliki warnanya masing-masing. Ada hitam, ada putih, ada dollar, ada rupiah (kok???)). Ada yang mengais rezeki namun tetap rendah hati, tukar link bagi mereka adalah silaturrahmi sekaligus sumber datangnya rezeki.

Ada pula yang bertopeng "page rank mania", mencari teman hanya sekedar menaikkan page rank. Setiap hari dia akan berkata "i luv u, ALEXA...". Linknya ngotot dipasang, jgn harap dia memasang linkmu.

Lain lagi si penulis sejati. Penanya terus mengukir kata demi kata, kalimat tanpa henti, meski tak satupun datang memberi komentar. Dia acuh, baginya blog adalah dunia ideallismenya untuk mengukir sejarah lewat tulisan-tulisannya.

Tak sedikit pula yang menjadi penyair virtual. Cinta tak sampai, cinta bersemi, cinta jarak jauh, cinta ini, cinta itu,,,,(ternyata cinta itu bnyk ya). semuanya diluapkan, menganak sungai seperti tangisnya di depan monitor.

Aku baru tersadar, seperti baru saja terjadi, aku bertanya apakah aku termasuk diantaranya???
Manusia-Manusia Blogger, jangan buatku hilang dalam realita....

Potret Sungai Nil

Diantara the most popular river in the world, sungai nil adalah salah satunya. Nah, kalau Amazon sebagai sungai terlebar atau terluas, maka Nil merupakan sungai terpanjang di dunia. Banyak yang menyangka bahwa sungai Nil adalah sungai milik Mesir saja, padahal aslinya, Nil mengaliri 9 negara loh. Waah,,,panjang sekali ya! Mungkin karena Nil tersebut bermuara di Mesir, dan peradaban Mesir tak lepas dari adanya sungai Nil, maka seakan-akan sungai Nil ini identiknya hanya dengan Mesir.

Coba alihkan pandangan teman-teman ke picture di header blog ini, nah itu salah satu sudut Nil yang bisa kita saksikan. Kalau teman-teman hanya sempat melihat sungai Nil di film-film seperti KCB (Ketika Cinta Bertasbih), atau filmnya Cleopatra, dll, sekarang kalian bisa menikmati potret Nil seutuhnya. Nah, kebetulan Maya mau mengajak teman-teman menikmati panorama Nil, mumpung Maya masih di Negeri Piramida ini. Let's go, mates!
Kalau di Kairo, biasanya kita menyusuri sungai Nil dengan perahu mesin, umumnya dua tingkat. Tuh, perahunya sudah menunggu kita, ayo cepetan!



sebaliknya nih, waktu Maya jalan-jalan ke pelosok Mesir yang namanya Luxor (the city of temple), Maya harus naik perahu layar untuk menikmati sungai Nil. Namanya fuluuka yang artinya berperahu-perahu. Tegang dan seru, soalnya prerahunya hanya mengandalkan angin dan tarikan layar. Kita harus rela kecipratan air sungai atau oleng kiri-kanan hehe...



Ssst,,,Cici (temannya Mama Maya)lagi hayalin apa ya? hehe,,,
Wah, si Azka juga tak mau ketinggalan untuk belajar jadi pelayar sama awak perahu yang "afrika" banget hahah,,
 
 



Beberapa panorama yang bisa kita lihat sepanjang tepi sungai Nil, ada vila-vila yang unik, jembatan "QANATIR", pabrik-pabrik, gunung luxor tempat orang2 mencari "ALABASKA" atau batu pualam, dan lain-lain.
















































































And..when the sun said goodbye to world...Nil akan semakin cantik^^
 
 


So, what do you think? I was so tired today, see you in the next travelling in EGYFT!

Saturday, September 5, 2009

Sahabatku Itu Bukanlah Ilalang

Started from now, i wanna create a new category namely "Behind the Story". The title was inspired by "behind the scene" of some films heheh...I thought it'll be great if my mates read my short story (cerpen) and how that story appeared at all once. But, because my english isn't as good as you, i will write it in bahasa campursari (hehe,,mixed language kali inggrisnya). moga aja, suatu waktu, i could write it with full-english (coz i love u full..hehe..disconnect neh).
ok, kita mulai dari cerita "BUKAN ILALANG". udah baca belum, yg belum klik disini
Cerpen BUKAN ILALANG ini berawal dari kisah pertemuanku dengan seorang sahabat setelah tiga tahun berpisah. Namanya simpel, MINA. Tapi ternyata perjalanan hidupnya serta kepribadiannya tak sesimpel namanya.

Kami berteman jauh sebelum aku berteman dengan kalian, sejak kelas satu SD. Boleh dikata, dia adalah sahabat saya yang melewati begitu banyak memori. Saya rangking satu, dia rangking dua, saya pintar bahasa, dia jago exact science, saya masuk pesantren juga bersamanya, ibuku ibunya, ayahku ayahnya, begitulah. Hobi kami sama. Guru yg kami benci sama. Banyak samanya deh.

Tanggal lahir kami pun hanya beda satu hari. saya tanggal 20, dan dia 21. Dan Allah pun menakdirkannya menikah sepuluh hari sebelum saya menikah. Tapi, takdir kami ternyata amat berbeda...

Dia berubah,,ya,,,dia berubah. Bukan Mina yg kukenal dulu. Pernikahannya diwarnai rumor yang kudengar diantara bilik-bilik dapur dan ruang tamu. Biasa, orang kampung kalau kumpul, aib orang dikupas satu2. Aku teriris, miris. DIa (mungkin...) MBA married by accident)!!! Saya tak percaya, tapi matanya tak dapat menyembunyikannya ( saya telah mengenalmu berapa tahun Mina, saya bisa membaca matamu).

Kupandangi baju pengantinnya. Baju adat kebanggaannya. Saya kemudian keluar, menjauh dari kamar hiasnya, aku tak kuasa melihat tubuhnya dijamah perias laki2 bergaya perempuan itu. Tidaaak!!

Jilbabnya terbang jauh seperti hatiku. Wajahnya begitu tebal dan kepalanya penuh hairtonic ato apalah istilahnya sampai rambutnya mengeras begitu. Ashar kemudian maghrib terlewat dan tak kulihat dia shalat (mungkin dia sedang uzur alias mens, pikirku).

Dia tak menentang baju adat yang menampilkan sebagian auratnya itu. Dia dengan senyumnya menikmati semua itu. Dan sebelum naik ke pelaminan, dia berkata padaku:

"Ya ampun,May...jilbabmu lebar banget..."

Saya tersenyum padahal hatiku menangis. Bukan jilbabku yg terlalu lebar, tapi diri kamu yang tak lagi membiarkannya membalutimu.

Tepat sepuluh hari kemudian, saya juga memakai baju adat itu, tapi jilbabku tetap bertahan di tempatnya. Periasku perempuan, Mina, bukan laki2. Kesucian ragaku tak kuingin terjamah kcuali oleh CINTA halalku.

Saya hadir di pernikahannya, tapi dia tak hadir di pernikahanku. Mungkin itu suatu tanda bahwa kita telah memilih jalan masing2.

Mina, kamu memang bukan ilalang yang liar dan kuat oleh topan. Tapi kamu tetap sahabatku. i miss u meski kamu udah melupakanku.

Kata temanku "Bijaksananya dia cuma ke orang lain"

Hari ini saya lagi-lagi mendapat pelajaran berharga. Tadi siang saya buka puasa bersama teman2 almamater sekaligus ikut acara kajian. Sambil makan, kta bercerita kesana-kemari, dari tema Z ke tema A. Sampai kemudian saya menanyakan seorang teman yang tak hadir saat itu.



"Kayaknya si Ardi sibuk banget beribadah ya, sampe gak ikut kajian, aku liat status di YMnya klo bukan "lagi ngaji", "Ramadhan jgn dilewatkan begitu saja", "tarwih dulu", pasti bunyinya yg alim2 gt deh."


"Gak juga, tadi dia malah di depan kompi,chat terus kerjaannya" jawab teman serumahnya.


"Tadarrusnya sambil di depan kompi kali," timpalku berhusnuzhan. Tanpa sadar temanku itu ceplos dengan raut muka menyindir dan keluarlah kalimat itu, kalimat yang nantinya membuatku membisu.


"Dia mah kalo ke org lain bijaksana gt deh kesannya, padahal ke dirinya sendiri kagak..."


Aduh, temanku ini kalau berbicara sukanya langsung-langsung saja. Dia itu memang ceplos orangnya, blak2an, kadang tanpa sengaja menyindir atau mengejek orang lain. Tapi aku tahu orangnya baik, karena dia tidak keberatan kalau harus dikritik balik.


Aku mengulang kalimatnya barusan dalam hati. Dia bijaksananya cuman ke orang lain...


Mendadak aku terdiam lama, menekuni kata2 itu, mengembalikannya pada diriku. Jangan-jangan selama ini aku juga begitu, bijaksana hanya kepada orang lain, sedangkan aku sendiri tak mampu melaksanakannya.

Tak sedikit temanku yang selalu menjadikanku "konsultan" alias "langganan curhat" jika mereka ada masalah. Di dunia cyber pun seperti itu, tak jarang teman2 yang bahkan sama sekali belum ketemu langsung orangnya, sudah tak merasa aneh jika harus mengutarakannya uneg-unegnya ke aku. Rata-rata mereka bilang, aku orangnya enak diajak curhatlah, pendengar setialah, bahkan ada yang sampai sekarang selalu memanggilku dengan panggilan "Bunda" wuiihhh...(Bunda peri kali maksudnya hehe)


Ah, andai mereka tahu kalau aku tak sebijaksana itu. Aku mungkin saja memberikan mereka solusi, menyegarkan kembali hari-hari mereka dengan satu kalimat nasehatku yang bijak, tapi...ah...andai mereka tahu aku pun sebenarnya jika ada masalah tak selamanya mampu untuk berdiri tegak. Mungkin orang lain akan mudah terpengaruhi kalimat2 bijak dariku yang entah darimana datangnya hehe. Namun betapa sulitnya menaklukkan diri sendiri, bukan?.

Banyak orang yang bahkan berprofesi sebagai konsultan, advisor, sang hakim, atau dai yang terjun langsung ke masyarakat publik, namun ketika mereka sendiri mendapat cobaan berat atau masalah, tak sedikit publik yang lantas memandang sebelah mata. Kekurangan mereka yang "satu biji" diekspos habis-habisan, sedangkan kebaikan2 atau kata2 menyegarkan hati mereka yang lalu-lalu lantas terhapus begutu saja dari benak publiknya.

Aku mendadak takut jika salah seorang dari mereka juga berkomentar sama "si Maya itu bijaksananya cuman ke org lain". Bagiku, sindiran itu nendang banget.

Lagi-lagi saya termenung...mengupas kesalahan diri sendiri.

At midnight, ketika ramadhan hampir seperdua

Tuesday, September 1, 2009

BLITZ JENDERAL*

Dua sisi tirai hitam perlahan terpisah, menghadirkan ruang di atas panggung. Dinding ruangan berwarna kuning pucat. Di dinding belakang terlihat gantungan peta aneh. Sekilas bentuknya tak jauh beda dengan peta Nusantara. Namun, pulau Jawa yang seharusnya paling kecil diantara pulau besar lainnya malah dibuat sebaliknya, bahkan lebih besar dari pulau Kalimantan. Anehnya lagi, hanya pulau Jawa yang nampak berwarna usang, seperti warna lumpur…

Di pojok ruangan dekat pintu masuk, berdiri kokoh sebuah tiang bendera. Kain bendera berwarna merah menyala dengan garis putih yang terhimpit di sisi paling bawah. Warna putih itu nyaris tidak terlihat dari jauh. Bendera yang tak kalah anehnya dengan peta tadi.

Kilauan lampu pentas membentuk sebuah kerucut panjang yang menerangi sesosok tubuh gempal. Wajahnya tertutup topeng hitam dengan kostum jenderal berbintang. Topeng hitam yang penuh guratan luka , topeng yang mengerikan tak ubahnya seperti wajah yang terbakar. Di tangan kirinya telah bertengger setia sebuah tongkat panjang berkepala naga. Di sisi lain, tangan kananya menopang dagu dengan kaki bersilang di atas singgasana berlapis emas.

Musik beraroma kesepian mengalun pelan mengiringi hening Sang Jenderal. Sayup terdengar cakapnya, entah pada tirai htam di belakangnya atau mungkin pada tongkat berkepala naga kesayangannya itu. Gumaman panang tanpa seorangpun tahu maknanya. Dia berbicara sperti mengingaunya orang-orang bermimpi buruk.
Beberapa detik kemudian genderang ditabuh nyaring memberi isyarat akan munculnya seorang “pemain baru”.